Mutiara Hadits : Apa yang Dilakukan Orang yang Bertayamum Ketika Mendapatkan Air Setelah Shalat

islamic-2000

Dari Abi Said Al-khudri RA, ia berkata :

Ada dua orang lelaki yang bersafar. Kemudian tibalah waktu shalat, sementara tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan tanah yang suci, lalu keduanya shalat. Setelah itu keduanya menemukan air, sementara waktu shalat masih ada. Lalu salah satu dari keduanya berwudhu dan mengulangi shalatnya, sedangkan satunya tidak mengulangi shalatnya. Keduanya lalu menemui Nabi SAW dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau SAW mengatakan kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya, “Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan shalatmu sah”. Kemudian Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala. (Sunan Abi Daud, no. 338, lafaz darinya dasn Sunan Nasai, no. 433. Dishahihkan oleh Albani)

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  1. Agama Islam adalah agama toleransi dan agama yang penuh kebahagiaan. Tidak ada di dalamnya kesulitan ketika ada hajat. Sesungguhnya Allah SWT mensyari’atkan suatu keringanan yang dilakukan dalam ibadah, yang dilakukan seorang muslim dengan mudah.
  2. Hadits ini menjelaskan bahwa ketika tidak ada air pada awal, maka ia disyari’atkan untuk bersuci dengan debu lalu bertayamum kemudian shalat dan tidak mesti baginya utnuk mengulangi shalatnya jika ia menemui air usai shalat. Akan tetapi jika ditemui air ketika ia melakukan shalat, maka ia mesti memutuskan shalatnya lalu berwudlu kemudian shalat dengan bersuci dengan air, karena ia telah menemui air. Seperti yang dijelaskan oleh firman Allah SWT :

“Jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)”. QS. Al Maidah : 6

Artikel pilihan : 27 Ayat-ayat Motivasi Terdahsyat dalam Al Qur’an dan Tafsirnya

Perawi Hadits 

Abu Sa’id Al-Khudri adalah Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Anshari Al-Khazraji, salah seorang sahabat yang terkenal, dan salah seorang alim di kalangan para sahabat. Dia adalah orang pertama yang syahid pada perang Khandaq. Telah berperang bersama Rasulullah SAW sebanyak dua belas kali peperangan. Ia memiliki riwayat dari Rasulullah SAW dalam kitab-kitab hadits sebanyak 1170 hadits.

Abu Sa’id Al-Khudri RA wafat pada tahun 74 H. di Madinah, pada usia 86 tahun. Ada pula riwayat yang mengatakan selain itu, dan dimakamkan di perkuburan Baqi’.

Referensi : Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, 90 Hadits Pilihan, Riyadh, KSA, 2016

Artikel utama : Himpunan 90 Hadits Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

14 Sekolah Kedinasan Gratis Lulus Langsung Jadi CPNS
Hello. Add your message here.