085773713808

Sebab-Sebab Penderitaan

Sebab-Sebab Penderitaan

Alhamdulillah. Puji dan syukur hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menguasai segala kejadian, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita tentu mendambakan hidup yang bahagia. Bahkan, kita mendambakan kebahagiaan itu tetap hadir meski bagaimanapun keadaan kita. Namun, selalu ada saja celah untuk kita merasa menderita. Berikut ini beberapa sebab pemicu timbulnya penderitaan.

Pertama, tidak terima atas apa yang terjadi. Tidak ada seorang pun, sekuat apapun ia, yang mampu menolak takdir Alloh Swt. Jika Alloh berkehendak maka pasti terjadi. Ketika kotoran burung menimpa rambut kita, mungkin kita akan menggerutu, mengeluh, tak terima atas kejadian itu. Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya sudah terjadi. Maka, sikap terbaik adalah menerima saja, sembari melanjutkan dengan ikhtiar membersihkannya.

Rosululloh Saw. bersabda, “..Maka barangsiapa yang ridho (pada Alloh), maka baginya keridhoan (dari Alloh).” (HR. Tirmidzi)

Kedua, buruk sangka. Penderitaan juga muncul karena buruk sangka kepada Alloh Swt. Ia mengira bahwa Alloh tidak menyayanginya, tidak peduli kepadanya, tidak mendengar doa-doanya. Kejadian yang tidak sesuai keinginannya ia jadikan alasan untuk menduga bahwa Alloh tidak menolongnya. Padahal, setiap ujian hidup itu adalah bukti bahwa Alloh memperhatikannya.

Dalam sebuah hadits qudsi Alloh Swt. berfirman, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Hasan Al Bashri menerangkan, “Ketahuilah bahwa perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya.”

Ketiga, kurang syukur. Ingat perumpamaan jerawat dan hidung. Ada orang yang muncul jerawat di hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawat itu. Padahal, jika dia mau melihat lebih luas, mestinya dia bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya dan bahwa masih banyak bagian di mukanya yang bersih dari jerawat. Ia akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.

Maka, setiap kali ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, senantiasalah melihat dari sisi lain atau dari sisi yang lebih luas, agar terlihat oleh kita betapa selalu lebih banyak karunia Alloh yang kita terima. Dengan demikian, insyaa Alloh kita jauh dari penderitaan, dan akan senantiasa merasa bahagia dalam setiap keadaan. Wallohu a’lambishowab. 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Ema Suhra, Wisudawan Termuda UNM 2017/2018 (unm.com)
Asuransi Pendidikan 150 Ribu per Bulan... SELENGKAPNYA   
caldera-rafting

Rafting Seru Discount 10%  

Perumahan Citra Sentul Raya Rp.650 Juta, Selengkapnya...
Perumahan Citra Sentul Raya Rp.650 Juta, Selengkapnya...
Avanza
Promo New Avanza Termurah dari Auto2000, Dealer Resmi Toyota
Hasanah Card Platinum, Kartu Kredit BNI Syariah DAFTAR》
Kartu Kredit BNI Syariah DAFTAR》
085773713808
Bali Resort Bogor, Hanya 300 Juta SELENGKAPNYA...  

2 thoughts on “Sebab-Sebab Penderitaan

  1. I have been browsing online more than 3 hours nowadays, yet I by no means discovered any interesting article like yours. It is lovely price enough for me. In my view, if all site owners and bloggers made good content material as you probably did, the web will be a lot more useful than ever before.

  2. Great V I should certainly pronounce, impressed with your website. I had no trouble navigating through all tabs and related info ended up being truly simple to do to access. I recently found what I hoped for before you know it in the least. Reasonably unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or something, web site theme . a tones way for your customer to communicate. Nice task..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Arung Jeram & Outbound Seru Diskon 10%, Selengkapnya...
Hello. Add your message here.