Kisah Ashabul Kahfi

Ilustrasi/Bangkitmedia.com
Ilustrasi/Bangkitmedia.com

Para ulama berbeda pendapat tentang letak gua itu. Kebanyakan mereka berkata, “Gua itu di bumi Allah.” Dikatakan pula, “Gua itu lebih tepat di negeri Romawi.” Wallahu a’lam.

Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa mereka hidup setelah Isa, sebagai orang-orang Nasrani. Kaum mereka adalah kaum musyrik yang menyembah berhala. Mereka hidup pada zaman Raja Dikianus. Ketika hari raya kaum mereka tiba, mereka menyaksikan kebiasaan bersujud kepada patung-patung dan mengagungkannya. Allah memberikan ilham dan petunjuk kepada mereka sehingga mereka mengerti bahwa kaumnya itu melakukan sesuatu yang tiada guna. Mereka pun keluar dari agama kaumnya dan condong kepada ibadah untuk Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.

Para pemuda itu sepakat tinggal di satu tempat. Mereka mengasingkan diri dari kaumnya dan pergi menuju sebuah gua, lalu Allah menidurkan mereka selama berabad-abad. Mereka tidak makan dan minum. Allah Subhanahu wa Ta’ala membolak-balikkan mereka agar tubuh mereka tidak mengalami kerusakan. Mata mereka dalam keadaan terbuka. Mereka bersama anjingnya yang meletakkan kedua kaki depannya di pintu gua. Siapa saja menyaksikan pemandangan ini akan merasa sangat takut. Setelah berlalu 309 tahun, Allah membangkitkan mereka. Mereka pun bertanya-tanya,

“Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)? “Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” (Qs. Al Kahfi [18]: 19)

Mereka berupaya mencari makanan yang halal dan baik. Demikian itu karena mereka adalah para pemuda yang sangat zuhud dan wara. Mereka mengira hanya tidur selama beberapa jam, padahal mereka telah tidur selama 309 tahun. Selama itu berbagai negeri yang mereka tinggal di dalamnya telah mengalami berbagai perubahan. Demikian pula penduduknya, datang sebagian yang lain lalu pergi, lalu datang lagi yang lain. Oleh karena itu, salah seorang dari mereka memasuki sebuah kota dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui kaumnya, sebagaimana anggapannya.

Namun ternyata negerinya mengingkari keberadaannya. Mereka yang melihatnya juga tidak mempercayainya dan menganggapnya aneh dari sisi bentuk penampilan dan mata uang dirhamnya. Mereka lalu membawa pemuda itu kepada pemimpin mereka. Pemuda itu kemudian menjelaskannya. Mereka bersama pemuda itu berangkat untuk ditunjuki tempat di mana mereka selama ini berada. Penduduk tersebut masuk ke dalam gua hingga dekat dengan kawan-kawan pemuda itu. Pemimpin itu menjelaskan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi dengan mereka dan lamanya mereka berada di dalam gua. Kemudian barulah mereka mengetahui bahwa semua itu adalah kekuasaan Allah. Setelah itu mereka meninggal.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab

About Auther:

Info Biografi

Cendana Prime Bintaro Rumah Mewah Harga Murah
Hello. Add your message here.