“Smarter Faster Better” Ubah Hidup dan Tim Anda dari Sibuk Menjadi Produktif

Yuk bagikan infonya...

(pimtar.id)

Smarter Faster Better (2016) merupakan sebuah buku yang menjelaskan cara mengembangkan produktivitas agar tujuan besar hidup Anda bisa tercapai. Di dalam buku ini, Anda akan disajikan delapan rahasia yang akan mengubah hidup Anda, dari sekedar sibuk menjadi produktif.

Siapa penulis buku ini?

Charles Duhigg adalah seorang reporter investigatif The New York Times pemenang hadiah Pulitzer. Ia lulusan Harvard Business school dan Yale College. Ia pernah meraih penghargaan National Academy of Sciences, National Journalism, dan George Polk. Ia juga penulis buku laris The Power of Habit.

Untuk siapa buku ini?
  • – Para pemimpin yang ingin menggerakkan produktivitas.
  • – Para pekerja yang ingin meningkatkan produktivitasnya.
  • – Siapa saja yang ingin membuat tujuan besarnya tercapai.
Apa yang dibahas buku ini?

RAHASIA MENGGERAKKAN PRODUKTIVITAS SEJATI 

Produktivitas sejati tidak hanya tentang bekerja lebih banyak dan lebih lama. Produktivitas merupakan sesuatu yang membuat pilihan-pilihan tertentu dalam hidup dengan cara-cara tertentu, sehingga Anda benar-benar produktif dan tidak hanya sekedar sibuk.

Rangkuman buku ini akan membantu Anda memahami pentingnya produktivitas dalam hidup dan pekerjaan. Dan Anda akan mempelajari arti produktivitas, mengembangkan produktivitas sehingga membuat tujuan besar Anda bisa tercapai.

Hal-hal menarik yang akan Anda peroleh dari rangkuman ini antara lain:

  • bagaimana membangkitkan motivasi dalam diri;
  • mengapa perlu menentukan tujuan dengan cara SMART;
  • apa pentingnya mempertahankan dan memastikan diri untuk fokus;
  • apa perlunya probabilitas dalam membuat keputusan;
  • bagaimana cara membuat kreativitas terus mengalir.
1. Cara Membangkitkan Motivasi Dalam Diri Anda

Salah satu tantangan terberat dalam hidup adalah memotivasi diri untuk bergerak lebih, lebih maju, lebih berkembang, dan lebih baik. Motivasi akan menjadi lebih mudah saat Anda mengubah suatu tugas menjadi pilihan.

Dengan pilihan-pilihan, Anda bisa memiliki perasaan untuk memegang kendali, dan akan membuat segala yang Anda lakukan menjadi lebih mudah.

Misalnya, ketika Anda mendapatkan surat untuk menghadiri suatu rapat dalam pekerjaan, yang kemudian Anda tahu bahwa rapat tersebut biasanya membosankan dan lama. Tentu rasa malas akan datang, apalagi membalas surat tersebut.

Disisi lain Anda harus berfokus pada keluarga dan mengasuh anak, namun Anda memiliki kewajiban untuk menghadiri rapat tersebut. Hal-hal seperti ini yang hendaknya Anda mulai bertanya pada diri dengan kata “mengapa”.

Seperti: “Mengapa Anda harus membalas surat?”; “Mengapa Anda harus ikut rapat?” Dengan pertanyaan mengapa, Anda akan mengetahui bagaimana tugas itu terhubung dengan sesuatu yang penting bagi Anda.

Jadi,ketika Anda menghadiri rapat berarti Anda sedang menjalani pekerjaan, dan hasil pekerjaan itu untuk menafkahi keluarga Anda. Bukankah itu sesuatu yang sangat penting!

Kemudian, bagaimana Anda membuat pilihan sehingga bisa memiliki perasaan untuk memegang kendali. Mungkin Anda bisa membalas surat tersebut dengan kalimat: “Saya akan datang, tapi saya harus pergi setelah tiga puluh menit kemudian.”

Pada kalimat pertama, Anda merasa lebih mudah untuk menjawab surat-surat tersebut, karena itu pendapat dan keputusan Anda. Sedangkan, kalimat kedua adalah sesuatu yang akan membuat Anda memiliki kendali.

Sangat penting membuat pilihan yang bisa menjadikan Anda memegang kendali, sebab kendali bisa memicu motivasi pada diri. Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda akan lebih mudah mengawali melakukan sesuatu yang menjadi tugas atau pekerjaan Anda.

“Motivasi dipicu oleh pengambilan keputusan yang menunjukkan (kepada diri sendiri) bahwa kita memegang kendali-dan bahwa kita bergerak menuju tujuan-tujuan yang bermakna. Perasaan determinasi diri itulah yang mendorong kita terus maju.” ~ Charles Duhigg 

2. Menentukan Tujuan Besar dengan Cara SMART

Jika motivasi tidak mencukupi untuk memacu diri dalam mengapai impian-impian terbesar, maka cara efektif yang bisa digunakan untuk membangun produktivitas adalah dengan merumuskan tujuan.

Anda bisa menuliskan tujuan-tujuan Anda, kemudian menentukan sejumlah pekerjaan yang harus Anda lakukan. Teknisnya Anda bisa memulai menentukan tujuan dengan cara memikirkan satu tujuan regang, di mana tujuan tersebut berisi tentang tujuan besar Anda.

Contohnya, jika tujuan Anda ingin menulis buku tentang cerita pebisnis yang sukses. Anda bisa menuliskan tujuan regang: “Cari cerita pebisnis yang menunjukkan model-model pebisnis yang telah sukses.”

Setelah Anda menentukan tujuan regang, Anda bisa membuat tujuan-tujuan tersebut menjadi beberapa bagian dan dikembangkan dengan metode SMART yaitu, spesifik, mudah diukur, akan tercapai, realistis, dan terencana waktunya.

Spesifik: Temukan pebisnis sukses dengan meriset informasi yang bisa Anda temukan baik di internet maupun buku-buku.

Mudah diukur: Anda bisa menghubungi para pebisnis tersebut setiap pagi hingga Anda menemukan orang yang pas untuk buku Anda.

Akan tercapai: Kosongkan jadwal Anda setiap pagi agar bisa fokus, dan Anda juga bisa mematikan media sosial atau surat elektronik saat Anda sedang mengerjakan tugas ini.

Realistis: Setiap senin, habiskan kurang lebih satu jam waktu Anda untuk meriset tentang pebisnis sukses dan membuat daftar panggilan telepon. Klasifikasikan pebisnis tersebut, kemudian mintalah mereka untuk merekomendasikan pebisnis lain saat menghubunginya.

Terencana waktunya: Jika Anda menelepon empat orang per hari, berarti Anda mendapatkan 16 orang. Jika Anda belum menemukan cerita yang pas, Anda bisa membuat rencana baru. Namun jika Anda telah menemukan cerita yang pas, maka setiap jum’at Anda bisa mengirimkan ke editor Anda.

3. Pentingnya Mempertahankan dan Memastikan Diri untuk Fokus

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa betapa berbagai situasi dalam kehidupan ini ternyata mirip seperti di dalam kokpit pesawat. Ketika pilot tidak memiliki model mental yang kuat, maka bisa saja tragedi akan terjadi.

Dengan membangun model mental yang kuat, maka fokus akan lebih mudah dipertahankan sehingga seorang pilot bisa mengendalikan pesawat dalam kondisi gawat sekalipun.

Dalam contoh yang lain, misalnya seorang CEO mendadak menginginkan opini dari Anda, tentu benak Anda akan melompat kegirangan. Namun apabila Anda tidak hati-hati dalam menyampaikan pendapat, Anda akan menyesali apa yang telah Anda katakan.

Pemikiran reaktif tersebut, dapat membuat Anda menuju terowongan kognitif yang mungkin akan merugikan Anda. Jadi sangat penting dalam situasi apa pun Anda benar-benar memikirkan apa yang hendak Anda katakan.

Untuk itu fokus diperlukan dalam membangun produktivitas. Anda harus benar-benar bisa mengendalikan perhatian dengan membuat model-model mental yang mengokohkan Anda sebagai pemegang kendali.

Anda bisa melakukannya dengan cara membayangkan apa yang akan terjadi. Anda menanyakan pada diri tentang hambatannya seperti apa, mencegahnya bagaimana, dan buat dalam cerita yang Anda harapkan.

Kemudian Anda bisa mencari orang lain untuk mendengarkan teori-teori Anda, melakukan dialektika, dan membiasakan memaksa diri unuk mengantisipasi apa yang akan terjadi berikutnya.

Kuncinya adalah paksa diri Anda untuk berpikir agar Anda bisa mempertahankan dan memastikan diri untuk tetap focus, sehingga dapat membantu produktivitas yang Anda inginkan.

4. Jadikan Probabilitas Sebagai Dasar Anda Saat Membuat Keputusan

Setelah Anda berhasil mengerjakan tujuan regang dan tujuan SMART, telah membuat model mental agar mendapatkan fokus, dan mengetahui cara memperbaiki motivasi, tapi terkadang masih saja ada hal yang bisa menggagalkan rencana-rencana Anda.

Bisa jadi yang menggagalkan tersebut adalah hal kecil dan sepele atau juga hal besar yang membuat rencana produktivitas Anda terganggu. Hal ini tentunya tidak terlepas dari keputusan-keputusan yang Anda buat dalam prosesnya.

Keputusan yang baik bisa Anda dapatkan jika Anda mau melatih diri berpikir probabilistik. Cara berpikir ini akan sangat berguna saat Anda dihadapkan dengan sesuatu hal yang tidak terduga yang akan terjadi pada diri Anda.

Suatu contoh untuk keputusan sederhana sehari-hari, seperti membuat keputusan untuk makan siang bersama istri, probabalitasnya mudah, untuk masa depan potensial Anda pergi makan siang satu jam, kembali ke kantor, kemudian senang dan rileks.

Namun untuk masa depan yang satu lagi, Anda makan siang dan waktunya molor, kemudian Anda menghabiskan waktu untuk membahas urusan keluarga, masalah pengasuh bayi, dan ketika Anda kembali ke kantor, Anda sudah lelah dan jadwal meleset.

Jadi saat Anda memikirkan masa depan potensial, Anda bisa memilih restoran dekat kantor untuk makan siang bersama istri, tidak ada pembahasan yang diungkit kembali saat makan siang, dan meminta istri untuk membahasnya saat di rumah.

Berpikir probabilistik berarti Anda membayangkan berbagai kemungkinan masa depan, berpikir tentang kemungkinan keberhasilan dan kegagalan sehingga Anda bisa mengembangkan intuisi untuk mendekati kenyataan.

Siapa pun bisa belajar melakukannya dengan melatih diri untuk membuat prediksi-prediksi kecil setiap hari, sehingga bisa membantu Anda untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih baik.

“Bayangkan banyak kemungkinan masa depan. Dengan mendorong diri membayangkan berbagai kemungkinan-sebagian di antaranya mungkin saling bertolak belakang-Anda lebih siap untuk mengambil keputusan yang bijak.” ~ Charles Duhigg

5. Cara Membuat Kreativitas Terus Mengalir 

Ahli sejarah menyatakan bahwa banyak temuan Thomas Alfa Edison merupakan buah impor gagasan dari satu bidang sains ke bidang lain, seperti menggunakan pengetahuan daya elektromagnetik dari industri telegraf, telepon, fonograf, dan bidang sains lainnya.

Tentu bukan hal baru jika sebuah inovasi bisa dibuat dengan mengkombinasikan gagasan-gagasan lama dengan cara-cara baru sehingga bisa menyulut kreativitas. Atau, mungkin inovasi bisa dibuat dengan mencampurkan gagasan-gagasan baru dengan cara-cara baru.

Anda bisa menciptakan kondisi-kondisi di mana kreativitas akan terus mengalir. Terkadang dengan sedikit guncangan, Anda akan semakin berpikir, dan bisa menjadikan Anda semakin kreatif, asalkan guncangan tersebut berada pada takaran yang pas.

Ada tiga hal yang bisa membantu Anda menuju produktivitas melalui kreativitas: Pertama, pekalah terhadap pengalaman yang Anda miliki dengan memperhatikan berbagai hal yang bisa membuat Anda berpikir dan merasa.

Kedua, sadarilah bahwa panik dan stres yang Anda rasakan saat mencoba berkreasi bukanlah pertanda segala sesuatunya akan hancur. Karena kecemasan kerap kali bisa mendorong Anda untuk melihat gagasan-gagasan baru dengan cara baru.

Ketiga, ingatlah bahwa rasa lega hasil kreativitas, meskipun manis bisa membutakan Anda, sehingga Anda tidak bisa melihat alternatif-alternatif lain yang bisa membuat kreativitas tetap mengalir.

Anda perlu memahami bahwa proses kreatif memang merupakan “proses”, sesuatu yang bisa diuraikan dan dijelaskan. Hal itu penting, karena siapa pun bisa menjadi kreatif, dan bisa menjadi perantara inovasi.

Karena perantara hanyalah milik orang-orang yang memberikan lebih terhadap suatu masalah dan bagaimana masalah tersebut pernah dipecahkan sebelumnya. Jadi sangat penting mempelajari bagaimana mempercayai diri Anda sendiri sehingga kreativitas akan mengalir.

Kesimpulan Buku 

  • Motivasi bisa diperoleh dengan mengubah suatu tugas menjadi pilihan sehingga Anda akan merasa mendapatkan kendali.
  • Ketika motivasi tidak mencukupi, Anda bisa menentukan tujuan regang dan mengembangkannya dengan metode SMART.
  • Paksa diri Anda untuk berpikir agar Anda bisa mempertahankan dan memastikan diri untuk tetap fokus pada tujuan produktivitas Anda.
  • Berpikir probalistik akan membantu Anda membuat keputusan-keputusan yang lebih baik.
  • Sangat penting mempelajari bagaimana mempercayai diri Anda sendiri untuk membuat kreativitas tetap mengalir, sehingga menjadikan Anda semakin produktif.

Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

KINAYA RESIDENCE ANDARA 900 Meter Dari Tol Andara
Hello. Add your message here.