Kisah Nabi Hud ‘Alaihissalam 

Kaum Hud adalah bangsa Arab yang mendiami bukit-bukit pasir yang terletak di Yaman, mulai dari Aman dan Hadramaut. Suatu lahan yang dekat dengan laut yang disebut Asy-Syahr. Mereka tinggal di tenda-tenda bertiang besar. Mereka adalah kaum Aad yang pertama. Suatu pendapat mengatakan bahwa Iram adalah kota yang berpindah-pindah di muka bumi, terkadang ada di Syam, terkadang di Yaman, terkadang di Hijaz, dan terkadang di tempat lain. Pendapat tersebut adalah sesuatu yang jauh dari kebenaran dan perkataan yang tidak diperkuat dengan dalil.

Di dalam sebuah hadis yang panjang di dalam kitab Shahih karya Ibnu Hibban, diriwayatkan dari Abu Dzarr tentang para nabi dan para rasul, bahwa Nabi SAW bersabda, “Di antara mereka empat orang dari Arab, yaitu Huud, Shaleh, Syuaib, dan nabimu wahai Abu Dzarr Maksudnya, Aad adalah kaum yang pertama-tama menyembah berhala setelah banjir (zaman Nabi Nuh Alaihissalam). Allah kemudian mengutus saudara mereka, Huud Alaihissalam untuk menyeru mereka agar menyembah Allah. Mereka adalah orang-orang Arab yang masih kafir dan menyembah berhala serta suka keras kepala. Huud diutus kepada mereka, akan tetapi mereka mendustakannya. Akhirnya Allah sebagai Dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa, menyiksa mereka.

Adzab yang pertama-tama diberikan kepada mereka adalah tanah  mereka menjadi sangat tandus. Mereka lalu minta diturunkan hujan. Mereka menyaksikan sesuatu yang muncul di langit yang dikira air, sebagai rahmat, tetapi ternyata itu adalah siraman adzab yang datang dalam bentuk badai, laksana lidah api.

Allah berfirman,

“Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus.” (Qs. Al Haqqah [69]:7)

Menurut ayat ini, badai itu terjadi terus-menerus tanpa henti dan tidak meninggalkan satu orang pun dari kaum Aad. Sedangkan saat itu terjadi Huud Alaihissalam menyendiri di suatu tempat yang tertutup bersama orang-orang mukmin.

Badai itu berlalu di tengah-tengah kaum Aad dengan berhembus sangat kuat di antara langit dan bumi, sekaligus menghancurkan mereka dengan batu-batu yang terbawa olehnya.

Allah berfirman, “Maka kamu lihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Qs. Al Haaqqah [69]: 7)

Allah mengumpamakan mereka dengan tunggul-tunggul pohon kurma yang telah tidak berkepala lagi. Hal itu karena badai yang bertiup menuju salah seorang dari mereka, lalu membawanya terbang dengan menjadikan kepalanya tertunduk hingga akhirnya pecah berantakan sehingga ia menjadi tidak berkepala lagi.

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib, bahwa ia pernah menyebutkan ciri-ciri kuburan Huud Alahissalam yang terletak di negeri Yaman. Ada pula yang mengatakan bahwa makam Huud berada di Damaskus, di dalam masjid agung yang terdapat suatu tempat di tembok bagian depan, yang dikatakan bahwa di dalamnya adalah makam Huud ‘Alaihissalam. Wallahualam.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

Download Kumpulan Soal Tes CPNS Tahun 2007-2017 Lengkap Dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Lowongan Kerja Terbaru 43 Bank di Indonesia

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab

About Auther:

Info Biografi

Pesantren Khusus Tahfidz Quran
Hello. Add your message here.