Buah Ketaatan Suami

Ilustrasi/Prelo.co.id
Ilustrasi/Prelo.co.id

Meskipun dalam pandemi Covid-19, kaum Muslimin akan kembali merayakan hari raya Idul Adha atau yang dikenal juga dengan hari raya Idul Kurban. Momentum ini menjadi sarana evaluasi, sudah sejauh mana kita meneladan Nabi Ibrahim AS dalam menata keluarga.

Keluarga Nabi Ibrahim AS menjadi salah satu profil keluarga ideal yang dikisahkan dalam Alquran. Tidak sedikit pelajaran yang dapat ambil dari kisah tersebut sebagai bekal dalam menata keluarga.

Sebagai suami, Nabi Ibrahim AS berlaku adil kepada istrinya, Sarah dan Hajar. Kedua istrinya taat kepadanya. Ketaatan istri ini tidak terlepas dari ketaatan suami kepada Allah SWT. Hal ini mengajarkan, jika ingin ditaati oleh istri, suami harus menjaga ketaatan kepada-Nya, bertanggung jawab, berkepribadian mulia, cinta keluarga, dan berperilaku sesuai tuntunan-Nya.

Sulit rasanya menginginkan istri taat dan salehah, jika suami berakhlak tidak terpuji. Dan, sulit rasanya menginginkan istri berubah menjadi baik, sementara sang suami tidak mau mengubah kebiasaan buruknya.

Sebagai ayah, Nabi Ibrahim AS tampil sebagai pendidik yang penuh kasih sayang, demokratis dan menjadi teladan. Hal ini bisa disimak dari dialog Nabi Ibrahim AS sebagai ayah ketika menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya (QS ash-Shaffat [37]: 102).

Dalam dialog, Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan bersifat demokratis. Sifat kasih sayang ini tergambar dari pilihan kata yang digunakan dalam memanggil anak. Ya bunayya (wahai anakku), sebagai panggilan kasih sayang. Kemudian, meminta pendapat kepada sang anak ketika diperintah untuk menyembelihnya.

Sebagai anak, Nabi Ismail AS tidak membantah, justru malah menguatkan hati sang ayah agar tabah menjalankan perintah-Nya. Dengan ungkapan kata yang indah, ia mengatakan: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Inilah bagian dari buah pendidikan Nabi Ibrahim AS dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada putranya, Ismail AS. Pun, tidak terlepas dari doa, usaha, dan keteladanan Nabi Ibarahim AS. Alquran mengabadikan doa Nabi Ibrahim, “Rabbi habli minashshalihin.” (Wahai Tuhanku, anugerahkan kepadaku anak yang salih) (QS ash-Shaffat [37]: 100). Dan, ini menjadi pelajaran bagi kita para ayah, agar selalu berdoa untuk memperoleh anak yang saleh.

Semoga Allah membimbing kita sebagai laki-laki agar dapat meneladan perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam menata keluarga sehingga terwujud keluarga yang bahagia di dunia dan di akhirat dapat masuk surga. Amin.

Oleh : Imam Nur Suharno (Republika)

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL AKMIL Dll
Hello. Add your message here.