apartemen-grand-central-bogor-ads-5

7 Fakta Tentang Berat Badan Ideal atau Body Mass Index (BMI)

Dian Sastro (orami.co.id)
Dian Sastro (orami.co.id)

Setiap orang pasti familiar dengan BMI, mungkin termasuk juga kamu. Yep, Body Mass Index, atau yang lebih sering dikenal sebagai BMI, adalah salah satu cara konvensional untuk mengukur apakah massa tubuhmu ideal dan seberapa sehat tubuhmu. Terdengar simpel, memang, namun faktanya, masih banyak sekali orang yang mengacu kepada BMI untuk menilai kesehatan tubuh.

Hitungan matematis simpel yang digunakan untuk BMI kadang membuatnya menjadi sebuah acuan untuk mendapatkan massa tubuh ideal yang mudah diperoleh bagi sebagian orang. Tetapi, untuk sebagian lain, banyak juga yang meragukan hasil perhitungan BMI itu sendiri – bagaimana hasil perhitungan matematika sederhana dapat menggambarkan tingkat kesehatan seseorang? Banyak mitos dan fakta yang beredar, namun kurang diketahui juga mana yang benar dan mana yang salah. Di sini, Cosmo beri kamu tujuh fakta tentang BMI yang mungkin perlu kamu ketahui.

1. Apa itu BMI?

Body Mass Index adalah rasio perbandingan antara tinggi badan dan massa tubuh seseorang yang dapat digunakan untuk melihat tingkat keidealan massa tubuh seseorang. BMI pertama ditemukan di awal abad ke-19 dan digunakan oleh seantero dunia. Cara menghitung BMI adalah mencantumkan massa tubuh seseorang dalam satuan kilogram dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan dalam satuan sentimeter.

2. Perhitungan BMI cukup akurat untuk mengukur massa tubuh yang ideal

Selalu ada perdebatan yang mempertanyakan apakah BMI merupakan cara perhitungan yang sesuai untuk menentukan berat badan yang sehat satu individu. Beberapa ilmuwan dan orang-orang yang skeptis mengklaim bahwa BMI tidak 100% akurat dan tiap individu memiliki orientasi tubuh yang berbeda. Namun, faktanya tetap menyatakan bahwa BMI adalah cara yang akurat untuk mengetahui kapan seseorang berada di titik berat badan yang berbahaya dan kapan seseorang berada di titik yang ideal.

3. Ada variabel lain yang perlu dijadikan faktor ketika mengukur BMI untuk mendapatkan konklusi yang lebih akurat

Walaupun BMI dinyatakan sebagai indikator akurat yang menggambarkan kondisi massa tubuh seseorang, ada beberapa variabel lain yang perlu diperhitungkan sebagai faktor pendamping dari perhitungan BMI itu sendiri, seperti umur, gender dan ukuran lingkar pinggang. Ketika semua variabel juga masuk perhitungan, hasil BMI pun akan menjadi lebih akurat. Walau demikian, massa tulang dan otot seseorang tidak dijadikan variabel tambahan untuk perhitungan BMI, sehingga menjadikan sebuah kekurangan dari indikator massa tubuh ini yang menjadikannya kurang akurat pula karena tidak memiliki pembanding terhadap massa lemak dalam tubuh, terutama bagi kamu yang bertulang besar dan memiliki massa otot yang cukup besar.

4. BMI memberikan informasi penting mengenai distribusi lemak dalam tubuh

Ada mitos yang menyatakan bahwa BMI tidak dapat menggambarkan distribusi lemak dalam tubuh seseorang. Tetapi, rupanya mitos tersebut tidak benar, lho! BMI rupanya dapat memberitahu keadaan lemak dalam tubuh tanpa melihat faktor umur, gender, ataupun ras. Informasi yang dikandung dalam hasil perhitungan BMI dapat membantu seseorang untuk mengetahui tipe diet dan jenis olahraga apa yang cocok untuknya.

5. Hasil BMI lebih dari 25 tidak berarti obesitas

Kontradiksi dengan opini yang banyak beredar di khalayak umum, orang yang memiliki indeks massa tubuh diatas 25 tidak berarti orang tersebut menderita obesitas. Konsep yang menyebut semua individu dengan BMI diatas 25 adalah penderita obesitas mungkin saja melupakan faktor-faktor yang telah disebutkan di poin nomor tiga tadi saat melakukan perhitungan, termasuk massa tulang dan otot. Untuk dapat mendapat konklusi perhitungan BMI yang akurat, perhitungan harus mencakup semua variabel. So, please, don’t concern about your body weight too much!

6. Hasil BMI kurang dari 18 dan lebih dari 25 bisa berarti pertanda buruk

Tetapi, bagi individu yang memiliki indeks massa tubuh di bawah 18 dan di atas 25, tetap wajib waspada karena angka-angka tersebut merupakan batas normal massa tubuh yang ideal. Selalu cek dengan dokter apabila indeks massa tubuhmu di luar rentang normal 18.5 dan 24.9. Hiraukan konsep dimana semakin rendah BMI, semakin ideal beratmu atau semakin sehat tubuhmu. Konsep tersebut bisa saja menyesatkan banyak pihak sehingga dapat menyebabkan seseorang mengidap bahaya anoreksia. Begitu pula dengan orang-orang yang memiliki BMI lebih dari 25, bahaya obesitas dan penyakit dalam, seperti serangan jantung, kolesterol, dan lainnya, bisa saja mengincar.

7. Cara lain untuk mengukur tingkat kesehatanmu

Bagi kamu yang masih kurang yakin dengan keakuratan perhitungan BMI, kamu selalu bisa untuk menghubungi dokter. Dokter atau ahli akan memeriksa kesehatan tubuhmu secara keseluruhan melalui tes darah, ct scan, atau bahkan MRI scan apabila diperlukan. Memang, sih, harga medical check-up tidak murah. Tetapi, untuk kesehatan, jangan ragu-ragu untuk menginvestasi beberapa bagian dari uangmu, ya! Karena mencegah akan selalu lebih baik daripada mengobati.

Sumber : Cosmopolitan

Artikel pilihan : 

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Desain Apartemen Grand Central Bogor jeep-02 investa11 myproperti-02
© Hak Cipta 2018 www.ceramahmotivasi.com
Viva & Red-A Cosmetics MULAI BELANJA >>
Hello. Add your message here.