Kisah Nabi Luth ‘Alaihissalam

Luth telah pergi jauh dari tempat Ibrahim ‘Alaihimassalam karena melaksanakan perintahnya. Ia tinggal di kota Sodom yang memiliki penduduk paling jahat dan paling kafir. Mereka membuat berbagai kerusakan dan kemungkaran di perkumpulan-perkumpulan. Tidak ada sikap saling mengingatkan bagi orang yang berbuat kemungkaran di antara mereka.

Kemungkaran yang mereka lakukan adalah mendatangi sesama lelaki layaknya mendatangi seorang istri (liwath atau homoseksual) dan meninggalkan para wanita yang diciptakan untuk orang-orang shalih.

Luth menyeru mereka untuk beribadah hanya kepada Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan melarang mereka membiasakan tindakan-tindakan haram, keji, dan mungkar. Namun mereka bersikap keras kepala, sesat, dan melampaui batas. Bahkan mereka hendak mengusir nabinya dari kalangan mereka,

“Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih. ” (Qs. An- Naml [27]: 56)

Mereka menjadikan sebaik-baik pujian adalah hinaan kepada Luth, yang mengharuskannya keluar dari negeri Sodom.

Para ahli tafsir berkata, “Ketika para malaikat yang terdiri dari Jibril, Mikail, dan Israfil, telah keluar dari rumah Ibrahim, mereka hendak ke negeri Sodom dengan menyerupai para pemuda yang sangat tampan. Mereka bertamu kepada Luth Alaihissalam saat matahari terbenam. Luth sangat khawatir jika tidak diterima sebagai tamu maka akan diterima oleh orang lain yang fasik dan mengira mereka adalah manusia pada umumnya. Tak seorang pun mengetahui hal itu selain keluarganya. Kemudian keluarlah istrinya menuju kaumnya untuk memberikan kabar berita tentang tamu-tamunya. Luth lalu berkata kepada kaumnya,

“Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku, mereka lebih suci bagimu. (Qs. Huud [11]: 78)

Maksudnya adalah, Luth menasihati dan mengarahkan mereka agar menikahi para gadis yang secara syar’i adalah miliknya, karena seorang nabi suatu kaum laksana bapak kandung mereka. Ketika itu Luth Alaihissalam berkehendak jika seandainya ia memiliki kekuatan, atau daya tahan, atau keluarga dari mereka yang membantunya mengatasi permasalahan dengan kaumnya. Luth Alaihissalam melarang kaumnya memasuki rumahnya dengan menahan pintu rumahnya agar tetap tertutup, walaupun kaumnya menghendaki agar pintu tersebut tetap terbuka.

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa Jibril ‘Alaihissalam keluar ke hadapan mereka dan memukul wajah-wajah mereka dengan ujung sayapnya hingga mata mereka buta. Para malaikat lalu memerintahkan Luth dan segenap keluarganya agar pergi meninggalkan negerinya pada malam hari secara diam-diam dan dengan meninggalkan istrinya.

As-Suhaili berkata, “Nama istri Luth adalah Walihah, sedangkan nama istri Nuh adalah Walighah. Luth Alaihissalam beserta kedua putrinya lalu pergi meninggalkan negerinya. Ketika mereka telah pergi dari negerinya dan matahari telah terbit, turunlah kepada kaumnya adzab yang dahsyat. Jibril dengan ujung sayapnya membalikkan 7 kota. Ia jadikan bagian atas kota itu menjadi bagian bawah. Tempat tinggal mereka menjadi laksana laut berbau busuk yang bergelombang dengan air yang sangat asin sampai pahit.

Ibnu Abbas dan ulama lain dari kalangan para imam salaf dan khalaf berkata, “Tidak ada sama sekali istri nabi yang maksiat.” Yang dimaksud bukannya mereka melakukan kekejian, akan tetapi mereka melakukan tindakan khianat kepada agama dengan tidak mau menuruti suaminya sebagai seorang nabi.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

Download Kumpulan Soal Tes CPNS Tahun 2007-2017 Lengkap Dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Lowongan Kerja Terbaru 43 Bank di Indonesia

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab

About Auther:

Info Biografi