Masa Kelemahan Sampai Runtuhnya Bani Umayyah I Damaskus

Ilustrasi/Google
Ilustrasi/Google

Semua pemerintahan yang memakai system monarchi pasti mengalami kendala yang sama, paling tidak pada hal regenerasi, putra mahkota yang melanjutkan kepemimpinan lebih banyak tidak bisa mewarisi kemampuan pendahulunya, sehingga estafet kepemimpinan yang dipegang tidak bisa dikendalikan dengan baik, yang mengendalikan pemerintahan adalah para pembesar istana yang rakus akan  kekuasaan,  seperti  perdana menteri, pengawal istana dan pembesar lainnya.

Faktor-Faktor Penyebab Mundurnya Bani Umayyah I Damaskus

1) Faktor Internal

Sistem monarki yang dipakai oleh pemerintahan Bani Umayyah dalamproses peralihan kepemimpinan memberikan pengaruh paling besar terhadap faktor lemah dan hancurnya Bani Umayyah I, adalah putra mahkota yang diangkat menjadi khalifah pengganti khalifah sebelumnya masih kecil dan kurang professional. Khalifah-khalifah tersebut tidak bisa melakukan kebijakan bahkan tidak dapat memberikan satu pemikiran untuk perkembangan pemerintahan kedepan. Mereka seperti boneka yang siap dipermainkan kapan dan dimana saja, sehingga yang mengendalikan pemerintahan adalah para pembesar istana seperti perdana mentari, pengawal istana dan pengawal khalifah. Serta perilaku amoral dari para khalifah dan pembesar khalifah Bani Umayyah termasuk faktor internal yang ikut memberi pengaruh terhadap hancurnya Bani Umayyah I.

2) Faktor Eksternal

Munculnya kekuatan Bani Abbasiyah ditandai oleh ahli sejarah sebagai persaingan politik terhadap Bani Umayyah I yang pada saat itu telah menurun hampir di semua wilyah kekuasaannya. Serang menyerang antara Bani  Umayyah I dengan kekuatan baru Abbasiyah menambah para dan mempercepat faktor lemah Bani Umayyah I. Perkembangan kekuasaan lain di luar Abbasiyah

seperti kerajaan nasrani di Eropa dan kekuasaan Persia serta Byzantium di wilayah timur menjadi kekuatan-kekuatan di luar Abbasiyah yang menantang kekuasaan Umayyah I. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa faktor eksternal penyebab hancurnya Bani Umayyah I adalah munculnya kekuatan Abbasiyah, Persia, dan kerajaan-kerjaan nasrani. Munculnya kekuatan-kekuatan baru tersebut sekaligus menjadi penantang bagi kekuasaan Bani Umayyah I Andalusia.

Faktor- Faktor Pemicu Munculnya Pemberontakan

Pemberontakan yang terjadi terhadap pemerintahan yang sah adalah  hal  yang biasa dan sering terjadi pada masa Islam klasik, mulai Bani Umayyah I sampai runtuhnya kekholifaan Turki Usmani tahun 1816-1818M, ketika terjadi perang terbuka melawan pasukan Nato di Skandinavia.

Penyebab terjadinya faktor pemicu pemberontakan masa Bani Umayyah I bermacam-macam, di antaranya adalah;

1) Perebutan  kekuasaan

Faktor perebutan kekusaan yang memicu adanya pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah merupakan faktor dominan. Hal ini terjadi karena putra mahkota lebih dari satu pada satu periode, sehingga sering terjadi perebutan siapa yang akan lebih dahulu menjadi khalifah menggantikan posisi khalifah sebelumnya. Kasus perebutan kekuasaan awalnya terjadi karena Muawiyah tidak suka dengan pemerintahannya Ali pada pemerintahan khulafaurrasyidin keempat.

Perebutan yang dilakukan oleh Muawiyah terhadap Ali dilakukan dengan berbagai cara, yang pada akhirnya memfungsikan kelompok khawarij yang fundamental membunuh Ali dengan cara ditusuk pada saat sholat subuh. Pada masa-masa pemerintahan Bani Umayyah selanjutnya, pemberontakan terjadi hampir di setiap pemerintah (kholifah yang berkuasa), seperti: pemberontakan dari gerakan syiah, pemberontakan Abdullah bin Zubair dari kelompok khawarij, Mu’tazilah, Jabariyah dan Qadariyah.

2) Dendam

Faktor dendam termasuk faktor yang sering terjadi memicu pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. Contoh dalam kasus Muawiyah dengan Ali, karena Muawiyah yakin bahwa terbunuhnya sudaranya Usman bin Afan, Ali ikut terlibat, makanya ia menaruh dendam terhadap Ali. Muawiyah melakukan berbagai cara untuk menurunkan Ali dari pemerintahannya.

3) Harta kekayaan yang melimpah

Pemerintahan Islam abad klasik adalah pemerintahan yang kaya dengan harta. Hal ini disebabkan karena umat Islam pada masa itu selalu memenangkan perang sehingga pemerintahan yang kalah harus bayar Ghonimah kepada Islam.

Karena di Baitul Maal tersimpan harta yang banyak, maka sering menjadi perebutan bagi umat Islam untuk berkuasa.

Kelebihan Dan Kekurangan Bani Umayyah I

Karena yang membangun dan mebesarkan kerajaan Bani Umayyah I adalah manusia biasa, maka sudah barang tentu ada faktor kelebihan dan kekurangannya. Faktor kekurangan dari Bani Umayyah I:

1) Memakai sistem peralihan kekuasaan monarchi, yang menyebabkan putra mahkota yang masih kecil dan tidak profesional menjadi khalifah

2) Banyak wilayah baru yang di taklukan tetapi tidak dibina secara intensif

3) Banyak kasus penyelewengan dalam istana yang tidak ditindak dengan tegas oleh pemerintah, seperti korupsi dan nepotisme.

4) Pengangkatan dua putra mahkota dalam satu tahun pemerintahan, yang terjadi pada khalifah ke-12 Yazid bin Walid dan 13 Sulaiman bin Walid, oleh masyarakat bahwa hal yang terjadi seperti itu menunjukan ketidaktegasan dari pemerintahan Bani Umayyah I

Sedangkan faktor kelebihan dari Bani Umayyah I diantaranya adalah:

1) Sikap berani dan tegas dari beberapa khalifah Bani Umayyah, seperti Muawiyah, Marwan, Abdul Malik dan Walid bin Abdul Malik.

2) Sikap adil, jujur dan religius dari khalifah Umar bin Abdul Aziz

3) Pola pengembangan budaya dengan pendekatan Arabisasi (Arab Oriented) yang didukung oleh mayoritas mayarakat pada saat itu.

4) Sikap berani berperang dari kaum muslim yang menyebabkan umat Islam banyak mendapat kemenangan pada saat perluasan wilayah serta banyak mendapatkan ghonimah dan upeti.

Proses Runtuhnya Bani Umayyah I Di Damaskus

1) Sikap tidak senangan masyarakat terhadap khalifah-khalifah Bani Umayyah I

Ketidaksenangan masyarakat Islam terhadap pemerintahan Bani Umayyah I disebabkan oleh praktek-praktek rusaknya akhlak dari para khalifah melalui acara-acara seremonial yang dilaksanakan di dalam istana dengan alasan untuk menghibur para pembesar-pembesar istana. Acara tahunan tersebut dilakukan secara rutin. Acara seremonial tersebut di atas termasuk faktor internal yang banyak berpengaruh terhadap proses lemahnya Bani Umayyah I. Perebutan kekuasaan dalam istana juga termasuk faktor internal penyebab lemahnya Bani Umayyah I seperti yang terjadi pada masa pemerintahan setelah khalifah yang ke-12 Walid bin Yazid yang wafat tahun 126 H. Pada tahun tersebut masyarakat saling mengklaim mengangkat 2 putra mahkota dari Walid, yaitu Yazid bin Walid dan Ibrahim bin Walid. Selama 1 tahun berjalan masyarakat tidak dapat menetapkan siapa yang menjadi khalifah menggantikan bapaknya, akan tetapi yang terjadi adalah bentrok dan pertikaian antar keluarga istana. Kondisi demikian menimbulkan respon buruk masyarakat terhadap pemerintahan Bani Umayyah I.

2) Peperangan Melawan Keturunan Abbasiyah

Lemahnya pemerintahan Bani Umayyah I terjadi hampir disemua wilayah kekuasaan, sementara kekuatan baru yang baru muncul sebagai lawan politik yaitu Abbasiyah sedang berkembang pesat dengan mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat Islam. Abu Abbas pemimpin Abbasiyah yang baru menguasai berbagai wilayah Umayyah dibantu oleh tentara bayarannya Abu Muslim Al-Khurasani. Bani Umayyah I hanya bisa bertahan di daerah Al-Zab, wilayah pesisir laut merah berseberangan dengan pesisir sungai nil. Pertemuan kedua belah pihak tidak bisa dielakkan dan terjadilah pertempuran Al-Zab tahun 132 H atau tahun 750 M. Dalam pertempuran itu Bani Umayyah I kalah dan khalifah terakhir (ke-14) Marwan bin Muhammad melarikan diri ke Mesir. Marwan dikejar oleh pengikut Abu Abbas kemudian ditangkap dan dibunuh di Mesir. Mayatnya Marwan dikembalikan ke Madinah dan dikuburkan di Madinah. Kekalahan Bani Umayyah I di Al-Zab sekaligus mengakhiri masa pemerintahan Bani Umayyah I dan sekaligus diproklamirkan berdiri kekuasaan baru yaitu Bani Abbasiyah.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, faktor-faktor penyebab kemunduran Bani Umayyah I adalah;

1) Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah merupakan sesuatu yang baru bagi tradisi bangsa Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas dan menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat di kalangan istana.

2) Latar belakang terbentuknya Bani Umayyah I tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi pada masa pemerintahan khalifah Ali. Sisa-sisa pengikut Ali (syiah) dan kawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti pada masa awal maupun secara tersembunyi seperti pada masa pertengahan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.

3) Pada masa kekuasaan Bani Umayyah I, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara dan Arabia Selatan yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah I mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Di samping itu sebagian besar golongan Mawali (non Arab), terutama Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan sesuatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah I.

4) Lemahnya pemerintahan Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.  Di samping itu golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.

5) Penyebab langsung jatuhnya Bani Umayyah I adalah munculnya kekuatan baru yang dipelepori Abu Abbas assafah. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan syiah dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah I.

Sumber : Kementerian Agama Republik Indonesia

Baca Juga : Khilafah (632-1922 Masehi)

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.