ceramah-pict-footer

Pesan Nabi pada Bulan Sya’ban

(onvacations.co)
(onvacations.co)

Perguliran waktu adalah nasihat dan peringatan yang sangat berharga. Wajar jika Nabi SAW mengajak kita menjadikannya sebagai objek renungan. Tujuannya agar kita bisa menyerap pesan-pesan istimewa yang ada di dalamnya.

Tidak terasa kita telah berada di bulan Sya’ban. Bulan antara Rajab dan Ramadhan ini sangat diperhatikan oleh Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam. Hal itu terlihat dalam beberapa petuah dan nasihatnya.

Perhatian Nabi pada bulan Sya’ban tidak lain karena bulan ini terkadang terlalaikan. Nabi bersabda saat ditanya oleh Usamah bin Zaid perihal intensitas puasa beliau yang meningkat pada bulan Sya’ban, “itu adalah bulan yang manusia lalai darinya, yaitu antara Rajab dan Ramadhan.” (Riwayat Annasai dihasankan oleh Albani)

tunaiku3

Perkataan Nabi ini mengandung peringatan agar kita memperhatikan bulan ini dan tidak melalaikannya. Perhatian yang dimaksud adalah dengan meningkatkan ibadah salah satunya adalah puasa.

Aisyah rodhiallahu anha berkata, “Dan, aku tidak pernah melihat Rasululullah menyempurnakan puasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa sebanyak puasanya pada bulan Sya’ban.” (Muttafaqunalaih).

Bertahan dalam ibadah saat situasi kebanyakan orang lalai adalah fadilah. Nabi mengibaratkannya seperti orang yang hijrah. Sebab, ada kemiripan antara kesulitan orang yang hijrah dan orang yang mempertahankan kebaikan pada saat kebanyakan manusia sedang lalai.

Puasa pada bulan Sya’ban memiliki fungsi yang sangat penting. Keberadaannya bisa menjadi penyempurna kekurangan yang terjadi dalam puasa Ramadhan. Ibnu Rajab al-Hambali berkata, “Thotowwu (amalan sunnah) yang paling afdal adalah yang berdekatan dengan yang wajib baik sebelumnya atau sesudahnya. Dan, kedudukan puasa Sya’ban mirip dengan kedudukan shalat sunah rawatib yang berfungsi menyempurnakan kekurangan yang wajib.” (Lathoiful Ma’arif, Ibnu Rajab, 1/129)

Pada hadis lain juga terungkap sebab lain pentingnya memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Pada bulan ini amal-amal kita diangkat kepada Allah. Nabi bersabda, “Sya’ban adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (Riwayat Annasai dihasankan oleh Albani).

Arahan Rasulullah terkait bulan Sya’ban sesungguhnya memiliki target lain selain menambah pahala. Puasa yang meningkat pada bulan Sya’ban adalah pengantar terbaik menuju Ramadhan. Melalui puasa, keburukan dan dosa kita akan terhapus. Alhasil kita memasuki bulan yang mulia dalam keadaan hati yang lebih bersih.

Setiap Muslim butuh membersihkan diri dari noda dosa sebelum berjumpa dengan bulan yang mulia. Karena, semangat berbuat baik pada bulan Ramadan, sangat berkaitan dengan kesucian hati kita saat memasukinya. Kelalaian kita pada bulan Sya’ban sangat mungkin menjadi benih kegagalan pada bulan Ramadan. Tentu tak seorang pun ingin mengalaminya. Oleh sebab itu, segala sesuatunya mendesak untuk dipersiapkan.

Persiapan paling fundamental adalah persiapan hati. Hati yang bersih adalah satu-satunya tempat bersemainya amal kebaikan. Pembersih hati yang terbaik adalah puasa. Karena itu, kita hiasi hari-hari pada bulan ini dengan puasa. Puasa yang kita perbanyak semoga menjadi pembersih hati sekaligus bukti keseriusan dan kesungguhan kita menyambut bulan Ramadhan.

Oleh : Ahmad Rifai , Sumber : Republika

Ayo bagikan sebagai sedekah

 

All Right Reserved © www.ceramahmotivasi.com
Pinjaman Online 20 Juta Tanpa Jaminan...
Hello. Add your message here.