Tiga Jalan yang Harus Anda tempuh untuk Mewujudkan a Dream Job

job 

Beberapa waktu lalu, tim peneliti dari Cornell University melakukan survei terhadap responden, yang semuanya berusia diatas 70 tahun. Responden generasi tua ini dianggap telah makan asam garam kehidupan, dan karenanya layak memberikan wisdom.

Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah : apa wisdom yang layak di-stabilo oleh generasi yang lebih muda?

img_20191004_160252_923

Salah satu jawaban sentral yang berulang kali dimunculkan oleh mayoritas responden adalah ini : do not stay in a job you dislike.

Jawaban itu muncul secara mencolok, dan melampaui wisdom lain seputar soal kehidupan pernikahan, keluarga, dan tema lainnya.

Do not stay in a job you dislike. Sekeping jawab yang cukup menohok. Mungkin karena kita memang menghabiskan mayoritas waktu kita untuk bekerja. Mungkin hingga 30 tahun lamanya kita harus bekerja.

30 tahun lamanya, tiap pagi bangun untuk melakukan pekerjaan yang tidak kita cintai? Come on.

Be persistent about looking for a job that makes you happy. Ini wisdom lain yang juga menyertai hasil survei kepada 1500 respoonden generasi tua itu.

Pertanyaan yang lantas layak untuk dibungkus adalah ini : rute apa yang kudu ditemuh untuk menemukan a dream job?

Berdasar observasi dan hasil studi, berikut tiga kriteria yang layak dicatat untuk menelusuri apakah kita sudah punya a dream job atau belum.

Dream Job # 1 : Your Job Gives You a Very Handsome Income. Ini kriteria klasik dan sangat basic. Sebelum faktor ini terpenuhi, sebaiknya tidak perlu bicara muluk-muluk tentang teori motivasi, empowering, dan blah blah lainnya.

Simpel saja : bekerja untuk sebuah profesi dengan imbalan Rp 35 juta/bulan sangat berbeda “rasanya” dengan yang imbalannya (gaji/income/profit) hanya Rp 3,5 juta/bulan.

Your income defines the market value of YOU. Kalau penghasilan Anda tinggi, berarti your market value is optimal. Kalau sebaliknya, mungkin harga diri kita memang murah meriah. Di-diskon lagi. Ouchh.

Karena itu, perjalanan menemukan a dream job mesti menempatkan elemen ini sebagai salah satu kriteria kunci. Pekerjaan dengan income yang jeggeerr, niscaya akan membuat kita bisa menabung buat beli rumah sendiri. Atau bahkan bisa ikut membiayai orang tua untuk pergi umroh.

Dream Job # 2 : You Love Your Job. Dunia akan terasa lebih indah, kalau sudah gajinya tinggi, kita juga mencintai pekerjaan kita. Jika apa yang kita kerjakan di kantor selaras dengan minat dan passion kita.

Orang yang berminat menjadi guru, mungkin akan senang jika menjadi trainer (fasilitator pelatihan). Orang yang suka menggambar, mungkin akan senang jika bekerja sebagai desainer grafis. Dan orang yang suka ngobrol serta mendengarkan curhatan temannya, mungkin cocok menjadi sales produk asuransi (studi menunjukkan, sales yang lebih banyak mendengar – dan bicara lebih sedikit – lebih berhasil menjual produknya).

Banyak pekerjaan di kantor dan perusahaan yang menawarkan tantangan yang menarik. Banyak tugas kantor yang dinamis, variatif dan kadang memang berdampak positif bagi kebutuhan konsumen (ini elemen penting untuk membuat kita merasa bahwa pekerjaan kita memang bermakna. A meaningful job).

Dream job hanya akan mengejawantah, jika kriteria kedua ini bisa di-ringkus dengan sepenuh sukma. Sekeping dimensi yang akan membuat kita tak sabar menanti hari Senin pagi tiba : sebab bekerja bagi kita adalah keindahan hidup yang layak dirayakan dengan penuh selebrasi.

Dream Job # 3 : Your Job is Close to Your Home. Ini temuan riset terbaru : memiliki pekerjaan di kantor yang jauh dari rumah, memberikan dampak negatif yang cukup signifikan bagi kebahagiaan karyawan. Apalagi jika sudah jauh, macet lagi.

Di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, elemen terakhir ini merupakan problem yang serius : kemacetan yang kian marak membuat perjalanan pergi dan pulang dari kantor membutuhkan perjuangan yang tiada kenal letih.

Puluhan tahun menyusuri jalanan tiap pagi dan petang dalam kemacetan, sungguh berdampak serius terhadap kesehatan jiwa seseorang (begitu hasil riset yang dilakukan Gallup Well Being Index).

Itulah kenapa, untuk menemukan a dream job, riset itu memberi saran : sebisa mungkin pilihlah kantor yang dekat dengan rumah. Yang mungkin hanya perlu waktu 10 menit untuk menjangkaunya dengan sepeda. Atau 20 menit dengan jalan kaki. What a beautiful office.

DEMIKIANLAH, tiga rute yang perlu di-stabilo kala kita mau menemukan a dream job : a handsome salary, a lovely job, and jarak kantor yang dekat dengan rumah. Tidak mudah menemukan kombinasi ketiganya. Namun tiga rute itu juga bukan hal yang mustahil untuk bisa diringkus.

Sekali lagi : Be persistent about looking for a job that makes you happy. Dan seperti kata Steve Jobs : if you have not found it yet, keep looking. Don’t settle. Keep finding your dream job.

Selamat bekerja teman. Selamat berjuang menelusuri pekerjaan impianmu.

Oleh : Yodhia Antariksa, Sumber : strategimanajemen.net

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.