USIA DAN WAFAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

islamic-art-17

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Abu Bakar ash-Shiddiq wafat pada hari senin di malam hari, ada yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah Maghrib (malam selasa) dan dikeburnikan pada malam itu juga yaitu tepatnya 8 hari sebelurn berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah beliau mengalami sakit selama 15 hari. Pada waktu itu Umar menggantikan posisinya sebagai imam kaum muslimin dalam shalat. Ketika sakit beliau menuliskan wasiatnya agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin al-Khaththab, dan yang menjadi juru tulis waktu itu adalah Usman bin Affan, Setelah surat selesai segera dibacakan kepada segenap kaum muslimin, dan mereka menerimanya dengan segala kepatuhan dan ketundukan.

Masa kekhalifahannya berjalan selama 2 tahun 3 bulan, dan beliau wafat pada usia 63 tahun persis dengan usia Nabi, akhirnya Allah mengumpulkan jasad mereka dalam satu tanah, sebagaimana Allah mengumpulkan mereka dalam kehidupan.

img_20191004_160252_923

Sebelum wafat beliau telah mewasiatkan agar seperlima dari hartanya disedekahkan sembari berkata, “Aku akan menyedekahkan hartaku sejurnlahyang Allah ambil dari harta fai’ kaum muslimin.

Ketika beliau dalam kondisi sekarat, ada yang berkata kepadanya, “Maukah anda jika kami carikan seorang dokter?” Maka spontan dia menjawab, “Dia telah melihatku (maksudnya Allah) dan Dia berkata, “Sesungguhnya Aku akan berbuat apa-apa yang kukehendaki”

Disebutkan bahwa Sebab beliau jatuh sakit dan wafat bahwa beliau dan al-Harits -seorang dokter yang masyhur- pernah memakan khazirah yang dihadiahkan kepada Abu Bakar, maka setelah memakan daging itu berkata al-Harits, “Angkatlah tangan anda wahai Khalifah Rasulullah, demi Allah sesungguhnya daging ini telah beracun, maka Abu Bakar segera mengangkat tangannya, sejak itu keduanya selalu merasa sakit hingga akhirnya keduanya wafat satu tahun kemudian.

Versi lain ada yang mengatakan bahwa sebab wafatnya beliau karena mandi pada waktu musim dingin yang bersangatan, yang membuat beliau demam lalu wafat karena itu.

Dalam keadaan sakit beliau melantunkan sebuah bait syair,

Engkau selalu memberikan kabar duka cita atas kematian kekasihmu

Hingga kini engkaulah yang akan merasakan kematian itu

Banyak orang memiliki cita-cita

Namun kematian jualah yang menghadang segalanya.

Ketika sakaratul maut pertanda ajal yang akan menjemputnya datang, putrinya ‘Aisyah -Ummul mukminin- membacakan sebuah bait syair,

Sesungguhnya tidak guna kekayaan bagi seseorang

Ketika dada terasa sempit dan susah bernafas

Mendengar itu beliau memandang kepada ‘Aisyah seolah-olah marah dan berkata, “Jangan katakan demikian wahai Ummul mukminin, namun katakan,

“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya” (Qaf: 19).

Di antara wasiat beliau kepada ‘Aisyah, Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita untuk membuat pedang kaum muslimin, karena itu jika aku wafat tolong berikan seluruhnya kepada Umar. Ketika ‘Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar, sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.

Ketika Salman al-Farisi datang menjenguknya, Salman berkata, “Wahai khalifah Rasulullah berikan aku wasiat, sebab kulihat engkau tidak akan dapat lagi melakukannya setelah hari ini.” Maka Abu Bakar menjawab, ‘Wahai Salman, pasti akan terjadi penaklukan (negeri-negeri kafir) tapi aku tidak pernah mengetahui apa-apa yang engkau peroleh dari bagianmu kecuali apa-apa yang dapat engkau makan dan engkau masukkan ke dalam perutmu, atau apa-apa yang dapat kau kenakan di atas punggungmu (pakaianmu), dan ketahuilah sesungguhnya barangsiapa yang mengerjakan shalat lima waktu, maka dia telah berada dalam lindungan Allah pada pagi hari maupun sore harinya, dan jangan sampai engkau membunuh seorang ahli dzimmah, maka kelak Allah pasti akan menuntutmu di hari kiamat dan mencampakkan dirimu dalam keadaan tersungkur dengan wajahmu ke dalam neraka.

Ibn Sa’ad menyebutkan dengan sanadnya dari al-Qashim bin Muhammad dia berkata “Abu Bakar dikafankan dalam dua kain, kain yang berwarna putih, dan satu lagi berwarna lain, beliau berpesan, ‘Sesungguhnya orang yang masih hidup lebih membutuhkan kain dari orang yang telah mati, sebab kain kafan hanyalah menutup apa-apa yang akan keluar dari hidung maupun mulutnya’.”

Beliau dimakamkan bersama Rasulullah dalam kamar (‘Aisyah) dan beliau dishalatkan oleh Umar bin al-Khaththab.

Beliaulah yang pertama kali diangkat oleh Rasulullah sebagai amir dalam pelaksanaan ibadah haji pertama dalam Islam yaitu pada tahun 9 H, dan pada tahun berikutnya Rasulullah baru melaksanakan ibadah haji Wada’. Ketika beliau diangkat menjadi khalifah, beliau memerintahkan Umar untuk menjadi amir haji pada tahun 11 H, dan tahun berikutnya barulah beliau berangkat haji.

Oleh : Ibnu Katsir

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi