Skill with People : Pedoman Sukses Karir, Kehidupan Keluarga dan Sosial

Yuk bagikan infonya...

(Google)

Skill with People (2001) menjelaskan cara sukses membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain. Di dalam buku ini Anda akan mempelajari ilmu dan teknik yang dapat digunakan untuk menjalin hubungan dengan orang lain agar memperoleh kesuksesan dalam kehidupan keluarga, bisnis dan juga pekerjaan. Tertarik untuk mempelajarinya? Silahkan baca pimtarnya.

Siapa penulis buku ini?

Les Giblin merupakan seorang pemasar sukses yang pernah dua kali dinobatkan sebagai pemasar terbaik nasional di Amerika. Ia juga menjadi pembicara dalam berbagai seminar yang diperuntukkan untuk perusahaan-perusahaan besar seperti General Electric, Johnson & Johnson, Caterpillar dan lain-lain.

Untuk siapa buku ini?

  • Para karyawan yang ingin sukses dalam kehidupan karir dan pekerjaan.
  • Para pebisnis dan pemasar yang ingin memenangkan hati pelanggan.
  • Siapa pun yang ingin memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Cara sukses menjalin hubungan dengan orang lain untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih berkualitas

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat dipisahkan dari hubungannya dengan manusia lain.

Oleh karena itu, kemampuan untuk menjalin hubungan merupakan salah satu ketrampilan yang harus dipelajari dan dikuasai oleh setiap orang. Dalam pimtar ini Anda akan mempelajari beberapa cara dalam menjalin hubungan dengan orang lain agar sukses dalam kehidupan keluarga, usaha dan juga pekerjaan.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:

  • apa kunci utama dalam menjalin hubungan dengan orang lain;
  • bagaimana membuat orang lain merasa penting dan diakui;
  • kenapa Anda perlu membiasakan diri untuk menyetujui pendapat orang lain;
  • bagaimana cara membuat seseorang mengatakan “ya”; dan
  • seperti apa cara terbaik untuk memuji dan mengkritik seseorang.

Konsep pertama dan utama yang harus Anda pahami agar sukses membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain adalah memahami manusia dan fitrahnya.

Pemahaman yang tepat terkait hal ini akan membuat hubungan Anda dengan orang lain semakin meningkat dan juga semakin erat.

Fitrah manusia yang tidak diketahui oleh banyak orang—mungkin termasuk Anda—adalah bahwa setiap orang itu jauh lebih menyukai dirinya sendiri daripada orang lain.

Itu juga berarti bahwa ada kecenderungan dasar dalam diri setiap orang untuk lebih peduli dan lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri dibandingkan dengan orang manapun di dunia ini.

Pemahaman akan fitrah manusia ini tentu akan membuat Anda terkejut. Namun begitulah adanya, manusia memang cenderung bersifat individualis, begitu juga dengan diri Anda.

Pemahaman ini akan menjadi acuan dan landasan bagi Anda agar sukses menjalin hubungan dengan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi.

Pemahaman ini dapat Anda gunakan ketika Anda berbicara dengan orang lain. Agar sukses berbicara dengan orang lain, bicarakanlah tentang diri mereka atau buatlah mereka berbicara tentang diri mereka.

Hal ini sejalan dengan pemahaman dasar bahwa manusia itu lebih suka dengan dirinya sendiri daripada orang lain.

Hal ini berarti bahwa Anda harus mengorbankan kepuasan diri Anda sendiri dengan tidak berbicara banyak tentang diri Anda, karena hal itu sangatlah tidak menarik bagi mereka.

Dalam pembicaraan, gunakanlah kata “Anda” agar mereka merasa diistimewakan dan terkesan dengan diri Anda.

Selain itu, pemahaman ini juga dapat Anda gunakan untuk memengaruhi orang lain agar melakukan apa yang Anda inginkan. Untuk memengaruhi orang lain, Anda harus mencari tahu apa sebenarnya yang mereka cari dan inginkan.

Dengan mengetahui apa yang mereka inginkan, Anda akan mudah menggerakkan mereka untuk melakukan apapun yang Anda ingin mereka lakukan.

Hal lain yang harus Anda pahami dalam menjalin hubungan dengan orang lain adalah menghargai keberadaan mereka. Salah satu sifat dasar manusia adalah ingin dihargai.

Oleh karena itu, Anda harus berusaha untuk membuat orang lain merasa penting dan diakui terlebih dahulu.

Mendengarkan mereka merupakan salah satu cara untuk membuat mereka merasa penting dan dihargai.

Ketika mendengarkan, tataplah mereka dengan penuh antusias dan condongkanlah tubuh Anda ke arah mereka sebagai tanda bahwa Anda benar-benar peduli terhadap apa yang mereka sampaikan.

Sebisa mungkin, ajukanlah pertanyaan sebagai bentuk apresiasi bahwa Anda benar-benar memperhatikan apa yang mereka sampaikan dan bicarakan. Hal lain yang tidak kalah penting ketika mendengarkan adalah tidak memotong dan mengalihkan topik pembicaraan meskipun Anda tidak menyukai topik yang dibicarakan tersebut.

Selain mendengarkan, hal lain yang dapat membuat orang lain merasa penting adalah dengan memberikan pujian ketika mereka memang layak untuk mendapatkannya.

Gunakanlah nama mereka sesering mungkin dan hindarilah penggunaan kata-kata “saya”, “aku” dan “milikku” untuk menunjukkan bahwa Anda lebih mementingkan mereka dibandingkan diri Anda sendiri.

Ketika Anda harus menjawab pertanyaan mereka, berhentilah sejenak. Hal ini akan memberikan kesan bahwa Anda benar-benar merenungi apa yang mereka katakan dan bicarakan.

Jika Anda harus membuat mereka menunggu, pastikan mereka tahu bahwa Anda tahu mereka sedang menunggu.

“Ingatlah, semakin Anda membuat orang itu merasa penting, semakin besar pula tanggapan mereka pada Anda “ ~ Les Giblin 

Satu hal yang cukup sulit dilakukan banyak orang—namun sangat penting dalam menjalin sebuah hubungan—adalah menyetujui apa yang orang lain sampaikan.

Kemampuan dalam menyetujui pendapat orang lain ini perlu diasah agar orang menyukai Anda.

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk melatih kemampuan menyetujui pendapat orang lain ini adalah dengan membentuk pola pikir bahwa Anda mau menyetujui pendapat orang lain.

Ketika Anda menanamkan prinsip dasar ini dalam diri Anda, secara alamiah Anda akan mudah dan terbiasa menyetujui pendapat orang lain.

Selanjutnya, sampaikanlah kepada mereka bahwa Anda sependapat dengan apa yang mereka kemukakan. Anda dapat mengutarakannya secara langsung melalui kata-kata atau melalui anggukan kepala sambil memandangnya.

Jika Anda tidak setuju dengan pendapat mereka, berusahalah untuk tidak menyampaikannya kecuali jika Anda terpaksa.

Selain itu, berusahalah untuk tidak terlibat dalam perdebatan yang tidak berguna meskipun Anda benar, karena dalam sebuah perdebatan tidak ada pihak yang akan diuntungkan.

Terakhir, Anda harus berani mengakui kesalahan jika Anda memang salah. Hal ini merupakan suatu hal yang sulit karena dibutuhkan jiwa seorang ksatria.

Namun, orang lain akan sangat menghargai dan mengagumi sikap Anda itu.

Meyakinkan seseorang untuk melakukan atau membeli sesuatu demi keuntungan pribadi Anda tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini akan membuat seseorang bersikap sinis kepada Anda.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan strategi khusus untuk melakukannya.

Agar orang lain yakin dengan apa yang Anda sampaikan, Anda harus mengatakannya secara tidak langsung. Caranya adalah dengan mengutip pernyataan orang ketiga.

Sebagai contoh, ketika seseorang menanyakan tentang apartemen yang Anda sewakan, Anda dapat menjawab bahwa penyewa sebelumnya mengatakan bahwa apartemennya tenang, aman dan nyaman.

Hal ini juga dapat Anda lakukan untuk membuat seseorang mengatakan “ya” terhadap pernyataan atau pertanyaan Anda. Untuk membuat seseorang mengatakan “ya”, sampaikanlah keuntungan yang akan mereka peroleh ketika melakuan apa yang Anda inginkan.

Hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membuat seseorang mengatakan “ya” adalah mengkondisikan pikiran mereka agar selalu mengatakan “ya”.

Caranya adalah dengan memberikan tiga atau empat pertanyaan yang jawabannya sudah dapat dipastikan adalah “ya”. Ketika Anda mengajukan pertanyaan berikutnya, kemungkinan besar mereka juga akan menjawab “ ya”.

Hal berikutnya untuk membuat orang mengatakan “ya” adalah dengan memberikan dua pilihan yang keduanya sama-sama berarti “ya”, namun dengan versi yang berbeda.

Sebagai contoh, ketika Anda menginginkan Pak Smith untuk bertemu Anda, Anda dapat menanyakan kepadanya : “Pak Smith, mau bertemu besok pagi atau besok sore?”. Kedua pilihan ini berarti “ya, jadi bertemu”. Cara ini akan menutup peluang mereka untuk mengatakan “tidak”.

Terakhir, cara untuk meningkatkan peluang seseorang mengatakan “ya” kepada Anda adalah dengan meyakini bahwa mereka akan mengatakan “ya” sekaligus memberikan kesan kepada mereka bahwa memang mereka diharapkan untuk menjawab “ya”.

Fitrah lain dari manusia adalah keinginan untuk dipuji atau disanjung. Fitrah manusia ini dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan hubungan dengan orang lain.

Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam melakukannya.

Hal pertama yang harus Anda pastikan ketika memuji seseorang adalah memberikannya dengan tulus, bukan karena maksud apapun. Kadang, seseorang dapat menilai dan merasakan sebuah pujian itu tulus atau tidak.

Hal yang tidak kalah penting namun tidak dipahami oleh banyak orang adalah pujian harus ditujukan pada perbuatannya, bukan pada orangnya. Selain terkesan lebih tulus, hal ini juga akan menghindarkan diri Anda dari sesuatu yang keliru dan juga memalukan.

Begitu juga ketika Anda harus mengkritik seseorang, kritiklah perbuatannya, bukan orangnya. Pastikan bahwa kritikan yang Anda berikan bersifat korektif, bukan bermaksud untuk menghukum, memperingatkan, mempermalukan atau memaksakan ide Anda.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan tempat dan situasi ketika memberikan kritikan.

Jangan sekali-kali mengkritik seseorang di depan umum atau di tengah keramaian. Hal ini akan membuat mereka kehilangan muka dan nantinya akan membenci Anda. Kritiklah mereka secara pribadi dari hati ke hati.

Sebelum memberikan kritikan, pujilah mereka terlebih dahulu. Hal ini akan sedikit mengurangi dampak kritikan yang Anda berikan kepada mereka secara psikologis karena hal ini akan memberi kesan bahwa mereka masih dihargai.

Terakhir, sampaikanlah koreksi atas kesalahan yang mereka perbuat. Mengkritik tanpa memberikan koreksi dan solusi merupakan suatu hal yang sia-sia dan tidak berguna. Setelah Anda menyampaikan kritikan, akhirilah dengan kata-kata yang bersahabat.

“Salah satu fakta tragis dalam hubungan antar manusia adalah kegagalan orang-orang untuk menyadari bahwa apa yang mereka berikan para orang lain akan mereka dapatkan kembali dari mereka”. ~ Les Giblin

  • Secara fitrahnya, manusia jauh lebih menyukai dirinya sendiri dibandingkan dengan orang lain manapun di dunia
  • Cara sukses dalam berbicara dengan orang lain adalah dengan berbicara tentang mereka atau membuat mereka bicara tentang diri mereka.
  • Bersedia mendengarkan orang lain dan mau memberikan pujian merupakan cara agar orang lain merasa penting dan diakui.
  • Anda harus belajar untuk menyetujui pendapat orang lain agar orang menyukai Anda.
  • Orang lain akan yakin dengan apa yang Anda sampaikan jika Anda menyampaikan keuntungan yang akan mereka peroleh .
  • Cara terbaik dalam memuji dan mengkritik seseorang adalah dengan memuji atau mengkritik perbuatannya, bukan orangnya.
  • Menunjukkan rasa terima kasih Anda kepada orang lain akan memberikan Anda sesuatu hal yang lebih.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan inspirasinya…


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Kinaya Residence Andara 900 Meter Dari Pintu Tol
Hello. Add your message here.