WABI SABI 侘寂 Seni Menemukan Keindahan dalam Ketidaksempurnaan

Yuk bagikan infonya...

Ratu Gandari Mahabharata / hotstar.com

WABI SABI 侘寂 Seni Menemukan Keindahan dalam Ketidaksempurnaan

“Wabi Sabi” menjelaskan tentang konsep estetika Jepang yang menawan. Membantu Anda melihat keindahan dalam ketidaksempurnaan, menghargai kesederhanaan dan menerima bahwa semua hal bersifat sementara. Konsep wabi sabi masih sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini yang berguna untuk menghadapi tantangan hidup dan menemukan makna di luar materialisme.

Siapa penulis buku ini? 

Beth Kempton adalah pengusaha sekaligus penulis buku pengembangan diri yang berjudul Freedom Seeker: Live More. Worry Less. Do What You Love. Ia mendapat gelar master di bidang bahasa jepang. Ia pernah tinggal dan bekerja di Jepang dan terpengaruh oleh filosofinya selama lebih dari dua dasawarsa. Ia mendapat gelar “Rising Star” dari majalah  Spirit & Destiny. Blognya baru-baru ini disebut sebagai  salah satu blog kebahagiaan  terbaik di dunia.

Baca Juga : 7 Ajaran Jepang 日本 Untuk Hancurkan Rasa Malas 

Untuk siapa buku ini?

  • Para wanita yang merasa insecure dengan ketidaksempurnaannya.
  • Para pria yang membutuhkan ketenangan dalam hidupnya.
  • Siapa pun yang ingin mempelajari kebudayaan Jepang beserta filosofi wabi sabinya.
BELI DI SINI

Prinsip-prinsip dalam wabi sabi mengajari Anda untuk menerima diri sendiri sebagaimana adanya

Pada zaman sekarang banyak dari masyarakat yang bergerak semakin cepat, kadar stres semakin meningkat, dan terobsesi dengan timbunan materi seperti perhiasan, pakaian mewah serta jabatan mentereng.

Mungkin banyak dari Anda yang terlalu keras bekerja, terlalu memaksakan diri hingga akhirnya merasa terlalu kewalahan dalam hidup.

Dalam rangkuman buku ini,Anda akan mempelajari definisi wabi sabi dan relevansinya dengan masa kini. Dan, terdapat 4 aspek lainnya yang dibahas, yaitu tentang penyederhanaan, hidup dengan alam, penerimaan, dan penghargaan segala momen.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari dari buku ini antara lain:

  • Apa makna wabi sabi di masa kini;
  • Apa saja manfaat belajar dari alam dengan melakukan “mandi hutan”;
  • Mengapa Anda perlu menerima ketidaksempurnaan pada diri Anda;
  • Bagaimana cara menata ulang kegagalan;
  • Bagaimana menghargai segala momen dalam hidup Anda.

Baca Juga : Ringkasan 50 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Anda hidup pada zaman dimana Anda dijejali dengan pesan-pesan bagaimana Anda harus tampil, berpakaian, makan dan berbelanja. Tentang berapa seharusnya pendapatan Anda, siapa yang harus Anda sayangi dan kapan menikah.

Barangkali banyak dari Anda yang lebih banyak menginvestasikan waktunya untuk memikirkan kehidupan orang lain ketimbang kehidupan dirinya sendiri.

Media sosial banyak yang beralih fungsi sebagai pembanding diri Anda dengan orang lain. Anda mengusik pikiran Anda dengan mengecek berapa banyak reaksi yang diberikan orang-orang yang tidak terlalu anda kenal ketika Anda memposting foto Anda.

Hingga akhirnya Anda lelah dan perlu berhenti sejenak, melihat sekeliling dan memutuskan apa yang benar-benar penting bagi Anda. Wabi sabi bisa membantu Anda dan relevan dengan zaman sekarang.

Wabi sabi berakar pada gagasan berikut :

  • Dunia terlihat sangat berbeda ketika Anda belajar merasakannya dari dalam hati.
  • Hidup ini fana, oleh karenanya kesempurnaan itu mustahil dan ketaksempurnaan adalah hal alami segala sesuatu termasuk diri Anda sendiri.
  • Ada keindahan dan kenyamanan luar biasa yang ditemukan dalam kesederhanan.

Wabi sabi mempresentasikan suatu penyimpanan kearifan yang menghargai kedamaian, keharmonisan, keindahan dan ketaksempurnaan. Dan ini akan memperkuat ketegaran Anda dalam menghadapi penyakit zaman modern.

Wabi sabi dapat membantu Anda memutuskan mana yang benar-benar penting, terlepas dari hasrat untuk mendapat lebih banyak,lebih baik, dan lebih hebat.

Dalam wabi sabi, Anda perlu melambat dan mengizinkan diri Anda  untuk lepas dari penilaian kesempurnaan yang tak berkesudahan.

Sederhananya, wabi sabi membolehkan Anda menjadi diri sendiri. Hal ini dapat mendorong Anda untuk berusaha sebaik mungkin tanpa membuat diri Anda sakit dalam mengejar suatu kesempurnaan yang sulit dijangkau.

Wabi sabi perlahan menggerakkan Anda untuk rileks, menikmati hidup dan menyadarkan Anda bahwa keindahan bisa ditemukan di tempat-tempat tak terduga. Ini yang akan menjadikan setiap hari pintu menuju kebahagiaan.

Rahasia wabi sabi adalah melihat dunia bukan dengan pikiran logis melainkan melalui hati yang bisa merasa.” ~ Beth Kempton 

BELI DI SINI

Pengalaman wabi sabi sering dirasakan dengan keberadaan benda-benda alam. Oleh karena itu, menghabiskan waktu di alam bisa menjadi suatu pengalaman yang dahsyat.

Hal tersebut mengingatkan bahwa Anda adalah bagian dari sesuatu yang penuh keajaiban dan Anda sekilas bisa melihat diri Anda sendiri.

Hutan tak peduli seperti apa penampilan Anda. Gunung bergeming terhadap jabatan apa pun. Sungai terus mengalir tanpa memikirkan bagaimana popularitas Anda. Bunga terus bermekaran, baik Anda melakukan kesalahan atau tidak.

Seperti itulah hakikat alam yang selalu menerima Anda apa adanya. Dengan begitu, pada saat Anda pergi ke alam, Anda akan merasa diterima tanpa syarat.

Obat yang diberikan hutan jauh lebih dahsyat ketimbang tren kesejahteraan kontemporer. Manusia sudah hidup di hutan sejak zaman purbakala. Alam mengalir dalam darah Anda.

Ketika Anda menghabiskan waktu di hutan dan mengalami momen sadar pikiran di antara pepohonan, Anda akan merasa ditopang, didukung, dan dipindahkan. Seakan Anda kembali kepada teman Anda yang akan memeluk Anda.

Pada zaman modern seperti Anda, Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam kotak bernama rumah, mobil, dan kantor.

Keluarlah dari kotak itu dan mendekatlah kepada alam luar yang liar untuk menajamkan pancaindra dan mengingatkan Anda betapa berharganya kehidupan. Anda butuh kicau burung dan langit luas untuk mengingatkan bahwa Anda adalah bagian dari Alam.

Ada beberapa tips ketika melakukan “mandi hutan” di antara pepohonan dekat Anda:

  • Jalan pelan-pelan, fokus pada saat ini dan masukkan ponsel di saku Anda.
  • Gunakan seluruh pancaindra untuk mengeksplorasi lingkungan, dengarkan segala suara yang hadir, sentuh segala sesuatu, tarik napas dalam-dalam dan pandangi langit.
  • Habiskan beberapa saat dalam kesunyian.
  • Lepas sepatu dan rasakan tanah atau celupkan ujung kaki ke sungai
  • Perhatikan bagaimana perasaan Anda ketika berada dalam pelukan hutan dan renungkanlah pertanyaan-pertanyaan filosofis ke diri Anda.

Alam merupakan tempat berbagai keajaiban. Pertumbuhan yang rumit, kecantikan yang hanya sejenak datang dan menghilang. Ini mengingatkan Anda bahwa hidup ini sementara. Irama alam menyadarkan Anda untuk mendengarkan irama alami diri Anda sendiri sehingga Anda tahu kapan harus bergerak dan kapan harus rileks.

Salah satu ajaran inti wabi sabi adalah penerimaan terhadap sifat sejati kehidupan;Semuanya tidak abadi, tidak sempurna, dan tidak utuh. Cara hidup yang lebih autentik adalah “kehidupan tidak sempurna” yang lebih kuat, anggun, dan berharga.

Wabi sabi mengajarkan bahwa kesementaraan dinamis adalah kondisi alami semua benda. Perubahan itu tidak dapat terhindarkan. Oleh karenanya, berpegang pada masa lalu itu tak ada gunanya dan membuat stres.

Jadilah fleksibel seperti bambu yang ketika angin bertiup membiarkan dan bergerak mengimbangi.

Kekakuan yang menganggap kehidupan tak akan pernah berubah akan membuat Anda rentan. Stabilitas memang membuat Anda aman namun jika Anda tidak flesibel terhadap perubahan maka itu akan membuat Anda tersungkur.

Sebaliknya, jika Anda menerima apa yang terjadi maka mungkin Anda terpukul tetapi tidak sampai terpuruk karena Anda bisa segera bangkit kembali.

Salah satu perspektif dalam wabi sabi adalah melihat segala sesuatu besar maupun kecil sebagaimana adanya, apakah itu perlu dijaga atau dilepaskan saja. Penerimaan pada hal sulit bukan berarti cerita akan berakhir seperti itu dan membiarkan perilaku tak pantas. Ini juga bukan bersifat pasif melainkan aktif.

Penerimaan berarti mengakui bahwa itulah yang sedang terjadi dan mengikutinya, bukan menentangnya. Kalau hal itu penting, sebesar itulah pentingnya. Dan, itu adalah awal dari yang akan datang dan itu yang akan Anda lakukan selanjutnya. Dengan kata lain, di situlah Anda berada.

Vas bunga pecah, perkawinan hancur, usaha mengalami kesulitan, anak Anda kesal, Anda ditolak lagi, dan berbagai kepahitan hidup lainnya. Apa yang terjadi, itulah yang ada pada saat ini.

Anda tidak boleh mengabaikan apa yang sedang terjadi tetapi juga tak perlu membesar-besarkannya. Anda perlu menjalani itu dan mengakuinya, lalu lepaskan ikatan yang ada. Belajarlah pasrah dalam kesulitan dan menerima bahwa hal itu akan datang dan pergi.

Minggu ini, cobalah menantang diri Anda untuk memperjelas hal-hal yang patut disyukuri dan bebaskan ekspektasi terhadap segala sesuatu yang belum terjadi. Tetaplah terbuka dan buat ruang untuk keajaiban-keajaiban kecil.

Cobalah untuk tidak mengendalikan apa pun, tanpa merasa stres ketika ada hal-hal yang tak berjalan sesuai perkiraan. Lakukan perlahan-lahan dan karena kalau Anda mengejar kesempurnaan, hidup Anda semakin cepat.

“Kesempurnaan hanyalah mitos. Kita adalah ketaksempurnaan yang sempurna, sebagaimana adanya.” ~ Beth Kempton 

BELI DI SINI

Dalam wabi sabi, ada 3 kerangka dalam memandang kegagalan yaitu:

  • Kegagalan membangun ketegaran dan membantu Anda bertumbuh dengan berbagai cara. Semua orang pernah gagal dan berhentilah memburu kesempurnaan.
  • Rasa gagal tidak abadi. Selalu ada kesempatan baru setiap harinya.
  • Segala sesuatu berubah dan ini adalah momen untuk berhenti sejenak.

Kompetisi akan mendorong Anda menantang diri sendiri dan menajamkan keahlian Anda. Yang jadi masalah adalah ketika Anda berusaha memburu kesempurnaan di dunia yang sungguh jauh di luar kendali Anda.

Santai saja dan sadarilah bahwa kesempurnaan adalah tujuan yang tak bisa diraih. Yang terpenting adalah prosesnya.

Kegagalan itu sulit tapi Anda bisa memilih sikap Anda terhadapnya. Jika Anda memilih untuk menyesali dan membenci diri Anda sendiri maka itu hanya akan membuat lebih kelam dan lebih berat.

Sebab segala sesuatu berubah, kan? Cobalah menjadikannya sebagai suatu pelajaran. Meski berat, jika Anda memilih sikap ini maka Anda bisa fokus ke hal yang lebih positif.

Sadarilah bahwa gagal untuk maju adalah suatu kemajuan. Kegagalan tidak harus menjadi akhir cerita. Kegagalan bisa menjadi awal bab baru Anda, tetapi hanya jika Anda menerima ketaksempurnaan, menyayangi diri sendiri, dan memilih untuk terus maju. Berhentilah merasa bahwa semua orang menonton dan menunggu Anda gagal. Mereka tidak seperti itu.

Terapkanlah lima langkah bebas stres untuk belajar dari kegagalan :

  • Kebenaran : Sebutkan fakta-fakata tentang apa yang terjadi;
  • Kerendahan hati : Perjelas siapa yang Anda salahkan dan apa peran Anda;
  • Kesederhanaan : Gali satu pembelajaran terbesar yang Anda dapat;
  • Kefanaan : IDENTIFIKASI apa yang hilang, apa yang didapat dan apa yang berubah dalam diri Anda;
  • Ketaksempurnaan : Ini bukanlah akhir cerita, putuskan apa yang Anda lakukan selanjutnya.

Anda bisa memakai kata “sempurna” sepanjang waktu, tapi hanya dalam konteks momen. Percayalah, itulah satu-satunya momen ketika kesempurnaan itu nyata. Sekeping waktu bisa melayang-layang, berkilau dalam keheningan sejenak. Dan kemudian berlalu. Suatu momen sempurna di dunia yang tak sempurna.

Momen ketika Anda berjalan di tengah-tengah hutan, menghirup udaranya dan merasakan sentuhan angin, sungguh sempurna. Momen di pagi hari ketika Anda keluar rumah, membiarkan sinar matahari menyirami tubuh Anda, begitu sempurna.

Di dunia yang terus bergerak, momen-momen seperti itu bisa terasa seperti mengedip kepada Anda. Sejenak Anda melihat diri Anda sepenuhnya terbenam dalam pengalaman itu, tidak terusik masa lalu atau masa depan, dan menyadari bahwa momen itu tidak akan berlangsung selamanya.

Jika Anda mampu melambatkan tempo, terfokus, dan memperhatikan cukup lama maka Anda akan menemukan hal-hal berharga pada detail-detail kecil kehidupan sehari-hari.

Saat Anda terlalu tergesa-gesa, mata terpaku pada masa depan, atau menatap ponsel ataupun teralihkan oleh kehidupan orang laian, Anda akan melewatkan kesempatan untuk berhenti dan mengambil momen indah milih Anda sendiri, serta merasakan wabi sabi.

Anda sebenarnya tahu betapa hidup bisa menyenangkan di saat Anda terfokus pada momen di dalamnya. Hanya saja tanpa sadar Anda melewatkan hari-hari Anda dengan tergesa-gesa, teralihkan, stres, terkungkung, dan berada pada jalan kehidupan yang terasa asing.

Ketika Anda benar-benar membuka mata dan hati, keindahan akan memanggil Anda, menembus kehebohan dan kebisingan.

Wabi sabi mengingatkan Anda untuk memeluk setiap tahap kehidupan, sehingga Anda dapat menikmatinya penuh penghargaan. Ketika Anda memilih untuk hidup dengan tempo yang sesuai dengan Anda, melakukan sebaik mungkin yang  Anda dan menerima bahwa hanya itu bisa Anda lakukan, maka segalanya terasa berbeda.

Setiap tahapan hidup adalah waktu untuk pertumbuhan. Saat itulah keindahan dari dalam akan memancar ke luar.

  • Wabi sabi adalah menerima ketaksempurnaan disaat dunia menuntut Anda untuk sempurna.
  • Ketika Anda pergi ke alam bebas, Anda akan merasa diterima tanpa syarat. Sungai-sungai, angin, burung-burung akan tetap bergerak ketika Anda memasuki alam bagaimanapun keadaan Anda, entah Anda dalam keadaan buruk atau tidak.
  • Lihatlah segala kejadian sebagaimana adanya,  terimalah dan bergeraklah aktif untuk mengatasinya.
  • Jika Anda gagal, jadikanlah itu sebagai pembelajaran dan perlambat tempo Anda. Kesempurnaan dalam tahapan kehidupan adalah tujuan yang tak bisa diraih.
  • Nikmatilah setiap momen dalam kehidupan Anda maka keindahan akan memanggil Anda, menembus kehebohan dan kebisingan hidup.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan di sosmed sahabat… terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

PEMBIAYAAN SYARIAH JAMINAN BPKB MOBIL
Hello. Add your message here.