Perang Uhud

perang-badar

Kaum Quraisy berangkat dengan didukung oleh seluruh anggotanya. Kelompok yang bergabung adalah bani Kinanah dan keluarga Tihamah. Mereka berangkat dengan berjalan kaki dan diupayakan agar tidak ada yang melarikan diri. Berangkatlah Abu Sufyan Shakhr bin Harb sebagai panglima perang bersama istrinya, Hindun binti Utbah. Dia orang yang kasar dan bengis. Setiap ia berlalu dekat Hindun atau Hindun berlalu di dekatnya, selalu berkata, “Ayo Abu Dasamah! Muncullah dan perintahkan semua untuk muncul!” Dia memberikan agitasi untuk membunuh Hamzah.

Ketika Rasulullah SAW mendengar berita tentang keberangkatan pasukan Quraisy, beliau berpendapat untuk tetap bertahan di dalam kota Madinah dan memerangi mereka di dalam kota. Orang-orang yang tidak ikut perang Badar berkata, “Engkau harus keluar dengan kami wahai Rasulullah, dan memerangi mereka di bukit Uhud.” Mereka berharap mendapatkan keuntungan, sebagaimana yang didapatkan di Badar.

Hamzah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Demi Dzat yang menurunkan Al Qur’an kepada engkau, sungguh kami akan menyerbu mereka di luar kota Madinah.”

Mereka tetap di dekat Rasulullah SAW hingga beliau mengenakan berbagai perlengkapannya. Kemudian mereka menyesal dan berkata, “Wahai Rasulullah, tetaplah. Sesungguhnya pendapat yang kita ikuti adalah pendapatmu!” Nabi SAW lalu berkata kepada mereka, “Tidak mungkin bagi seorang nabi untuk menanggalkan perlengkapannya jika telah mengenakannya hingga Allah menetapkan keputusan-Nya antara dirinya dengan musuhnya.”

Berangkatlah Rasulullah SAW dengan kaum muslim yang berjumlah 1.000 orang.

Adapun kaum musyrik, berjumlah 3.000 orang. Abdullah bin Ubay bin Salul berkhianat dan pulang kembali dengan 300 orang anggota prajurit.

Rasulullah bersabda, “Dia taat kepada mereka dan khianat kepadaku.” Di antara pasukan penunggang kuda kaum musyrik terdapat Khalid bin Al Walid, yang didukung oleh 200 anggota pasukan penunggang kuda, sedangkan pada kaum muslim hanya memiliki satu orang penunggang kuda. Rasulullah SAW harus berperang dengan 700 orang anggota pasukannya. Pasukan pemanah ketika itu dipimpin oleh Abdullah bin Jabir dengan tanda berupa pakaiannya yang berwarna putih. Jumlah anggota pasukan pemanah adalah 50 orang.

Rasulullah bersabda, “Kacaukan pasukan berkuda dari mendekati kami dengan menghujani mereka dengan anak panah. Dengan demikian mereka tidak dapat mendekati kami dari arah belakang. Jika kami menang atau kalah, kalian harus tetap berada di tempat. Kami sama sekali tidak akan mendatangimu dari arah depan.”

Beliau menyerahkan panji kepada Mush’ab bin Umair Radhiyallahu Anhu. Semua anggota pasukan terlibat peperangan sehingga peperangan itu menjadi sangat sengit.

Abu Dujanah berkata, “Aku melihat seseorang sedang menampar orang lain dengan tamparan yang sangat keras. Aku mendatanginya. Ketika aku bawakan pedang, dia mengucapkan ucapan yang menunjukkan kecelakaan dirinya. Ternyata dia adalah seorang wanita. Aku menghormati pedang Rasulullah SAW dengan tidak menggunakannya untuk memenggal seorang wanita.”

Hamzah mengadakan serangan hingga berhasil membunuh Arthaah bin Abdi Syurahbil, seorang pembawa panji. Dia juga berhasil membunuh Utsman bin Abu Thalhah, juga seorang pembawa panji. Kemudian lewatlah di dekatnya Siba bin Abdu Al Izzi Al Ghabsyani. Ketika keduanya berhadapan, Hamzah menyabetnya dengan pedang hingga ia tewas.

Wahsyi berkata, “Demi Allah, aku menyaksikan Hamzah sedang menggertak manusia dengan pedangnya laksana seekor unta jantan. Tak disangka Siba maju kepadanya mendahuluiku, kemudian ia dipenggal sehingga seakan-akan kepalanya telah bersalah. Aku ayunkan tombakku mengarah kepadanya dan mengenai bulu belakang kaki kudanya hingga tembus ke antara kedua kakinya. Ia datang kepadaku dan ia dikalahkan hingga terluka. Aku biarkan dirinya hingga meninggal.”

Perang terus berkecamuk dengan kerasnya. Rasulullah SAW duduk di bawah panji kaum Anshar. Beliau mengutus seseorang untuk memerintahkan kepada Ali agar membawa maju panjinya. Ia pun maju dengan berkata, “Aku adalah Abu Al Qusham.” Ia melawan Abu Sa’id bin Abu Thalhah, seorang pembawa panji kaum musyrik. Ali membabatnya hingga tewas. Az-Zubair melawan Thalhah bin Abu Thalhah, pembawa panji kaum musyrik. Ia melompat hingga menjadi satu di atas unta jantannya. Ia menggulingkannya ke atas bumi dan melemparkannya, lalu menyembelihnya dengan pedang miliknya. Rasulullah SAW memujinya dengan bersabda,

“Sesungguhnya setiap nabi memiliki para sahabat setia, dan sahabat setiaku adalah Az-Zubair.” (HR. Muslim)

Allah kemudian memberikan kemenangan kepada kaum muslim, dan mereka memaksa kaum musyrik dengan pedang. Mereka mampu mengalahkan kaum musyrik tanpa diragukan lagi.

Az-Zubair berkata, “Demi Allah, aku menyaksikan para pembantu Hindun dan orang-orang dekatnya menyingsingkan lengan baju mereka dan melarikan diri, kecuali hanya sedikit saja. Adapun pasukan pemanah, ketika menyaksikan musuh melarikan diri dari mereka, mereka meninggalkan tempat untuk mendatangi kami dari arah belakang. Seseorang lalu berteriak bahwa Muhammad telah tewas, sehingga kami mundur dan musuh merangsek ke arah pasukan kami setelah kami berhasil melumpuhkan para pembawa panji. Lalu datanglah Ubay bin Khalaf Al Jumahy yang bersumpah akan membunuh Nabi SAW. Ia berseru, ‘Aku pembunuhnya’. Kemudian ia ditangkap dan dibawa ke hadapan Nabi SAW, dan beliau menikamnya dengan tikaman kecil saja, tetapi ia jatuh tersungkur dan melenguh seperti banteng, lalu mati.”

Dari pasukan kaum muslim, 70 orang mati syahid, sedangkan dari kaum pasukan kaum musyrik tidak ada yang tertawan, selain Abu Izzah Al Jumahy yang akhirnya dibunuh oleh Nabi SAW karena Abu lzzah adalah tawanan pada perang Badar yang dibebaskan tanpa syarat oleh Rasulullah SAW. Ketika dia tertawan pada perang Uhud, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bebaskanlah aku.” Rasulullah bersabda, “Tidak, demi Allah, janganlah menghapus dua kejadianmu ketika di Makkah sehingga kamu katakan, ‘Aku menipu Muhammad dua kali’. Penggal lehernya wahai Zubair!'” Kemudian ia pun dipenggal lehernya.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

About Auther:

Info Biografi

Cendana Prime Bintaro Rumah Mewah Harga Murah
Hello. Add your message here.