Keberangkatan Nabi SAW Menuju Hamra Al Asad

muhammad1

Suatu hari datanglah seorang penduduk Makkah kepada Rasulullah SAW untuk bertanya kepada beliau tentang Abu Sufyan dan kawan-kawannya, “Engkau telah menghadang untuk menyerang mereka dan engkau mendengar mereka saling mencela bahwa sebagian berkata kepada sebagian yang lain, ‘Kalian tidak berbuat apa-apa. Kalian membuat kesialan kelompok, lalu kalian meninggalkannya dan tidak memutuskan mereka’.”

Oleh karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya yang masih banyak menderita luka-luka parah untuk mencari para musuh dan mendengarkan berita tentang mereka. Beliau bersabda, “Jangan ikut berangkat denganku kecuali mereka yang siap berperang.”

Rasulullah SAW mencari musuh-musuhnya hingga di Hamra Al Asad yang terletak 8 mil dari kota Madinah.

Ma’bad Al Khaza’i berlalu di dekat Rasulullah SAW. Dia tinggal di Hamra Al Asad sebagai orang musyrik. Khaza’ah adalah daerah yang tunduk kepada Rasulullah SAW, baik mereka yang telah masuk Islam maupun yang masih kafir. Ia berkata, “Wahai Muhammad, demi Alah, para prajuritmu telah mengalahkan kami. Kami berharap Allah memberikanmu petunjuk untuk memaafkan mereka.”

Rasulullah SAW pun berangkat menuju Hamra Al Asad hingga bertemu dengan Abu Sufyan dan orang-orang yang bersamanya di daerah Ar-Rauha. Mereka telah sepakat untuk kembali berhubungan baik dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Ketika Abu Sufyan melihat Ma’bad, dia berkata, “Apa di belakangmu wahai Ma’bad?” Ia menjawab, “Muhammad telah berangkat bersama seluruh sahabatnya untuk mencarimu dengan pasukan yang belum pernah aku melihat seperti itu sebelumnya. Mereka dengan semangat membara mencarimu.”

Abu Sufyan berkata, “Celaka engkau dengan segala ucapanmu itu!”

Ia berkata, “Demi Alah, aku tidak melihatmu bepergian hingga engkau menyaksikan ubun-ubun kuda.” Abu Sufyan berkata, “Demi Allah, kami telah sepakat untuk menyerbu dengan tujuan memusnahkan mereka.” Ia berkata, “Aku sungguh melarangmu melakukan hal itu. Telah kuungkapkan hal itu dalam beberapa bait syair.” Abu Sufyan berkata, “Apa yang engkau katakan ?” Ia menjawab,

Binatang tungganganku hampir hancur karena suara

Ternyata bumi gersang diliputi burung Ababil

Kukatakan, ‘Celaka anak Harb jika menghadapimu’.

Ketika sungai pasir dan kerikil berbadai menghantam generasi

Aku peringatkan para pemberani yang akan jadi korban, yang memiliki kemauan dan akal

Akan datang pasukan Ahmad dengan senjata yang tidak hina peringatanku tidak hanya ‘Katanya’.

Setelah itu Abu Sufyan dan semua orang yang bersamanya sangat memujinya.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

About Auther:

Info Biografi

Cendana Prime Bintaro Rumah Mewah Harga Murah
Hello. Add your message here.