Shalat Musafir (Dalam Perjalanan)

Ilustrasi Shalat / Google
Ilustrasi Shalat / Google

Shalat Musafir (Dalam Perjalanan)

Meng-qasar Shalat

Bagi seorang musafir boleh meng-qasar shalat yang berjumlah 4 rakaat menjadi 2 rakaat dengan 5 syarat:

1. Perjalanannya tidak untuk maksiat.

2. Jarak safar (perjalanan) yang ditempuh 16 farsakh (16 farsakh jika diperinci dalam hitungan kilometer: ± 80-90 km, berdasarkan pendapat Wahbah Zuhaili, dalam kitab fikihnya adalah: 88,704 km, sedangkan pendapat as-Sabuni dalam al-Fikih asy-Syar’i al-Muyassar: 131, adalah: 84 km)

3. Shalat yang di-qasar berjumlah 4 rakaat.

4. Niat mengerjakan shalat secara qasar ketika takbiratul ihram.

5. Tidak bermakmum dengan orang yang mukim.

Menjamak Shalat

Bagi seorang musafir juga boleh menjamak shalat, shalat yang boleh dijamak:

1. Antara Zuhur dan Asar, pada waktu di mana ia kehendaki (Kecuali pada hari Jumat, jika musafir menginginkan menjamak shalat Juniat, maka hanya diperbolehkan menjamak taqdim saja (melaksanakan shalatnya pada waktu Zuhur) dan tidak diperbolehkan jamak takhir. Lihat: Hasyiah al-Bajuri: 1/388, Cet Darr Kutb al-‘Alamiyah)

2. Antara Maghrib dan Isya, pada waktu di mana ia kehendaki.

Sedangkan bagi seorang yang mukim, pada waktu turun hujan juga boleh menjamak shalat, akan tetapi hanya boleh pada awal waktu shalat (seperti contoh Zuhur dan Asar hanya boleh menjamak pada waktunya shalat Zuhur).

Oleh : Ulin Nuha (Ringkasan Kitab Fikih Imam Syafi’i)

Artikel Utama : Ringkasan Kitab Fikih Imam Syafi’i 

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.