Mutiara Hadits : Etika Minum

Colorful cocktails close up

Dari Abu Hurairah RA yagn berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah bernafas di dalam bejana (tempat minum). Jika ia ingin mengulang (tegukan) maka singkirkan dahulu bejana (dari mulut untuk bernafas), kemudian teguk lagi jika ingin”. (HR. Ibnu Majah 3472, dishahihkan Al Albani)

Beberapa faedah hadits ini adalah :

1) Titik temu antara hadist ini, hadits yang tertera bahwa Rasulullah SAW bernafas di dalam bejana tiga kali (Shahih Muslim, no. 122 -2028) lafaz darinya, dan Shahih Bukhari no. 5631). Tampak ada pertentangan antara keduanya, Yang pertama jelas bahwa ada larangan bernafas di dalam bejana dan yang kedua menunjukkan bolehnya bernafas. Hadits pertama dibawa kepada makna larangan untuk bernafas di dalam bejana ketika minum dari bejana, itu yang dimaksud larangan tersebut. Bernafas di dalam bejana ketika minum darinya merupakan hal yang dilarang oleh syariat, sedangkan hadits kedua yaitu yang mana Rasulullah SAW pernah bernafas di luar bejana ketika ia minum dari bejana, itulah yang dimaksud dan dianjurkan oleh syariat bukan kontradiksi antara keduanya.

img_20191004_160252_923

2) Hadits menjelaskan larangan bernafas di dalam bejana yang ia minum, baik ia minum keadaan sendiri atau pun beramai-ramai. Ini merupakan salah bagian dari akhlak yang mulia yang Islam serukan, menjaga kebersihan, beretika ketika minum, karena bernafas di dalam bejana ketika minum terkadang menyebabkan keluarnya liur atau sejenisnya yang menimbulkan bau yang tidak sedap.

Perawi hadits

Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Al Dausi Al-Yamani perawi hadits di dalam Islam. Diberi panggilan Abu Hurairah, karena ia suka bermain-main dengan seekor kucing. Ia mengembala kambing untuk keluarganya.

Masuk Islam tahun ke 7 H. sewaktu terjadi peristiwa penaklukan perkampungan Yahudi Khaibar. Menyertai Nabi SAW selama empat tahun. Ia menemani kemana pun beliau pergi dan dimanapun beliau singgah.

Ia bersungguh-sungguh dan intens dalam meriwayatkan hadits. Memelihara ilmu ilmu yang sangat banyak dari Nabi SAW. Ia adalah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits dari beliau.

Ia meriwayatkan dari Nabi SAW sebanyak 5374 hadits dan termasuk ahli fiqihnya penduduk Madinah. Wafat di Madinah tahun 57 H. dan dimakamkan di perkuburan Baqi’.

Oleh : Muhammad Murtaza bin Aish

Baca juga : 

About Auther:

Info Biografi