Nasib Hidupmu Stuck Karena Anda Gagal Lakukan Dua Langkah Ini

jogging

Dalam artikel yang kita ulas tiga minggu lalu, kita telah mengulas tentang kenapa sebagian orang yang stuck cenderung akan stuck selamanya. Nasib muram seolah menjadi teman setia yang menyertainya hingga waktu yang amat panjang.

Kenapa orang yang nasibnya stuck akan cenderung stuck selamanya?

img_20191004_160252_923

Sebab mereka terpelanting dalam jebakan inertia syndrome dan terkapar dalam kutukan loser effect.

Inertia syndrome seperti yang telah kita ulas adalah sejenis resistensi atau kemalasan dalam diri kita sebagai manusia untuk memulai sebuah perilaku baru, dan keluar dari comfort zone yang ada selama ini. Kita cenderung lebih menyukai kondisi kenyamanan yang selama ini kita jalani.

Sementara loser effect adalah fenonema ketika kegagalan pertama yang kita alami, akan memunculkan rentetan kegagalan berikutnya. Kenapa? Karena kegagalan pertama akan menghancurkan rasa percaya diri kita, dan juga modal yang mungkin kita miliki.

Dan saat rasa percaya diri goyah, sementara sumber daya finansial makin tergerus, Anda akan amat mudah tenggelam dalam stagnasi yang berkepanjangan.

Rasa trauma akan kegagalan, rasa kecewa karena harapannya tak jadi kenyataan, serta rasa sedih karena mengalami kerugian waktu dan finansial yang tidak sedikit; membuat kita menjadi sulit untuk bangkit. Akhirnya, kita merasa hidup kita stuck dalam kisah kelam nan perih.

So what? Apa yang layak dilakoni agar kita bisa menghindar jebakan inertia sydnrome dan kutukan loser effect?

Ada dua solusi yang kiranya layak dipertimbangkan. Mari kita bedah satu demi satu.

Solusi #1 : Start Small. Massive Action is Wrong Advice.

Selama ini ada sejumlah motivator yang tidak berbasis science yang suka mengajurkan kalimat seperti ini : jika Anda ingin mengubah nasib hidup Anda, maka lakukan massive actions. Take massive actions. Ini nasehat yang salah sebenarnya.

Studi-studi saintifik (based on science) menunjukkan perubahan perilaku dan nasib hidup Anda justru akan jauh lebih mungkin sukses jika Anda mengawalinya dengan small steps. Tagline yang digunakan disini adalah : take simple action and small steps.

Dengan kata lain, impian heroik untuk mengubah nasib itu mesti di-breakdown menjadi satuan langkah kecil yang mudah dilakukan.

Contoh dulu saya punya keinginan membangu blog bisnis yang legendaris. Kelihatannya sangat heroik dan butuh massive actions. Kenyataannya tidak. Saya hanya memulai dengan langkah kecil yang sederhana. Yakni saya cukup bisa menulis 500 kata per minggu saja agar bisa selalu update tiap Senin pagi.

Contoh lain lagi : tempo hari ada follower saya yang bilang memulai usaha jualan cake coklat dengan langkah awal yang simpel. Dia iseng membuat cake dan lalu membagikannya saja sama teman dan saudara untuk mencobanya. Ternyata banyak yang suka. Lalu pelan-pelan dia bikin akun Instagram, dan terus lakukan langkah-langkah kecil sederhana : rajin upload, belajar resep baru, dst, dst.

Contoh lain lagi bagi yang ingin langsing : misal alih-alih berambisi untuk membentuk perut six packs dan lalu bertekad melakukan massive actions, maka lebih baik lakukan langkah yang sangat simpel mulai besok, yakni : cukup lakukan push up satu kali saja. Ya cukup satu kali saja per hari.

Start small actions dan simple steps memiliki dua manfaat dramatis.

Yang pertama, ingat, kita semua itu cenderung malas melakukan action baru, apalagi yang ribet dan rumit. Kita maunya yang mudah dan simpel saja. Mengambil small action adalah “motivation hack” untuk mengalahkan inertia syndrome dalam diri kita, agar kita mau bergerak.

Sebab small action yang dilakukan tetap lebih berharga dibanding rencana melakukan massive actions yang cuma omong doang.

Manfaat kedua, start small juga akan membuat risiko kegagalan menjadi lebih mudah diterima. Ini berlaku jika misalnya Anda ingin memulai bisnis sendiri.

Tak jarang sejumlah orang bernafsu langsung menjadi besar saat memulai usaha. Dia lalu menanamkan modal yang sangat besar. Langkah yang amat berisiko. Sebab jika gagal, dia akan menanggung kerugian yang sangat banyak, dan bisa bikin bangkrut seketika. Loser effect akan terjadi.

Memulai usaha dengan skala dan modal yang relatif kecil, akan membuat risiko kerugian bisa dikendalikan dengan baik. Artinya kalaupun gagal, kita tidak akan bangkrut. Kita masih punya amunisi lain yang bisa digunakan untuk bangkit dan melakukan perbaikan diri agar lebih berhasil.

Solusi #2 : Buat Implementation Plan. Just Do It adalah Slogan yang Keliru

Selama ini juga suka ada nasehat, jika Anda ingin mengubah nasib menjadi lebih baik, maka Just Do It. Nasehat ini meminjam tagline iklan Nike yang terkenal.

Sayangnya, berdasar riset-riset dalam science of human behavior, slogan Just Do It adalah slogan yang keliru dan tidak efektif untuk melakukan perubahan perilaku.

Maksudnya, saat Anda punya impian untuk mewujudkan sesuatu, dan kemudian dalam hati cuma bilang : Let’s do it, maka hampir pasti impian itu tetap akan jadi fantasi. Dan tidak akan pernah menjelma menjadi action nyata.

Jadi begini. Dalam beragam riset tentang behavior change, kita akan tergerak untuk melakukan aksi nyata jika :

1) action plan-nya dibreakdown menjadi small steps, seperti yang telah kita uraika diatas. Tetapkan langkah awalan yang kecil dan mudah dilakukan.

2) yang kedua ini juga sangat penting, yakni kita juga harus menetapkan kapan, di mana dan bagaimana small action itu akan dijalankan. Para penelitinya menyebutnya sebagai “Implemention Intention Plan”.

Aspek yang kedua ini sangat krusial, sebab berdasar riset, terbukti akan mampu mendorong Anda untuk benar-benar melakukan rencana action yang mau dijalankan.

Misal : saat ini saya punya personal project yang rada ambisius, yakni ingin menulis 30 buku bisnis berkualitas dalam lima tahun ke depan. Sebuah ambisi yang cukup heroik. Sejak tahun lalu, saya selalu hanya bilang dalam hati : Let’s Do It. Tapi ternyata nggak jalan-jalan. Realisasinya nol besar.

Lalu sejak awal tahun ini saya menerapkan Implemention Intention Plan yang spesifik. Isinya : setiap hari, mulai jam 7 pagi sampai jam 8.30, saya akan menulis 1000 kata. That’s it.

Demikianlah, setiap hari, sebelum bekerja dengan klien (rata-rata saya mulai meeting dengan klien jam 9 pagi), maka saya akan nongkrong di sebuah kafe, dan lalu membuka laptop, dan lalu menulis 1000 kata. Saya melakukan langkah ini tiap hari.

Sebuah langkah kecil jika dilakukan terus menerus pasti akan dramatis juga efeknya. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan jadi bukit, begitu pepatah lama bilang.

Saya percaya dengan pepatah lama itu. Kalau saya bisa menulis 1000 kata per hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, maka Insya Allah dalam 5 tahun saya akhirnya akan bisa menerbitkan 30 buku bisnis yang semoga menjadi karya yang legendaris (bentuknya buku fisik dan akan dijual di Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan toko-toko buku di seluruh Indonesia).

POINNYA adalah : impian Anda yang indah itu harus dipecah dalam satuan small action yang konkrit. Lalu tetapkan rencana tindakannya secara spesifik : kapan, dimana, dan bagaimana Anda akan melakukannya. Penelitinya bilang, small action ini akan makin bagus jika dilakukan secara berulang dan menjadi habit.

Misal : Anda ingin belajar tentang ilmu Facebook Ads, maka tetapkan small action yang spesifik. Misal : tiap pagi jam 7 saya akan belajar dan praktek tentang FB Ads cukup selama 20 menit saja. Atau contoh lain : saya akan baca buku bagus tentang FB Marketing setiap habis Maghrib, cukup selama 15 menit saja.

Kuncinya adala : mulailah dari langkah kecil yang simpel dan sederhana. Lalu tetapkan jadwal pelaksanaannya secara spesifik, dan lakukan dengan rutin. Cara ini pelan-pelan akan mampu menciptakan efek dramatis bagi perubahan nasib hidupmu.

DEMIKIANLAH, dua solusi ringkas yang layak dijalankan untuk melawan sindrom inertia dan kutukan loser effect.

Start small action. Bukan massive action. Temukan action yang kongkrit dan sangat mudah dilakukan. Memulai usaha dengan skala dan modal kecil juga akan menurunkan risiko terkena kutukan loser effect.

Kemudian jangan terlalu percaya dengan slogan Just Do It. Susun implemention intention plan yang spesifik dan konkrit : di mana dan kapan saja Anda akan melakukan small actions itu. Lalu jadikan action ini sebagai habit baru.

Lakukan dua solusi itu, and see you at the TOP.

Penulis : Yodhia Antariksa (strategimanajemen.net)

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi