How to Win Friends & Influence People in The Digital Age : Raih Kesuksesan di Era Digital 

Yuk bagikan infonya...

(Google)

How to Win Friends and Influence People in The Digital Age (2011) merupakan sebuah pembaharuan dari buku klasik yang sangat terkenal How to Win Friends and Influence People (1936). Di dalam pimtarnya ini, Anda akan mempelajari prinsip-prinsip dasar komunikasi yang efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dari orang lain, terutama di era digital.

Siapa penulis buku ini?

Dale Carnegie & Associates adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa pelatihan dalam berbagai topik, di antaranya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan penjualan, customer service, dan sebagainya.

Dales Carnegie sendiri adalah seorang penulis buku-buku pengembangan diri. Beberapa buku yang ia tulis adalah Public Speaking:a Practical Course for Business Men (1926); Litte Known Facts about Well Known People (1934); How to Win Friends and Influence People (1936); dan How to Stop Worrying and Start Living (1948).

Untuk siapa buku ini?

  • Pemimpin dan calon pemimpin yang ingin berkomunikasi dengan efektif dan persuasif
  • Siapa saja yang ingin dapat meningkatkan kemampuan untuk bersosialisasi dan menyampaikan pesan dengan lebih luas dan jelas di era digital
Cara berkomunikasi untuk meraih kesuksesan, terutama di era digital

Interaksi dan komunikasi yang tepat memegang peranan penting dalam mendukung Anda untuk meraih kesuksesan secara personal maupun profesional. Prinsip-prinsip dasar komunikasi yang ditulis oleh Dale Carnegie pada tahun 1936 dianggap masih relevan hingga saat ini, meski beberapa perubahan kondisi telah terjadi.

Meski saat ini keberadaan piranti digital dan media sosial telah menggeser sebagian pertemanan dan komunikasi kita ke dunia maya, prinsip-prinsip komunikasi yang mendahulukan orang lain tetap menjadi cara yang efektif untuk membangun pengaruh yang lebih berkelanjutan.

Dalam pimtar ini, Anda akan mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar dalam bersosialisasi menurut Dale Carnegie, serta bagaimana relevansinya di era digital ini.

Untuk mendapatkan pengaruh yang berkelanjutan, ternyata Anda tidak harus menunjukkan kecakapan diri namun cukup dengan mengekspresikan hormat, empati dan kebaikan hati.

Hal menarik yang dapat Anda pelajari antara lain:

  • kenapa dalam bersosialisasi Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan orang lain sebelum berbicara;
  • bagaimana cara menanamkan kesan yang mendalam di benak orang lain;
  • bagaimana tips membangun interaksi yang empatik lewat media digital; dan
  • kenapa seringkali pertanyaan lebih efektif untuk mendorong orang melakukan sesuatu daripada perintah langsung.

Kemungkinan besar, masalah terbesar yang Anda hadapi adalah berurusan dengan orang lain” ~ Dale Carnegie 

Hal pertama yang perlu Anda ingat untuk dapat membangun pengaruh yang mendalam adalah menghindari kata-kata negatif, terutama kata-kata yang bersifat kemarahan, omelan dan kritik negatif.

Pertemanan—atau hubungan antarmanusia secara umum—bukanlah sebuah medan perang dimana pihak yang benar memiliki hak untuk berbicara lebih banyak dibandingkan pihak yang salah.

Kebiasaan mengkritik dan mengeluh merupakan sebuah kebiasaan yang tidak baik secara pribadi maupun untuk membangun hubungan dengan orang lain. Sayangnya kebiasaan ini semakin bertambah justru di era digital. Kebiasaan mengkritik dapat merusak sebuah hubungan tidak peduli kritikan tersebut benar atau salah.

Lebih jauh, kebiasaan menghakimi harus digantikan dengan belas kasih dan kebaikan hati. Hindari kebiasaan untuk mencari kesalahan dan mulailah kebiasaan untuk memberikan pujian terhadap hal-hal baik yang dilakukan orang lain.

Berilah pengakuan terhadap orang lain apabila Anda menemui pertentangan atau kesalahan. Pengakuan ini tidak serta merta menunjukkan bahwa Anda lemah atau bersikap pasif, namun justru untuk menunjukkan bahwa kebaikan ada di dalam diri setiap orang. Pengakuan dan penguatan seperti ini lebih efektif untuk dapat meyakinkan orang lain.

Terakhir, untuk membangun keterlibatan, Anda perlu memikirkan kebutuhan inti orang lain. Kemampuan untuk memengaruhi tidak terletak pada posisi seseorang, ataupun pada pendidikan atau pengalaman, tetapi justru pada kemampuan untuk mendahulukan kebutuhan orang lain.

Anda dapat memenangkan hati orang lain apabila Anda dapat menunjukkan minat pada kebutuhan mereka. Hal ini juga berlaku dalam proses penjualan produk maupun branding suatu produk. Apabila seorang penjual gagal mengomunikasikan kebutuhan inti calon pembeli, maka kemungkinan besar penjualan akan gagal.

Terdapat enam cara untuk dapat memberikan kesan yang mendalam di benak orang lain.

Pertama, mulailah menaruh minat pada minat orang lain. Secara alami, minat setiap orang selalu berfokus pada diri sendiri, yang seringkali menjadi penghambat dalam hubungan antarmanusia. Namun, apabila Anda tidak tertarik dengan orang lain maka orang lain juga tidak akan tertarik pada Anda.

Ingatlah bahwa hubungan manusia selalu lebih mudah jika dimulai dengan rasa suka. Di era digital, Anda memiliki berbagai media yang semakin mempermudah memahami minat orang lain, jadi manfaatkanlah media yang ada.

Kedua, perbanyaklah tersenyum untuk memberikan kesan yang mendalam karena semua orang senang dengan senyuman.

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa senyuman dapat menular. Hal ini terjadi karena suatu alasan sederhana, yaitu karena tersenyum menunjukkan pada orang lain bahwa kita bahagia bersama mereka, sehingga sebagai balasannya mereka tersenyum untuk menunjukkan hal serupa.

Hal ini juga berlaku di era digital. Saat komunikasi lebih banyak dilakukan secara tertulis, seringkali emosi tidak terlihat. Tentunya pemilihan kata sangat penting untuk menunjukkan emosi Anda dalam komunikasi tertulis, selain itu Anda dapat memanfaatkan emoji atau emoticon yang ada.

Ketiga, kenali, ingat dan sebutlah nama orang lain dalam komunikasi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa menyebutkan nama pelanggan dapat memberikan sentuhan personal dalam layanan, hal ini juga berlaku pada hubungan antarmanusia secara umum. Apabila Anda mengingat nama orang lain, maka orang lain pun akan mengingat Anda.

Untuk mengingat nama orang lain, Anda dapat (1) memastikan pelafalan dan cara mengeja; dan (2) mengasosiasikan nama dengan fitur atau ekspresi orang tersebut.

Di era digital, banyaknya pertemanan di media sosial membuat semakin sulit mengingat nama, namun hal ini tetap merupakan suatu hal yang penting. Sapaan ‘Selamat Pagi Rudi’ atau ‘Irma yang baik’ akan lebih baik di suatu email dibandingkan sapaan ‘Halo’, ‘Hai’, atau ‘Selamat Pagi’.

Saat berinteraksi, pastikan Anda memberikan perhatian yang cukup pada orang lain. Seringkali yang diperlukan oleh lawan bicara Anda adalah untuk didengarkan dan dimengerti. Dengan memberikan perhatian, Anda dapat menjadi orang yang dipercaya dan pengangkat beban dari masalah yang dihadapi orang lain.

Ironisnya, di era digital, saat media komunikasi semakin beragam, justru setiap orang menjadi semakin terisolasi secara sosial. Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah orang terdekat penduduk Amerika berkurang dari tiga menjadi dua. Hal ini terjadi karena elemen penting dari memberikan perhatian adalah kehadiran.

Berikutnya, Anda harus membahas suatu hal yang penting bagi lawan bicara Anda untuk menarik perhatian mereka. Kualitas suatu hubungan bukanlah hanya koneksi namun dari rasa percaya yang timbul.

Pengikut ataupun penggemar di media sosial belum tentu teman, sehingga level komitmen mereka pun lebih rendah. Karena itu, sangatlah penting bagi Anda untuk menjadi berarti bagi orang lain agar pesan Anda diterima.

Terakhir, membuat orang lain merasa lebih baik dapat membuat Anda mudah diingat. Apabila Anda tidak dapat membangun motivasi orang untuk berinteraksi dengan Anda maka interaksi tidak akan terjadi.

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat membangun dan menjaga kepercayaan. Yang pertama adalah menghindari argumen yang tidak perlu, karena argumentasi justru akan berakhir dengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya.

Sejalan dengan hal di atas, jangan pernah terpancing untuk menyalahkan orang lain.

Secara alami, kita semua menyukai kemenangan pribadi, dengan kata lain menganggap diri kita benar dan orang lain salah. Dengan mengubah persepsi dan kebiasaan mengganggap diri selalu benar, Anda dapat menghindari argumen dan sekaligus menjaga kepercayaan.

Mengakui kesalahan sendiri merupakan sebuah tantangan tersendiri. Padahal akan lebih mudah bagi seseorang untuk menyalahkan diri sendiri daripada disalahkan orang lain nantinya.

Mengakui kesalahan dan meminta maaf memang membutuhkan keberanian karena adanya kekhawatiran munculnya berbagai opini negatif. Orang cenderung akan memberikan pengampunan dan kebaikan hati sebagai respons terhadap orang lain yang menyadari dan mengakui kesalahannya.

Sikap yang ramah juga mutlak diperlukan untuk membangun kepercayaan. Dengan keramahan, keakraban akan muncul. Lebih jauh, rasa suka dapat menarik rasa suka, karena itu, membangun afinitas juga menjadi suatu hal yang penting.

Membentuk afinitas berarti membuka diri untuk menerima seseorang dan mencari kesamaan dengan orang tersebut. Untuk membangun afinitas, perbanyaklah kata ‘ya’ daripada ‘tidak’ saat mulai berinteraksi dengan orang lain.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah memberi pengakuan kepada orang lain. Tindakan ini tentunya sangat sulit dilakukan karena secara alami setiap orang ingin mendapatkan pengakuan untuk dirinya. Namun, ini dapat menguntungkan Anda dalam hal mendapatkan kepercayaan. Dengan memberikan pengakuan kepada orang lain, Anda akan mendapatkan ‘timbal balik’.

Anda juga perlu menggugah sifat baik dalam diri orang yang ingin Anda pengaruhi. Kenapa?

Karena setiap orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, lebih penting dan lebih mulia dari dirinya. Dengan memberikan rasa hormat dan memuliakan orang lain, Anda dapat menggugah kebaikan dalam diri orang tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat memengaruhi orang lain dengan berbagi tujuan Anda kepada mereka. Dengan menjadikan tujuan Anda menjadi tujuan bersama, Anda dapat mengajak orang lain dalam perjalanan hidup Anda.

Untuk memulai suatu perubahan, Anda harus mengawalinya dengan positif. Untuk dapat mengomunikasikan topik yang tidak menyenangkan dengan positif, Anda dapat melakukan hal berikut.

Pertama, mulailah dengan pujian, karena lebih mudah menerima kritik setelah mendengarkan pujian, tapi pastikan pujian Anda tulus.

Kedua, pastikan alur yang mulus selama perbincangan; dan ketiga, berikan saran yang membangun, bukan hanya kritik.

Anda juga perlu mengakui kekurangan Anda, sehingga rasa percaya kepada Anda dapat terbangun. Dengan menunjukkan bahwa diri Anda bukanlah manusia yang sempurna, orang lain akan lebih mudah merasa terhubung dengan Anda.

Dalam penerapannya Anda bisa saja memulai percakapan dengan ‘Yang kamu lakukan salah, namun kesalahan yang pernah saya lakukan lebih parah. Kau lebih baik daripada saya saat seusiamu…‘ dan sebagainya.

Beberapa orang membenci kritik secara langsung, sehingga sangat penting bagi Anda untuk dapat menyampaikan kesalahan tanpa menarik perhatian secara langsung. Anggaplah kesalahan dan kegagalan sebagai suatu hal yang bisa ditebus dan ditangani, bukan suatu hal fatal yang harus diumumkan.

Selanjutnya Anda juga perlu memperingan kesalahan, yaitu dengan memaafkan dan mengingat kesalahan yang terjadi agar tidak terulang lagi namun tanpa merendahkan ego orang lain.

Lalu, tahukah Anda bahwa pertanyaan terbukti lebih efektif untuk membuat orang lain semakin terlibat?

Karena itu, alih-alih menggunakan perintah langsung, Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk memengaruhi dan mendorong orang lain melakukan perubahan. Pertanyaan menciptakan percakapan dan memungkinkan semua orang merasa terlibat.

Anda juga perlu fokus pada kemajuan untuk memberikan semangat dan motivasi secara terus menerus. Saat Anda fokus pada kekurangan dan kesalahan, maka Anda akan terus-menerus mengeluarkan kritik yang justru tidak akan efektif untuk mendorong orang lain.

Pujian dan ucapan terima kasih dapat menjadi motivator yang kuat untuk mendorong potensi orang lain dalam mengatasi tantangan.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memberikan reputasi yang baik kepada orang lain. Dengan menyematkan sesuatu yang baik, Anda memberikan kepercayaan bahwa orang tersebut dapat mencapai posisi atau karakteristik yang Anda sematkan.

Kemampuan akan menjadi layu saat didera kritik dan mekar saat diberi semangat” ~ Dale Carnegie & Associates

  • Tiga hal untuk memengaruhi orang lain adalah: 1) menghindari marah kepada orang lain; 2) fokus pada hal-hal positif; dan 3) memahami minat orang lain.
  • Anda dapat membangun kesan yang mendalam jika Anda dapat menunjukkan minat terhadap orang lain, tersenyum, mengingat nama dan membuat mereka lebih baik.
  • Kepercayaan terbentuk dari kedekatan. Karena itu, argumen merupakan cara yang buruk untuk membangun kepercayaan.
  • Sikap yang ramah, akrab, dan empati serta mengakui kekurangan dan memberikan pengakuanlah yangdapat membangun kepercayaan.
  • Sikap memaafkan kesalahan sangat penting untuk menjaga ego orang lain namun bukan berarti Anda setujuuntuk terjadinya kesalahan yang sama.
  • Seseorang akan lebih mudah tergerak apabila merasa terlibat, karena itu gunakanlah pertanyaan alih-alih perintah untuk memotivasi orang lain.

Sumber : Pimtar


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Kinaya Residence Andara 900 Meter Dari Pintu Tol
Hello. Add your message here.