Saat Si Kecil Susah Makan, Hadapi dengan Trik yang Menyenangkan, Bukan Memaksanya untuk Terus Makan

Anak Susah Makan (Ilustrasi)
Anak Susah Makan (Ilustrasi)

Menghadapi Si Kecil yang susah makan tentu membuat kesabaran orangtua diuji. Perusahaan YouGov dari Inggris memaparkan hasil survei bahwa 1 dari 4 orang tua menyerah menghadapi anaknya yang sulit mengonsumsi makanan sehat. Dan yang mengejutkan, 68 persen dari mereka merasa frustasi dan stres menghadapi situasi ini.

“Orang tua khawatir anak-anak mereka yang sulit makan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab masalah sulit makan pada anak adalah hal yang normal terjadi. Saya pun mengalaminya dan Si Kecil tidak suka mengonsumsi jenis makanan yang berwarna hijau,” ujar Dr Pixie, yang dikutip melalui Motherandbaby.co.uk.

img_20191004_160252_923

Lantaran situasi ini, tak sedikit orangtua yang akhirnya memaksakan kehendak mereka agar anak tetap makan. Padahal, memaksa si kecil untuk mengonsumsi atau mengasup makanan, bukanlah solusi yang dianjurkan dokter anak bahkan ahli nutrisi sekalipun. Ini karena ada dampak negatif, terutama psikologis buah hati pun ikut terganggu.

SI KECIL AKAN MERASA TERTEKAN

Membuka mulut dan menjejalkan makanan ke mulut anak sejatinya bukan cara yang tepat demi menakhlukkan buah hati yang susah makan. Dengan cara ini, justru Bunda memaksanya melakukan sesuatu yang tak ia inginkan dan sudah pasti ia akan merasa tertekan.

Bagaimanapun, jangan sepelekan perasaan anak, walaupun ia masih belum berusia satu tahun. Justru masa-masa inilah anak akan ‘merekam’ segala pengalaman dan kebiasaan yang Anda ajarkan kepadanya. Rasa tertekan yang ia alami bukan hanya akan menghalangi pertumbuhannya menjadi anak yang bahagia, namun juga kestabilan emosi di masa mendatang.

ANAK JADI SUSAH MAKAN BAHKAN BENCI MAKANAN

Anak susah makan akan akan semakin susah makan jika Bunda menyalahkan makanan sebagai penyebab rasa tak nyaman. Bayangkan kalau Bunda di posisi buah hati, apa yang akan Bunda lakukan saat ibunya menjejalkan sendok berisi makanan padahal Bunda sudah berusaaha menutup mulut rapat-rapat?

Bun, menciptakan rasa tertekan pada usia dini justru membuat anak tumbuh menjadi anak yang tidak bahagia. Terlebih kalau sumber perasaan tertekannya kali ini karena Bunda memaksanya makan, bisa jadi yang terjadi anak di kemudian hari akan menolak makan setiap kali ia merasa kesal atau sedih. Ia menjadi trauma saat waktunya makan tiba.

AKAN MUNCUL SIKAP NEGATIVISTIK TERHADAP BUNDANYA

Sikap negativistik yang menjadi ciri usia batita antara lain ditandai dengan sikap penolakan terhadap rutinitas yang selama ini wajib dijalani anak. Namun, lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan.

Padahal cara ini justru harus dihindari. Bunda perlu tahu, ngototnya sikap anak sejatinya adalah wujud negativistik darinya. Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Kalau dari kecil ia terbiasa melakukan hal ini, bisa jadi sampai ia dewasa ia justru enggan makan atau sama sekali tak menyentuh daging.

Mungkin kalau Bunda menemukan ada anak tanggung yang enggan makan nasi, bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

MEMAKSANYA HANYA AKAN MELATIHNYA KERAP BERBOHONG

Karena sering dipaksa makan, maka lama kelamaan anak akan berbohong. Misal saat ditanya sudah makan atau belum, ia akan menjawab sudah padahal belum makan, makanan yang seharusnya ia makan, malah ia buang dan lain sebagainya. Ada baiknya saat Si Kecil enggan mengonsumsi makanan tertentu Bunda menggantinya dengan alternatif lain dengan kandungan gizi yang serupa.

Misal anak enggan makan nasi, maka ganti dengan jagung, singkong dengan kreasi yang menarik perhatian anak. Intinya, jangan sampai memaksanya dan muncul kencenderungan dalam diri si kecil untuk berbohong.

KARENA TAK KUASA MENOLAK DAN TERPAKSA MENERIMA SUAPAN BUNDA, BISA SAJA SI KECIL JUSTRU MEMUNTAHKANNYA DI KEMUDIAN WAKTU

Ini bisa terjadi saat si kecil dijejali dengan makanan padahal ia tidak menginginkannya, maka bukan tidak mungkin ia pun refleks memuntahkan makanan tersebut. Saat kondisi seperti itu, bukannya makanan yang masuk, malah semua isi lambungnya juga ikut keluar.

Apa iya Bunda mau hal tersebut terus menerus terjadi pada buah hati? Sementara Bunda tetap memaksanya mengasup makanan yang Bunda beri.

ANAK AKAN SEMAKIN BENCI MOMEN MAKAN APALAGI DISUAPI OLEH IBUNYA

Bayangkan, padahal yang namanya momen menyuapi buah hati harusnya jadi momen  yang menyenangkan ya Bun. Tapi karena Bunda tetap memaksa si kecil agar mau mengasup makanan yang diberi, yang ada ia tak akan nyaman saat memasuki jam makan.

Bunda perlu tahu, bila anak sudah menolak makan lalu dipaksakan akan berdampak anak akan semakin menolak makan pada saat pemberian makan selanjutnya. Ini karena mereka merasa bahwa makan bukan suatu kegiatan yang menyenangkan.

Penulis : Christina, Sumber : sayangianak.com

A D I R A
All Right Reserved © www.ceramahmotivasi.com