Mutiara Hadits : Peringatan Dari Perbuatan Riya’ dan Sum’ah

islamic-art3

Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah (ingin didengar oleh orang lain), niscaya Allah akan menyebarkan aibnya, dan barangsiapa melakukan perbuatan riya’, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya” (Shahih Muslim, no. 47-2986 lafaz darinya dan Shahih Bukhari, no. 6499).

Beberapa faedah hadits ini adalah :

img_20191004_160252_923
  1. Riya’: adalah seorang muslim yang melakukan suatu pekerjaan tidak bermaksud untuk Allah SWT semata, akan tetapi bermaksud agar orang lain melihatnya dan memujinya kepada hal yang baik-baik. Sum’ah : seseorang menyembunyikan amalnya karena Allah SWT kemudian ia sampaikan kepada orang-orang agar mereka menghormatinya dan mengagunginya.
  2. Hadits ini mengandung peringatan keras dari perbuatan riya’ dan sum’ah. Hendaklah bagi setiap muslim menjaga keikhlasan amalnya hanya untuk Allah SWT semata dan tidak mengharap dari pujian manusia.
  3. Riya’ dan sum’ah merupakan salah satu sebab terhapusnya amal ibadah kepada Allah SWT. Sesungguhnya sejelek-jeleknya perbuatan riya’ ialah yang berkaitan dengan pokok keimanan seperti kondisi orang munafik, kemudian setelahnya adalah golongan orang yang melakukan riya’ dengan pokok-pokok ibadah yang wajib seperti orang yang terbiasa meninggalnya saat sendirian, dan mengerjakannya saat bersama manusia karena takut dicela.

Perawi hadits

Abdullah bin Abbas RA adalah sahabat yang terkenal. Panggilannya adalah Abu Abbas, seorang alim dikalangan para sahabat, tinta umat dan imam ahli tafsir, ia adalah anak paman Rasulullah SAW, dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah di lembah (Lembah diantara dua gunung tempat Bani Hasyim tinggal selama diboikot oleh kaum kafir Mekah) sebelum Bani Hasyim keluar darinya. Kemudian selalau menyertai Nabi SAW dan mengambil ilmu yang sangat banyak darinya. Musnadnya mencapai 1660 hadits, dan usianya 13 tahun ketika Rasulullah SAW wafat.

Ali bin Abi Thalib RA menjadikannya Amir Bashrah, dan ia meninggal di Thaif pada tahun 68 H. pada usia 70 tahun, dalam riwayat lain 71 tahun, dan dalam riwayat lain 74 tahun.

Oleh : Muhammad Murtaza bin Aish

About Auther:

Info Biografi