How Democracies Die, Inilah Isi Buku yang Dibaca Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Anies Baswedan/merahputih.com
Anies Baswedan/merahputih.com 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah di media sosial Instagram satu foto yang menunjukkan dirinya sedang bersantai pada Minggu (22/11/2020).

Dalam unggahan tersebut, Anies menuliskan caption “Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi.”

Dalam unggahan foto tersebut, Anies terlihat sedang duduk di kursi dengan latar belakang lemari buku kayu dan beberapa furnitur.

Anies menunjukkan dirinya sedang membaca buku “How Democracies Die” yang ditulis oleh Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt.

Dalam buku tersebut dibahas bahwa demokrasi bisa mati karena kudeta atau mati pelan-pelan. Kematian itu bisa tak disadari ketika terjadi selangkah demi selangkah dengan :

1. Terpilihnya pemimpin otoriter,
2. Disalahgunakannya kekuasaan pemerintah, dan
3. Penindasan total atas oposisi.

Ketiga langkah itu sedang terjadi di seluruh dunia dan kita semua mesti mengerti bagaimana cara menghentikannya.

Dalam buku ini, dua profesor Harvard Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt menyampaikan pelajaran penuh wawasan dari sejarah untuk menerangkan kerusakan rezim selama abad ke-20 dan ke-21.

Mereka menunjukkan bahayanya pemimpin otoriter ketika menghadapi krisis besar. Berdasarkan riset bertahun-tahun, keduanya menyajikan pemahaman mendalam mengenai mengapa dan bagaimana demokrasi mati; suatu analisis pemicu kewaspadaan mengenai bagaimana demokrasi didesak; dan pedoman untuk memelihara dan memperbaiki demokrasi yang terancam, bagi pemerintah, partai politik, dan individu.

Sejarah tak berulang. Namun kita bisa melindungi demokrasi kita dengan belajar dari sejarah, sebelum terlambat.

Sumber : Kompas, Google Books

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.