Kisah Nabi Isa ‘Alaihissalam

Ilustrasi | Bincangsyariah.com
Ilustrasi | Bincangsyariah.com

Maryam berada di bawah asuhan Nabi Zakariyya Alaihissalam. Ia membuatkan sebuah mihrab untuk Maryam di Baitul Maqdis. Ketika tumbuh dewasa, ia sangat rajin beribadah. Malaikat lalu menyampaikan suatu berita gembira kepadanya, bahwa Allah memilihnya untuk dianugerahi seorang anak suci yang akan menjadi seorang nabi yang suci, mulia, dan didukung dengan berbagai mukjizat.

Maryam sangat terkejut dengan adanya seorang anak tanpa seorang ayah karena dirinya tidak mempunyai suami. Malaikat mengabarkan kepadanya bahwa Allah Maha Kuasa untuk melakukan apa pun yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, Maryam menyerahkan perkaranya kepada-Nya.

Dia hanya tahu bahwa hal ini adalah ujian yang sangat berat untuknya. Semua orang membicarakan dirinya -karena mereka tidak mengetahui hakikatnya- ketika pada suatu hari Maryam keluar untuk suatu kepentingan berkaitan dengan upaya mendapatkan minuman atau makanan. Maryam menyendiri di sebelah timur Masjidil Aqsha. Kemudian datanglah Jibril ‘Alaihissalam dengan wujud sebagaimana difirmankan Allah,

“Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.“(Qs. Maryam [19]: 17)

Ketika Maryam melihatnya, ia berlindung kepada Allah darinya. Malaikat itu berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku bukan manusia biasa, akan tetapi seorang malaikat yang diutus oleh Allah kepadamu.” Jibril melanjutkan kata-katanya,

‘…untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs. Maryam [19]: 19)

Maryam berkata, “Bagaimana aku punya anak, padahal aku tidak memiliki suami dan bukan wanita pezina?” Malaikat menjawab,

“Sesungguhnya Allah berjanji akan menciptakan seorang anak pada dirimu, walaupun engkau tidak memiliki suami dan bukan wanita pezina. Hal ini sangat mudah bagi-Nya dan akan menjadi rahmat bagi semua hamba-Nya.”

Jibril lalu meniupkan roh ke dalam kantong bajunya dan seketika itu Maryam mengandung. Kenyataan yang ada adalah, Maryam hamil selama sembilan bulan. Ketika berita kehamilan itu mulai menyebar, tidak ada seorang pun yang datang kepada keluarga Zakaria. Sebagian orang atheis menuduh Maryam telah berbuat mesum dengan Yusuf An-Najjar, sepupunya, yang sering beribadah dengannya di masjid.

Maryam pun mengasingkan diri. Rasa sakit akan melahirkan membuat Maryam berlindung di bawah pohon kurma. Maryam menginginkan kematian karena ia mengetahui bahwa semua orang menuduhnya yang bukan-bukan dan tidak mempercayainya. Mereka mendustakannya ketika Maryam membawa bayinya kepada mereka dengan tangannya sendiri.

Jibril pun menghibur Maryam, “Jangan merasa takut. Allah telah menciptakan untukmu sebuah sungai agar engkau bisa minum dari airnya.

Jika engkau menggerakkan pohon kurma di dekatmu, maka kurma yang masak akan berjatuhan kepadamu. Janganlah engkau mempedulikan mereka sedikit pun. Jika engkau menyaksikan banyak orang, maka tahanlah lidahmu.

Janganlah engkau berbicara dengan siapa pun, karena perkataan apa pun tidak berguna.”

Ketika Maryam telah melahirkan, ia bawa anaknya kepada kaumnya. Ketika mereka menyaksikannya sedang membawa anak, spontan mereka mengusirnya dan berkata, “Perbuatan mungkar dan keji.” Mereka menyamakannya dengan seorang ahli ibadah pada zamannya yang bernama Harun. Mereka berkata, “Engkau berbeda sifat dengan anggota keluargamu.”

Mereka menuduhnya telah berbuat kekejian besar yang tiada tara. Mereka menuduh Zakaria telah berbuat keji dengan Maryam dan mereka hendak membunuhnya. Zakaria lalu melarikan diri, namun mereka berhasil mengejarnya. Sebatang pohon telah membelah dirinya demi Zakaria, Zakaria pun masuk ke dalamnya, lalu mereka menyebarkan berita bahwa Zakaria berada di dalamnya.

Ketika sebagian orang munafik menuduh Maryam telah berbuat serong dengan sepupunya, Yusuf An-Najjar, ia menjadi sangat terdesak, sangat sulit keadaannya dan tidak bisa menjawab apa-apa. Ia pun berbuat sebagaimana difirmankan Allah,

“Maka Maryam menunjuk kepada anaknya.” (Qs. Maryam [19]: 29)

Seakan-akan Maryam berbicara kepada mereka, “Berbicaralah dengannya, tanyalah dia, sesungguhnya jawaban ada padanya.” Mereka menjawab, “Bagaimana engkau menghalangi kami dengan meminta jawaban dari seorang bayi? Tiada lain ini adalah hinaan bagi kami.” Ketika itulah Isa berbicara sebagaimana difirmankan Allah,

“Berkata Isa, ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah.” (Qs. Maryam [19]: 30)

Inilah kata-kata yang pertama muncul dari mulut Isa bin Maryam sehingga ibunya terbebas dari tuduhan orang-orang bodoh. Ia menambahkan sebagaimana difirmankan Allah,

“Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs. Maryam [19]: 30)

Allah tidak mungkin memberikan kenabian kepada orang yang sebagaimana mereka tuduhkan. Mereka sungguh terlaknat. Isa lalu berkata sebagaimana difirmankan Allah,

“Dan berbakti kepada ibuku.” (Qs. Maryam [19]: 32)

Menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak memiliki ayah. Maha Suci Sang Pencipta yang agung.

Isa ‘Alaihissalam lahir di Betlehem, dekat Baitul Muqaddas. Ketika Isa lahir, Raja Persi mengirim para utusannya dengan membawa emas, buah-buahan, dan susu sebagai hadiah untuk Isa. Ketika mereka sampai di Syam, Raja Syam bertanya kepada mereka tentang apa yang akan mereka persembahkan, maka mereka menyebutkan semua barang tersebut.

Isa menjadi sangat terkenal karena ia berbicara ketika masih dalam buaian. Raja Syam mengirim para utusannya dengan mambawa apa-apa yang ada pada mereka, dan bersama mereka seorang yang tahu seluk-beluk Isa agar mereka berhasil membunuh Isa.

Ketika orang-orang itu tiba di kediaman Maryam dengan membawa berbagai macam hadiah, dikatakan kepada Maryam, “Sesungguhnya para utusan Raja Syam akan datang untuk membunuh anakmu.” Maryam pun membawanya pergi ke Mesir dan tinggal di sana hingga Isa berumur 12 tahun. Pada diri Isa terlihat berbagai macam karamah dan mukjizat. Bersama ibunya, Isa kembali ke Baitul Maqdis dan diturunkan kepadanya Injil. Ia mampu menyembuhkan orang sakit dengan izin Allah dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah pula.

Kebanyakan bani Israil tetap dalam kekufurannya. Selain itu, muncul pula kelompok yang shalih, yang menjadi penolong bagi Isa yang selalu mengontrolnya.

Isa memerintahkan para Hawari untuk berpuasa selama 30 hari.

Setelah selesai melaksanakannya, mereka meminta Isa agar menurunkan meja makan dari langit kepada mereka untuk makan hidangannya dan menjadikan hati mereka tenteram. Allah menerima puasa mereka dan memberikan hari raya untuk mereka. Isa Alaihissalam menasihati mereka dengan diliputi rasa takut jika mereka tidak mau mensyukuri nikmat-Nya sehingga mereka enggan, kecuali Isa memohonkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apa yang mereka minta. Isa bergegas menuju mushalanya, lalu merengek kepada Allah dengan doanya.

Allah pun menurunkan meja makan dari langit dengan sepenglihatan mereka hingga meja makan itu benar-benar dekat dihadapan Isa Alaihissalam.

Di atasnya terdapat tujuh ekor ikan, tujuh potong roti, dan buah-buahan. Mereka dengan jumlah lebih dari 1.000 orang makan dari hidangan itu.

Nabi SAW bersabda, ” Turunlah meja makan dari langit. Di atasnya terdapat roti dan daging. Mereka diperintahkan untuk tidak khianat, tidak menyembunyikan, dan tidak mengambil untuk besok. Akan tetapi mereka berkhianat, menyembunyikan, dan mengambil untuk besok, maka mereka ubah menjadi kera dan babi.”

Bani Israil menipu Isa. Mereka mengatakan akan menjadikan Isa salah seorang raja pada saat itu, namun sebenarnya mereka hendak membunuh dan menyalibnya. Allah lalu menyelamatkannya dari tipu daya mereka dan mengangkatnya menuju kepada-Nya dari tengah-tengah mereka. Allah menjadikan salah seorang bani Israil serupa dengan Isa. Mereka menangkap, menyalib, dan membunuhnya. Mereka berkeyakinan bahwa yang mereka bunuh adalah Isa ‘Alaihissalam.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL AKMIL Dll
Hello. Add your message here.