Jangan Mencintai Sesuatu Secara Berlebihan

Ilustrasi/Google Image
Ilustrasi/Google Image

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam mengatakan, “Ahbib ma ahbabta fainnaka mufariquhu, wa’isy ma syi-ta fainnaka mayyitun wa’mal ma syi-ta fainnaka mujziun bih. Cintailah apa atau siapa saja, tapi sadarilah bahwa anda akan berpisah dengan semuanya itu, hiduplah sesuka Anda, tapi yakinlah bahwa Anda pasti mati. Dan berbuatlah sesuka Anda, tapi ingatlah bahwa Anda akan dapat balasan atas perbuatan Anda itu.” (H.R. Al-Thabrani).

Dalam hadist Nabi shalallahu alaihi wassalam ini kita bisa mengambil kesimpulan kita tidak boleh mencintai sesuatu secara berlebihan di dalam hidup ini. Alasannya karena segala sesuatunya kita miliki pasti akan berpisah, yang kekal adalah akhirat, kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah kita mati.

Jadi jangan sampai kita mencintai sesuatu secara berlebihan, karena itu akan membuat kita menderita. Kita bisa dibuat majnun atau bodoh, kita dibuat linglung atau tidak bisa konsentrasi mengerjakan yang lainnya jika kita terlalu mencintai sesuatu yang membuat kita tidak terfokus untuk melakukan hal lainnya.

Selain itu, hadist di atas bisa dimaknai jangan mencintai sesuatu secara berlebihan hingga kita tak sadar sudah menduakan Allah. Dalam hati kita yang nomor satu hanyalah Allah, karena hidup mati kita hanya untuk Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya.

Di zaman yang serba terbuka ini, memang kita bisa diberikan kebebasan melakukan dan meraih apa saja. Namun dalam hadist di atas kita sebagai umat Islam diingatkan oleh Rasulullah, bahwa kita bebas melakukan apa saja dan berbuat sesuka hati tapi kematian adalah sebuah kepastian. Segala sesuatu pasti ada balasannya, segala sesuatu pasti dipertanggung jawabkan kelak di akhirat, karenanya di dalam Surah al-Fatihah ada makna kalimat dari hari yaumiddin yaitu hari pembalasan, dibalas baik maupun dibalas buruk.

Karena itu mumpung masih hidup kita harus berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, karena segala sesuatu segalanya itu pasti ada balasannya.

Oleh: Ustaz Cholidi Asadil Alam (Republika)

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.