Awal dari Penyakit Keuangan

Yuk bagikan infonya...

Ilustrasi/Google
Ilustrasi/Google

Layaknya badan, keuangan pribadi juga memiliki kesehatan yang dapat dicek oleh diri sendiri maupun konsultan perencana keuangan yang kompeten dan independen. Seperti kata pepatah, hidup berputar seperti roda. Kadang kita berada di atas, kadang di bawah.

Namun dari beberapa pengalaman saya, umumnya penyakit keuangan muncul dari diri sendiri. Dalam mengatasi keuangan yang sudah terlanjur sakit, semua harus diawali dari mengakui kesalahan diri sendiri, lalu memaksa menempatkan atau mengubah diri pada kondisi di mana anda tidak bisa mengulangi kesalahan yang sama. Apabila setelah anda kembali sehat anda tidak mau berubah atau mengakui kesalahan anda, maka anda pasti akan jatuh ke lubang yang sama. Berikut beberapa penyebab awal penyakit keuangan yang umumnya terjadi.

Gaya Hidup

Berapa pun penghasilan bulanan anda, anda tidak akan merasa cukup. Hal ini dikarenakan gaya hidup mengikuti kenaikan penghasilan anda. Fenomena ini disebut dengan hedonic treadmill. Dengan gaji tiga juta perbulan, mungkin anda mengambil kredit motor dan ngopi di warung kopi pinggir jalan. Lalu ketika naik menjadi lima juta per bulan, anda mengambil kredit motor yang kedua. Lalu naik lagi menjadi sepuluh juta per bulan, anda mengambil kredit mobil dan ngopi di coffee shop. Nafsu manusia yang tidak ada habisnyalah yang menjadi awal dari penyakit keuangan.

Apakah salah menaikkan gaya hidup sejalan dengan kenaikan penghasilan? Sebenarnya tidak salah-salah amat. Hanya saja biasanya kenaikan gaya hidup lebih tinggi dibanding kenaikan penghasilan.

Jika anda memang ingin menaikkan gaya hidup, cobalah membuat anggaran terlebih dahulu khusus untuk gaya hidup anda. Jangan paksakan menjalani gaya hidup yang ternyata lebih tinggi dari penghasilan anda. Karena ini adalah awal dari sifat yang terakhir akan dibahas.

Tuhan sudah menjamin rezeki manusia

Buat beberapa dari anda mungkin berpikir saya sekuler setelah membaca poin yang ini. Atau menganggap saya tidak percaya sama Tuhan. Tentu saja tidak. Justru poin ini lah yang membuat banyak orang jauh dari Tuhan. Kok bisa?

Yang pertama harus anda sadari adalah Tuhan hanya menjamin rezeki, tetapi tidak menjamin kebutuhan anda pasti tercukupi. Poin ini biasanya menjadi tameng banyak orang untuk berperilaku konsumtif atau jor-joran dalam menghabiskan rejeki yang diberikan Tuhan.

Padahal Tuhan sendiri menguji umat-Nya dalam kesusahan dalam hal harta. Untuk muslim, Allah berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah bahwa manusia pasti diuji dalam kekurangan kebutuhan, baik harta, pangan, mau pun jiwa. Yang harusnya anda lakukan adalah mencukupkan rejeki yang diberikan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan anda, bukannya berperilaku konsumtif lalu jika terjadi kekurangan harta karena perilaku tersebut, maka Tuhan pasti membantu.

Ubahlah diri anda dari berperilaku konsumtif karena mindset ini menjadi pribadi yang mencukupkan rezeki yang diberikan Tuhan untuk seluruh kebutuhan anda. Jika memang ada kebutuhan anda yang tidak dapat tercukupi oleh rezeki yang anda dapat, maka anda memang sedang diuji untuk mengorbankan kebutuhan yang kurang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih urgent.

Tidak mau menyusahkan anak

Banyak juga orang tua yang awalnya kondisi keuangannya sehat lalu berubah menjadi tidak sehat karena suatu musibah, anak tidak diberi pengertian tentang kondisi keuangan yang sebenarnya. Anak terus dimanja seakan-akan tidak ada masalah pada keuangan anda. Ini juga banyak terjadi sehingga banyak yang terjebak oleh penyakit keuangan. Padahal memberikan pemahaman atas kondisi keuangan orang tua adalah salah satu bentuk pendidikan keuangan untuk anak anda sendiri.

Bisa juga hal ini terjadi ketika anak akan masuk kuliah. Umumnya banyak orang tua yang tidak menyiapkan dana pendidikan anak terlebih dahulu. Padahal jika dana pendidikan disiapkan sejak anak masih kecil, anda tidak perlu terjebak penyakit keuangan. Mindset yang melatarbelakangi dimulainya kondisi ini adalah anak punya rezekinya masing-masing. Padahal faktanya berkata sebaliknya. Pada tahun 2014, anak Indonesia yang menikmati bangku kuliah hanya 3 dari 10 anak.

Akuilah bahwa anak adalah sebuah amanah, maka anda harus mengusahakan rezeki anak dulu sebelum berserah diri kepada Tuhan. Tidak mungkin bukan anda menginginkan penghasilan yang besar tanpa bekerja terlebih dahulu hanya dengan meminta kepada Tuhan saja? Hal yang sama juga berlaku pada rezeki anak anda.

Mudah berutang konsumtif

Ada pengeluaran, pasti harus selalu diikuti dengan pemasukan yang sepadan. Apabila pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, sedangkan anda tidak mau mengurangi pengeluaran, maka jalan keluarnya adalah berutang. Penyakit keuangan yang berasal dari diri sendiri biasanya muncul dari utang konsumtif. Tiga poin sebelumnya adalah awal dimana orang-orang mulai mudah berutang konsumtif. Utang konsumtif ini lah yang nantinya menjadi penyakit keuangan yang menggerogoti tidak hanya kondisi keuangan keluarga, namun juga hubungan keluarga dan kinerja anda dalam bekerja.

Lalu apa yang bisa anda lakukan? Ubahlah mindset dan perilaku anda jika anda merasa tiga poin sebelumnya ada pada diri anda sebelum penyakit keuangan anda benar-benar parah. Memang penyakit keuangan tidak selalu muncul dari utang konsumtif. Namun setidaknya anda bisa mencegah penyakit keuangan yang asalnya dari diri anda sendiri.

Sumber : detik.com

Ayo bagikan sebagai sedekah…


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

38 thoughts on “Awal dari Penyakit Keuangan

  1. Excellent post. I was checking constantly this blog and I am impressed! Very helpful information particularly the last part 🙂 I care for such info a lot. I was seeking this particular information for a very long time. Thank you and good luck.

  2. I needed to thank you for this fantastic read!! I certainly enjoyed every bit of it. I have you book marked to check out new things you postÖ

  3. It was a great place that saved my life, to be honest with you!
    They will help you where you are. They work with you all through the
    way. I would recommend them for an addict in need.

  4. I?m amazed, I must say. Rarely do I encounter a blog that?s both equally educative and engaging, and let me tell you, you’ve hit the nail on the head.
    The issue is something that not enough folks are speaking
    intelligently about. I am very happy that I found this in my hunt for
    something relating to this.

  5. You are so interesting! I don’t think I have read through something like this before. So nice to discover somebody with a few unique thoughts on this topic. Seriously.. thanks for starting this up. This site is one thing that is needed on the internet, someone with a little originality!

  6. With havin so much content do you ever run into any problems of plagorism or copyright violation? My blog has a lot of completely unique content I’ve either written myself or outsourced but it seems a lot of it is popping it up all over the internet without my permission. Do you know any techniques to help stop content from being stolen? I’d certainly appreciate it.

  7. F*ckin’ tremendous issues here. I am very glad to peer your post. Thanks a lot and i’m having a look ahead to touch you. Will you please drop me a mail?

  8. Hello there, There’s no doubt that your site may be having internet browser compatibility issues. When I take a look at your blog in Safari, it looks fine however when opening in I.E., it’s got some overlapping issues. I just wanted to give you a quick heads up! Aside from that, excellent site!

  9. Greetings from Carolina! I’m bored to death at work so I decided
    to browse your website on my iphone during lunch break. I love the
    knowledge you provide here and can’t wait to take a look when I get home.
    I’m shocked at how quick your blog loaded on my mobile ..

    I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, excellent
    blog!

    Here is my web site :: สล็อต joker123

  10. Aw, this was a really nice post. Taking a few minutes and actual effort to produce a great articleÖ but what can I sayÖ I hesitate a lot and never manage to get nearly anything done.

  11. Oh my goodness! Amazing article dude! Thank you so much, However I am going through problems with your RSS. I donít understand the reason why I can’t subscribe to it. Is there anyone else having the same RSS problems? Anybody who knows the solution can you kindly respond? Thanx!!

  12. Next time I read a blog, I hope that it does not disappoint me just as much as this particular one. I mean, Yes, it was my choice to read, but I really thought you would have something helpful to talk about. All I hear is a bunch of crying about something you can fix if you were not too busy searching for attention.

  13. Good day! I could have sworn Iíve been to this blog before but after browsing through many of the posts I realized itís new to me. Anyways, Iím certainly happy I discovered it and Iíll be bookmarking it and checking back often!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

KINAYA RESIDENCE ANDARA 900 Meter Dari Tol Andara
Hello. Add your message here.