PELANTIKAN ABU BAKAR RA. SEBAGAI KHALIFAH DI MASJID DAN PIDATO PELANTIKANNYA

islamic-background2

Imam al-Bukhari berkata, “Telah berkata kepada kami Ibrahim bin Musa dia berkata, ‘Telah berkata kepada kami Hisyam dari Ma’mar dari az-Zuhri, dia berkata, ‘Telah berkata kepadaku Anas bin Malik bahwa dia mendengar pidato terakhir Umar ketika duduk di mimbar satu hari setelah Rasulullah saw. wafat, sementara Abu Bakar duduk dan diam. Umar berkata, ‘Aku ber-harap agar Rasulullah saw. diberi umur yang panjang hingga menjadi orang yang paling terakhir di antara kita -maksudnya agar Rasulullah saw. yang terakhir diwa-fatkan setelah seluruh sahabat wafat- kini beliau telah wafat, namun Allah telah menjadikan di hadapan kita cahaya petunjuk yang telah diberikannya kepada Muhammad, selanjutnya Abu Bakar adalah Sahabat Rasulullah saw. Ketika mereka berdua berada dalam gua. Beliaulah yang paling pantas menjadi pimpinan segala urusan kalian, maka berdirilah dan bai’atlah dia,’ -sebelumnya sebagian dari kaum muslimin telah membaitnya ketika berada di Saqifah Bani Sa’idah- namun bai’at secara umum baru terlaksana dalam masjid di atas mimbar.”

Az-Zuhri berkata, “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, ‘Aku mendengar Umar berkata pada hari itu kepada Abu Bakar, ‘Naiklah ke atas mimbar,’ maka iapun terus menuntut hingga Abu Bakar akhirnya naik ke atas mimbar dan dibai’at oleh seluruh kaum muslimin.

img_20191004_160252_923

Muhammad Ibnu Ishaq berkata Telah berkata kepadaku az-Zuhri dia berkata, ‘Telah berkata kepadaku Anas bin Malik, dia berkata, ‘Ketika Abu Bakar dibai’at di Saqifah, keesokan harinya ia duduk di atas mimbar sedang Umar berdiri disampingnya memulai pembicaran sebelum Abu Bakar berbicara. Umar mulai mengucapkan pujian terhadap Allah sebagai pemilik segala pujian dan sanjungan. Kemudian berkata, ‘Wahai saudara-saudara sekalian, aku telah katakan kepada kalian kemarin perkataan yang tidak kudapati dalam Kitabullah, dan tidak pula pernah diberikan Rasulullah saw. padaku. Aku berpikiran bahwa pastilah Rasulullah saw. akan hidup dan terus mengatur urusan kita -maksudnya bahwa Rasulullah saw. akan wafat belakangan setelah para sahabat wafat, dan sesungguhnya Allah telah meninggalkan untuk kita kitabNya yang membimbing Rasulullah saw. maka jika kalian berpegang teguh dengannya Allah pasti akan membimbing kalian sebagaimana Allah telah membimbing NabiNya. Dan sesungguhnya Allah telah mengumpulkan seluruh urusan kita di bawah pimpinan orang yang terbaik dari kalian. Ia adalah sahabat Rasulullah saw. dan orang yang kedua ketika ia dan Rasulullah saw. bersembunyi di dalam gua. Maka berdirilah kalian dan berikanlah bai’at kalian kepadanya.’ Maka orang-orang segera membai’at Abu Bakar secara umum setelah sebelumnya di bai’at di Saqifah.

Selepas dibai’at Abu Bakar mulai berpidato setelah memuji Allah Pemilik segala pujian,

‘Amma ba’du, para hadirin sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhinatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah. Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan timpakan kepada mereka kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian tersebar di tengah suatu kaum kecuali adzab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mematuhi keduanya maka tiada kewajiban taat atas kalian terhadapku. Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian.

Sanad ini shahih, adapun ungkapannya, ‘Sesungguhnya Aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik’ adalah bagian dari ketawadhu’an beliau. Sebab mereka seluruhnya sepakat bahwa beliaulah yang terbaik dan termulia.”

Oleh : Ibnu Katsir

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi