Shalat Hari Raya

Shalat Hari Raya ada dua 

1. Shalat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Hukumnya sunah muakad beserta khutbahnya. Waktunya dimuIai dari terbit matahari sampai setengah hari. Shalat idul fitri sunah dilambatkan lebih kurang jam 08.00. Shalat ini dilaksanakan di masjid atau di lapangan.

Yang disunahkan sebelum shalat Idul Fitri

img_20191004_160252_923

– Mandi
– Berpakaian yang baik dan berhias
– Makan sedikit sebelum berangkat
– Pergi dengan berjalan ke tempat shalat dan pulangnya mengambil jalan lain
– Memperbanyak membaca takbir serta zikir pada malam harinya, yaitu mulai dari semenjak terbenamnya matahari pada penghabisan bulan Ramadhan sampai imam masuk shalat Idul Fitri

2. Shalat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban disebut juga Hari Raya Haji. Jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktunya seperti shalat Idul Fitri. Sunah disegerakan, yaitu kurang lebih pukul 07.00. Bertempat di masjid atau di lapangan.

Yang disunahkan sebelum shalat Idul Adha

– Mandi
– Berpakaian yang baik dan berhias
– Tidak makan sebelum berangkat
– Pergi dengan berjalan ke tempat shalat dan pulangnya mengambil jalan lain
– Memperbanyak membaca takbir serta zikir pada malam harinya dan dilanjutkan hingga akhir hari tasyriq tiap sesudah shalat fardu dimulai dari subuh

Syarat rukun dan isi khutbah dua hari raya sama seperti hari Jumat hanya saja ada sedikit perbedaan, yaitu ketika bilal memberikan seruan tanda dimulainya khutbah maka khatib berdiri dan mengucapkan salam terus berkhotbah. Jadi, tidak seperti shalat Jumat setelah khatib mengucapkan salam, lalu duduk dan disertai azan terlebih dahulu. Adapun kalimat takbir yang dibaca pada dua Hari Raya tersebut adalah,

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLAHU AKBAR WALILLAAHILHAMDU.

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar dan bagi-Nya segala puji.”

Atau boleh juga seperti ini,

ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR. LAA ILAAHA lLLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLAAHU AKBAR WALlLLAAHlL HAMDU. ALLAAHU AKBAR KABllRA, WALHAMDULlLLAAHl KATSllRA, WASUBHAANALLAAHl BUKRATAW WA ASHllLA. LAA lLAAHA lLLALLAAHU WA LAANA’BUDUlLLAAlYYAAHUlVlUKHLlSHllNALAHUDDllN, WALAU KARlHAL KAAFIRUUN. LAA lLAAHA lLLALLAAHU WAHDAH, SHADAQA WA’DAHU WA NASHARA ‘ABDAHU WA A’AZZA JUNDAHU WA HAZAMAL AHZAABA WAHDAH. LAA lLAAHA lLLALLAAHU WALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR WALlLLAAHlL HAMDU.

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar dan kami mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan. Segala puji bagi Allah, dan kami memuji Allah sebanyakbanyaknya. Kami mahasucikan Allah setiap pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah. Allah telah membenarkan janji-janji-Nya, telah menolong hamba-Nya, telah menghancurkan persekutuan musuh dengan sendiri-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, dan segala puji bagi Allah.”

Tata Cara Shalat ldul Fitri dan idul Adha

– Tidak diawali dengan azan, tetapi bilal menyerukan takbir dan “ashshalaatul jamaa’ah”
– Dikerjakan dengan berjamaah, imam mengeraskan bacaannya
– Niat, takbiratul ihram, dan membaca doa iftitah
– Takbir tujuh kali. Antara takbir satu dengan takbir lain membaca,

SUBHAANALLAAHI WAL/HAli/ADU L/ILEAAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR.

“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar”

– Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat AI-A’la.
– Menyelesaikan rakaat pertama seperti shalat biasa.
-Berdiri untuk rakaat kedua dengan takbir dan ditambah takbir 5 kali.
– Membaca surat Al-Fatihah serta surat pendek. Sunah membaca surat Al-Ghasiyah. ‘
– Seterusnya seperti rakaat kedua dalam shalat biasa. I Dibacakan kedua khutbah setelah selesai shalat.

Niat Shalat Sunah Idul Fitri

USHALLII SUNNATAN Ll ‘llDlL FITHRI RAK’ATAINI MA‘MUUMAN/ IMAAMAN LILLAAHI TA’AALA.

“Saya niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala”

Niat Shalat Idul Adha

USHALLH SUNNATAN Ll ‘IlDlLADH HAA RAK’ATAINI MA‘MUUMANI IMAAMAN LILLAAHI TA’AALA.

“Saya niat shalat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai makmun/imam karena Allah Ta’ala”

Referensi : Hamsah Hasan, dkk, Buku Panduan Lengkap Agama Islam, Qultum Media, Jakarta, 2010

***

Tafsir Al Qur’an :: Hadits Arba’in :: Minhajul Muslim :: 100 Motivasi Islam

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi