Nasib Anda akan Stagnan Jika Tidak Tumbuh dalam 5 Area Kunci Ini

orang-sukses

Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang berkualitas. Ada perkembangan, pertumbuhan, kemajuan dan peningkatan di segala aspek hidupnya.

Keinginan BERTUMBUH mungkin sudah menjadi kebutuhan manusia yang terus mengalami evolusi. Manusia akan galau ketika hidupnya tidak bertumbuh.

Maka agak ajaib jika ada orang yang mengaku enjoy berada dalam kondisi status quo yang melenakan. Terjebak kelam dalam zona nyaman tanpa perkembangan yang signifikan.

Itulah mungkin yang disebut sebagai the danger of comfort zone. Jebakan kenyamanan yang melenakan, dan sejatinya membuat nasib kita stuck dan termehek-mehek.

Hampir semua manusia pasti ingin berkembang. Tapi karena tidak paham caranya atau tidak punya ilmunya, banyak yang terus terjebak dalam zona nyaman yang pelan-pelan menghanyutkan (dan mamatikan potensi).

Pelan-pelan, ia terpaksa “harus nyaman” menjalani hidup monoton dan rutinitas yang membosankan.

Agar Anda tidak terjebak dalam zona nyaman yang melenakan dan bisa membuat nasib Anda terjungkal, maka Anda harus terus TUMBUH dalam 5 area kunci ini.

Mari kita bedah satu demi satu secara singkat.

Growth Zone #1 : Skills dan Pengetahuan
Tiap tahun atau bahkan tiap semester, harusnya skills atau ketrampilan Anda dalam bidang yang Anda tekuni bisa terus tumbuh. Sebab tanpa skills yang tumbuh, maka hampir pasti nasib Anda akan tetap berada pada stagnasi yang muram.

Cara mengukur pertumbuhan skills – terutama skills yang bersifat teknis, sebenarnya relatif mudah.

Contoh : ketrampilan membuat blog misalnya. Dulu sama sekali tidak bisa, namun setelah belajar tekniknya, maka sekarang mungkin Anda sudah bisa membuatnya.

Contoh lain : dulu mungkin tidak paham cara melakukan FB Ads (iklan FB), namun setelah mempelajari ilmu dan praktkek, maka sekarang sudah bisa menjalaninya dengan lancar.

Atau contoh skills lain lagi : presentation skills. Dulu agak grogi kalau harus presentasi. Namun setelah latihan secara konstan, maka sekarang menjadi makin ahli melakukan public speaking.

Sekarang coba temukan skills teknis apa yang ingin Anda kuasai.

Lalu renungkan, apakah skills Anda dalam bidang itu tumbuh selama 6 atau 12 bulan terakhir? Atau tetap stuck dan tidak tumbuh secara dramatis karena mungkin Anda malas latihan dan praktek?

INGAT : skills yang kompeten adalah kunci peningkatan income. Tanpa skills yang bagus, maka nasib hidup Anda bisa terus tergeletak dalam nestapa yang memilukan.

Growth Zone #2 : INCOME
Nah, pertumbuhan dalam aspek income ini adalah KOENTJI.

Sebab biaya hidup makin mahal dan harga rumah kian menjulang. Tanpa buying power yang setrooong, Anda bisa menjelma menjadi Homeless Millenials (Generasi Milenial Gelandangan).

Cara mengukur pertumbuhan income ya mudah : coba bandingkan income Anda 3 tahun lalu dengan hari ini. Berapa nambahnya?

Apakah annual income Anda tahun ini sudah 50% lebih tinggi dibanding annual income Anda 3 tahun lalu?

Coba catat pula : apakah jumlah aset kekayaan Anda (tabungan, simpanan emas, properti, reksadana) per hari ini sudah lebih tinggi dibanding 12 bulan lalu atau 24 bulan lalu?

Sebaiknya Anda punya semacam “personal finance record” yang mencatat posisi saldo aset kekayaan Anda tiap akhir tahun.

Dengan catatan aset finansial itu, Anda bisa bandingkan nilanya tiap akhir bulan Desember. Apakah posisi nilai Desember tahun ini, jauh lebih tinggi dibanding Desember tahun lalu? Atau stagnan?

Penilaian aset sebaiknya mengacu pada harga pasar yang berlaku saat ini. Jadi misal Anda punya aset reksadana, ya diukurnya sesuai dengan harga pasar saat Anda menuliskannya (misal nanti pas Desember akhir 2017) – bukan nilai saat Anda beli.

Demikian pula, dengan aset properti. Hitungan nilainya mengacu pada harga pasar saat ini yang berlaku (bukan harga saat beli).

Degan catatan aset finansial yang rapi semacam itu, Anda bisa membandingkan data aset kekayaan Anda tiap tahun. Grafiknya bisa dibuat. Apakah tren-nya naik, atau malah nyungseeeeppp.

Growth Zone #3 : Relationship Growth
Aspek pertumbuhan dalam hal relationship ini adalah juga hal krusial.

Orang bilang networking itu adalah pilar untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis atau juga karir.

Banyak bisnis baru yang tumbuh hanya gara-gara bertemu dengan teman baru di seminar atau dalam pertemuan-pertemuan bisnis.

Demikian juga, sejumlah orang karirnya melesat karena dia bisa berjumpa dengan relasi yang tak sengaja ia temui dalam sebuah pertemuan atau bahkan di pesawat terbang.

Bagi para pebisnis, pertumbuhan yang paling kunci sebenarnya adalah pertumbuhan jumlah prospek. Inilah “key leading indicator” atau penentu kunci pertumbuhan usaha Anda masa depan.

Jika jumlah prospek tumbuh bagus, maka hampir dipastikan enam bulan kemudian omzet bisnis Anda akan tumbuh dengan maknyus. Dan sebaliknya : no prospect growth, no future income.

Makanya, relationship marketing harus dipelajari agar pertumbuhan kita dalam aspek ini bisa terus cetar membahana.

Mungkin formulanya begini :
Petumbuhan skills x pertumbuhan prospek = income explosion.

Growth Zone #4 : Sedekah Growth
Kita selalu berharap kita bisa terus tumbuh dalam area ini.

Sedekah disini sebenarnya bukan saja dalam bentuk uang. Bisa berupa sedekah ilmu, sedekah buku, sedekah tenaga dan pikiran, atau juga sedekah kebaikan pada orang lain.

Jika income kita tumbuh 50%, harapannya sedekah kita bisa tumbuh dua kalinya.

Demikian juga, setiap tahun harusnya sedekah kebaikan kita pada sesama dan alam semesta bisa terus tumbuh. Minimal tumbuh 30%.

Coba pikirkan, berapa jumlah sedekah kebaikan yang sudah Anda lakukan selama 30 hari terakhir, atau mungkin seminggu terakhir ini? Apakah bisa dinaikkan menjadi lebih banyak di bulan depan atau tahun depan?

Pertumbuhan jumlah sedekah dan kebaikan adalah sebuah key performance indicator yang harus selalu kita patrikan dalam perjalanan hidup kita yang pendek ini.

Hidup Anda bisa terpelanting dalam duka yang kelam jika pertumbuhan Anda dalam aspek sedekah ini stagnan dan going nowhere.

Growth Zone #5 : Spiritual Growth
Kita juga berharap kita bisa terus tumbuh dalam aspek ini.

Jika Anda orang Muslim, maka ukuran pertumbuhannya adalah : apakah frekuensi sholat lima waktu di Mesjid kita saat ini makin tinggi dibanding tahun lalu?

Apakah jumlah katam Al Qur’an kita tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu?

Berapa frekuensi sholat tahajud kita bulan ini, dan apakah lebih banyak dibanding bulan lalu?

Jika kita merasa pertumbuhannya stagnan dalam semua aspek indikator diatas, maka hidup kita bisa terus dibayangi kemuraman yang tak berujung.

DEMIKIANLAH, lima aspek pertumbuhan yang harus selalu kita perjuangkan demi hidup yang top markotop dan jos markojoss 🙂 🙂

5 area pertumbuhan ini adalah  :
1. Skills Growth
2. Income Growth
3. Relationship Growth
4. Giving growth
5. Spiritual Growth

Semoga Anda semua bisa terus tumbuh dalam lima aspek kunci diatas. Jangan biarkan nasib hidup Anda stagnan; sebab roda waktu terus berjalan.

Oleh : Yodhia Antariksa , Sumber : strategimanajemen.net

About Auther:

Info Biografi

Buku Petunjuk Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020
Hello. Add your message here.