12 Rahasia Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW

Yuk bagikan infonya...

Business/proxsisgroup.com 

Kelahiran Nabi Muhammad merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia, karena kehadirannya membuka era baru dalam perkembangan peradaban dunia bahkan alam semesta.(rahmatan-lil’alamin 21:107) Beliau adalah utusan terakhir Allah SWT sebagai pembawa kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Michael Hart dalam bukunya menempatkannya di peringkat satu dalam daftar seratus orang paling berpengaruh dalam sejarah.

“Muhammad SAW terpilih menempati peringkat pertama dalam peringkat seratus orang paling berpengaruh di dunia, karena dia paling sukses di kedua bidang sekaligus, di bidang agama dan bidang duniawi”. ujar Michael Hart.

Kesuksesan Nabi Muhammad SAW banyak diperdebatkan oleh para sejarawan, baik sejarawan Islam maupun Barat. Salah satu aspek keberhasilan Nabi Muhammad SAW adalah kiprahnya sebagai pebisnis (wirausahawan).

Selain menyebarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai pebisnis yang jujur ??dan amanah. Bahkan Nabi Muhammad SAW mencapai puncak kesuksesannya pada usia 25 tahun.

Namun, aspek kehidupan Nabi Muhammad sebagai pedagang dan pengusaha ini kurang mendapat perhatian dari para ulama dibandingkan saat perayaan maulid Nabi. Oleh karena itu, kita harus merekonstruksi aspek sejarah Nabi Muhammad, khususnya manajemen bisnis yang dianutnya untuk meraih kesuksesan spektakuler pada masanya.

Nabi juga mengajarkan dan membuktikan bahwa masa muda bukanlah halangan untuk bekerja dan menghidupi diri sendiri.

Aktivitas Bisnis Nabi Muhammad SAW 

Reputasi Nabi Muhammad di dunia bisnis dilaporkan antara lain oleh muhaddits Abdul Razzaq. Setelah dewasa, ia memilih menjadi pengusaha/wirausaha. Ketika dia tidak punya modal, dia menjadi pengelola bisnis untuk investor (shahibul maal) dengan sistem bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, menunjuknya sebagai pengelola pusat perdagangan Habshah di di Yaman.

Kehebatannya sebagai pengusaha telah membawa dia dan investornya untung besar. Dia juga memimpin empat ekspedisi komersial untuk Khadijah ke Suriah, Jorash dan Bahrain di Jazirah Arab timur.

Dalam literatur sejarah disebutkan bahwa di masa mudanya, Nabi SAW sering digambarkan sebagai Al-Amin atau Ash-Shiddiq bahkan mengikuti pamannya berdagang ke Syria saat berusia 12 tahun.

Selama lebih dari dua puluh tahun, Nabi Muhammad telah aktif di bidang bisnis (perdagangan), berkat itu ia dikenal di Yaman, Suriah, Basra, Irak, Yordania, dan di kota-kota komersial di pulau Jazirah Arab. Namun, penjelasan rinci tentang pengalaman dan keterampilan pengamatan bisnisnya sejauh ini belum diteliti.

Sebelum menjadi mudharib (pengelola dana) aset Khadijah, ia sering melakukan perjalanan bisnis, seperti ke kota Busrah di Suriah dan Yaman. Dalam Sirah Halabiyah, disebutkan ia sempat melakukan empat kali perjalanan bisnis ke Khadijah, dua ke Ethiopia dan dua lagi ke Jorasy, serta ke Yaman bersama Maisarah.

Dia juga melakukan beberapa kunjungan ke Bahrain dan Abyssinia. Pelayaran dagang ke Syiria adalah yang kelima atas nama Khadijah, di samping perjalanannya sendiri – yang keenam – termasuk perjalanan dengan pamannya ketika Nabi berusia 12 tahun.

Di usia akhir tiga puluhan, dia sangat terlibat dalam perdagangan seperti kebanyakan pedagang lainnya. Tiga dari perjalanan bisnis Nabi setelah menikah tercatat dalam sejarah:

Yang pertama adalah perjalanan dagang ke Yaman, yang kedua ke Najd dan yang ketiga ke Najran. Diriwayatkan juga bahwa selain perjalanan ini, Nabi terlibat dalam urusan perdagangan besar selama musim haji, dalam festival komersial Ukaz dan Dzul Majaz.

Sedangkan pada musim-musim lainnya, Nabi sibuk berdagang di pasar-pasar Makkah. Dalam menjalankan usahanya, Nabi Muhammad jelas menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang akurat dan handal sehingga usahanya selalu menguntungkan dan tidak pernah merugi.

Rahasia Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW

Sukses adalah dambaan setiap manusia di dunia ini. Sama halnya dengan pengusaha. Bicara tentang kesuksesan dalam bisnis. Rasulullah adalah panutan kita dan kita bisa belajar dari kesuksesan-Nya.

Karena menurut Rasulullah Saw, jual beli adalah salah satu pintu rezeki yang menggiurkan. Berikut rahasia sukses bisnis Rasulullah SAW yang dirangkum Gramedia.com

Menurut Profesor Dr. Laode dalam bukunya “Rasulullah Business’ School” ada 12 rahasia bisnis Nabi Muhammad SAW yang bisa kita pelajari dan terapkan dalam pengembangan bisnis, diantaranya:

1. Jujur, cara kunci berdagang sukses seperti Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur ??dan adil, sehingga banyak pembeli yang mempercayai dan membeli kembali barangnya. Nabi SAW berdagang tidak hanya untuk mencari nafkah halal untuk kebutuhan hidup, tetapi juga mencari relasi untuk membangun reputasinya agar investor datang mempercayakan uangnya. Salah satu investornya adalah Khadijah, yang kemudian menjadi istri Nabi.

Ketika dia menjadi Kepala Negara Madinah, dia menghapus penipuan, kecurangan, riba, perjudian, eksploitasi, pasar gelap dan pencatutan yang berlebihan. Selain itu, ia menstandarkan timbangan sehingga menjadi indikator perdagangan dengan angka mutlak.

Sahabat seperti umatnya patut merasa bangga memiliki teladan seperti Nabi Muhammad. Meskipun Anda sendiri bukan pembuat peraturan atau pembuat kebijakan, jadilah pebisnis yang jujur ??agar konsumen senang berbelanja di toko Anda. Kejujuran adalah awal dari berkah, menipu adalah awal dari kehancuran.  

2. Tak hanya jago mimpi, tapi harus jago mewujudkan mimpi itu

Mimpi tanpa tindakan hanyalah mimpi belaka. Saat kita memiliki mimpi yang berubah menjadi tindakan, tentukan langkah-langkahnya berdasarkan apa yang direncanakan. Visioner, pemikir kreatif dan siap menghadapi perubahan.

Sebagai seorang pengusaha sukses, ia harus memiliki pemikiran yang tajam, mampu menganalisa perkembangan usahanya ke depan, perkembangan seperti apa yang ingin ia kembangkan. Tentunya sikap kreatif juga dibutuhkan. Mampu memanfaatkan peluang yang ada dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

3. Pintar mempromosikan diri 

Pengusaha sukses adalah pengusaha yang dapat mempromosikan dirinya di setiap kesempatan. Tidak hanya memiliki bisnis namun kepribadiannya dapat menjadi aset yang dapat membangun relasi sebanyak-banyaknya untuk memperkuat kerajaan bisnis yang telah dibangunnya.

4. Rasulullah memiliki rencana dan tujuan yang jelas

Berbisnis juga perlu diperhitungkan matang-matang, apapun yang dilakukan dengan jelas pasti akan sukses dan mencapai impiannya. Oleh karena itu, kita harus bekerja sesuai dengan konsep kontrol yang sesuai kita rancang sebaik mungkin. Jika ada kesalahan, akan lebih mudah untuk menganalisisnya.

5. Menggaji karyawan sebelum keringatnya mengering

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Baihaqi mengatakan bahwa:

“Berikanlah gaji atau upah kepada karyawan sebelum kering keringatnya dan beritahulah ketentuan gaji atau upahnya, terhadap apa yang sudah dikerjakannya.”

Gaji yang dibayarkan kepada karyawan harus sesuai dengan kebutuhan mereka. Membayar upah tepat waktu dapat menjadi motivator untuk meningkatkan kinerja karyawan.

6. Menerapkan Rumus, “Bekerja dengan Cerdas” 

Tujuannya agar bisa menikmati waktu yang terbatas dengan hasil kerja yang maksimal.

7. Mengutamakan sinergi

Dapat menjaga orang lain bersama-sama dalam kemajuan perusahaan. Pengusaha yang cerdas akan menyadari bahwa dia tidak dapat melakukan semuanya sendiri, sehingga diperlukan kemitraan untuk mengisi kekurangan bisnisnya.

8. Pandai bersyukur dan mengucapkan terima kasih

Orang yang selalu bersyukur adalah orang yang merasa puas dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya. Selalu bersyukur atas kondisi apapun yang kamu terima. Syukur ini akan mengundang nikmat lain dari Allah.

9. Berbisnis dengan cinta

Lakukan segalanya dengan cinta dan Anda akan merasakan perbedaannya, dibandingkan dengan paksaan. Berbisnis dengan cinta akan membuat kita menghargai apa yang kita lakukan. Tidak ada tekanan karena kami melakukannya dengan sepenuh hati.

“Bekerja dengan cinta membawa kedamaian dan semangat dalam diri kita.”

Hadits ini menjelaskan ciri-ciri orang yang selalu menolong orang lain. Dengan ilmu, kekayaan, dan keahlian, sangatlah penting untuk menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain.

Hal ini juga bisa diterapkan oleh para pengusaha sukses. Karena ia menyadari bahwa kekayaan, ilmu, dan keterampilan yang ia miliki hanya dititipkan kepada mereka yang harus diperhitungkan di akhirat nanti.

10. Menjual produk berkualitas baik

Cara Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah selalu menjual produk yang berkualitas baik. Dia tidak pernah menjual produk cacat, jika dia menemukan produk yang cacat, dia tidak akan menyembunyikannya. Nabi Muhammad secara blak-blakan menyampaikan kelebihan dan kekurangan produknya.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Uqbah bin Amir pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, seorang muslim tidak boleh menjual barang yang  ada cacatnya kepada temannya, kecuali dia sendiri yang menjelaskannya.” (HR Ibnu Majah)

11. Cara Berdagang Rasulullah Agar Amanah dan Fatonah

Rasulullah SAW memiliki sifat amanah yang berarti amanah dan fathonah artinya cerdas. Dia adalah bukti bahwa perdagangan yang jujur ??masih bisa berkembang menjadi pebisnis berskala besar.

Nabi Muhammad sangat cerdas melihat peluang tanpa ada kecurangan, karena itulah beliau terkenal di kalangan saudagar kaya sebagai orang yang penuh perhitungan, jujur ??dan profesional. Meski berasal dari keluarga miskin, Nabi Muhammad tidak menjadikan bisnis sebagai aji mumpung.

Semangatnya untuk berbisnis semakin terlihat saat ia berusia 17-20 tahun. Saat itu, dia bersaing dengan pengusaha senior di daerah.

Persaingan bisnis makin kesini makin ketat, sehingga Anda harus memperluas aktivitas berdagang Anda ke bidang yang lebih serius. Dengan demikian, usaha kecil tidak hanya bersifat sementara tetapi juga jangka panjang dan berkelanjutan.

12. Tabligh, Tidak Menyembunyikan Fakta Barang Dagangan

Nabi Muhammad menjadi pengusaha yang sukses karena keterampilan negosiasi, komunikasi yang baik dan reputasinya. Seperti makna Tabligh yaitu menyampaikan perintah dan larangan, Nabi Muhammad tetap bersikukuh dan selalu menyampaikan syarat-syarat niaga tanpa menyembunyikan kebenaran.

Yaaa ayyuhar Rasuulu balligh maaa unzila ilaika mir Rabbika wa il lam taf’al famaaa ballaghta Risaalatah; wallaahu ya’simuka minan naas; innal laaha laa yahdil qawmal kaafiriin. 

Yang artinya:

“Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika Anda tidak melakukan (apa yang telah ditetapkan), berarti Anda tidak membawa pesan-Nya. Dan Allah melindungimu dari (gangguan) manusia. Sungguh, Tuhan tidak memberi petunjuk pada orang-orang kafir.” (QS. Al-Maidah: 67)

Implementasi Manajemen Bisnis Nabi Muhammad SAW

Jauh sebelum Frederick W. Taylor (1856-1915) dan Henry Fayol menetapkan prinsip-prinsip manajemen sebagai ilmu, Nabi Muhammad SAW menerapkan nilai-nilai manajemen dalam kehidupan dan praktik bisnisnya.

Dia menangani proses bisnis, transaksi dan hubungan dengan semua elemen bisnis dan pemangku kepentingan dengan sangat baik. Bagaimana Anda menggambarkan menjalankan bisnis Anda, Prof. Afzalul Rahman dalam bukunya “Muhammad A Trader”, mengungkapkan:

“Muhammad treats customers honestly, fairly and never makes customers complain. He always keeps his promises and delivers goods on time, with the quality agreed by the parties. He always shows spirit. high responsibility and integrity in dealing with others”.

Bahkan dia mengatakan: “His reputation as an honest and honest trader was confirmed when he was still at his peak.”

Berdasarkan tulisan Afzalurrahman di atas dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur ??dan adil dalam melakukan transaksi niaga. Dia tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh.

Dia biasanya menepati janjinya dan tepat waktu. Dia selalu menunjukkan rasa tanggung jawab dan integritas yang besar kepada siapapun. Reputasinya sebagai pedagang yang jujur ??dan setia sudah dikenal luas sejak usia dini. Dasar-dasar etika bisnis dan manajemen mendapat legitimasi agama setelah beliau diangkat menjadi nabi.

Prinsip-prinsip yang diwariskan dari etika bisnis mendapat pembenaran akademis yang meningkat pada akhir abad 20 atau awal abad 21. Prinsip-prinsip bisnis modern, seperti tujuan dan kepuasan pelanggan bisnis, keunggulan layanan, kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan dan persaingan yang sehat, semuanya menjadi citra pribadi dan etika bisnis Nabi Muhammad Saw ketika masih muda.

Pada zamannya, beliau adalah seorang pionir dalam perdagangan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kejujuran, hubungan bisnis yang adil dan sehat. Ia tak segan-segan mensosialisasikannya dalam bentuk edukasi langsung dan memberikan pernyataan tegas kepada para pedagang.

Saat menjadi kepala negara, penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap para pengusaha nakal. Beliau juga memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita sebut asas utama hukum perdata dan perjanjian. Para pihak memiliki hak tertinggi untuk melakukan transaksi, yang dibangun atas dasar kesepakatan para pihak.

“Sebenarnya transaksi jual beli itu (diharuskan) berdasarkan kesepakatan bersama (ridla)…” Mengenai penguasaan aset, dengan tegas menyatakan: “Tidaklah seseorang menumpuk harta (ihtikar), kecuali itu pasti karena kesalahan (dosa)!!!”

Sebagai seorang debitur, Nabi Muhammad tidak pernah lalai dari para krediturnya. Dia biasanya membayar sebelum tanggal jatuh tempo ketika dia menunjukkan pinjaman 40 dirham dari Abdullah bin Abi Rabi’.

Bahkan seringkali bunga yang diberikan lebih besar dari pokok pinjaman, sebagai rasa terima kasih kepada kreditur. Pernah ia meminjam bayi unta, lalu memerintahkan Abu Rafi’ mengembalikannya dengan unta yang bagus berusia tujuh tahun.

“Berikan padanya unta tersebut, sebab orang yang paling utama adalah orang yang menebus hutangnya dengan cara yang paling baik” (HR.Muslim).

Seperti disebutkan sebelumnya, penduduk Makkah menyebutnya Al-Shiddiq (jujur) dan Al-Amin (dipercaya).

Gelar Al-Amin diberikan kepadanya sebagai seorang pedagang. Tidak heran Khadijah juga menganggapnya sebagai mitra yang dapat diandalkan dan menguntungkan, sehingga dia mengirimnya dalam banyak perjalanan perdagangan ke berbagai pasar di Utara dan Selatan dengan modalnya sendiri.

Hal ini terkadang dilakukan melalui kontrak fee (gaji), modal komersial, dan kontrak pembagian produk.

Dalam dunia manajemen, Peter Drucker menggunakan kata “adil” untuk membentuk arti efisiensi dan efektifitas. Efisiensi berarti melakukan hal yang benar (do thing right), sedangkan efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar (do the right thing).

Efisiensi berfokus pada penghematan dalam penggunaan input untuk menghasilkan hasil tertentu. Upaya ini dicapai melalui penerapan konsep dan teori manajemen yang tepat. Sedangkan efektivitas ditekankan pada sejauh mana tujuan tercapai melalui penerapan metode kepemimpinan dan pilihan strategis yang tepat.

Prinsip efisiensi dan efektifitas digunakan untuk mengukur seberapa sukses suatu usaha. Prinsip ini mendorong para sarjana dan praktisi untuk mencari sarana, teknik, dan metode yang dapat mencapai efisiensi dan efektivitas tertinggi.

Semakin efisien dan efektif suatu perusahaan, semakin kompetitif perusahaan tersebut. Dengan kata lain, untuk berhasil menjalankan suatu usaha, hakekat shiddiq dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk menerapkan prinsip efisiensi dan efektifitas.

Penutup

Demikian ulasan mengenai 12 Rahasia Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW. Buat Grameds yang ingin lebih tahu tentang Bisnis Nabi Muhammad SAW lainnya kamu bisa mengunjungi Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku terkait.

Penulis: Ziaggi Fadhil Zahran (Gramedia)


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

PEMBIAYAAN SYARIAH JAMINAN BPKB MOBIL
Hello. Add your message here.