The Little Black Book of Innovation : Bagaimana Inovasi Bekerja, Bagaimana Kita Melakukannya

Yuk bagikan infonya...

(Albertainnovates.ca)

Little Black Book of Innovation merupakan sebuah buku yang mampu menjelaskan inovasi menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan dilakukan. Dari buku ini, Anda dapat memahami apa yang dimaksud dengan inovasi, bagaimana inovasi bekerja, dan yang terpenting bagaimana melakukannya.

Siapa Penulis Buku Ini?

Scott D. Anthony adalah seorang konsultan di sebuah perusahaan inovasi bernama InnosightBeberapa buku yang ditulis Scott D. Anthony di antaranya: Seeing What’s Next (2004), The Innovator’s Guide to Growth(2008), dan The Silver Lining: An Innovation Playbook for Uncertain Times (2009).

Baca Juga : Ringkasan 20 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Untuk siapa buku ini?  

  1. Pelaku bisnis dan pemerintahan yang ingin menciptakan perubahan
  2. Siapapun yang ingin memahami cara kerja inovasi dan bagaimana melakukannya

Cara praktis untuk melakukan inovasi

Inovasi adalah satu kata yang sangat populer saat ini. Banyak literatur yang membahas mengenai inovasi dari berbagai sudut pandang—bisnis, sosial, personal, bahkan politik.

Semua menyimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu hal yang penting dan harus dilakukan untuk dapat bertahan dan mencapai kesuksesan. Namun, inovasi seringkali didefinisikan sebagai sesuatu yang sulit dicapai tanpa ada cara yang jelas untuk mencapainya.

Dalam buku ini, Anda akan dapat memahami bagaimana mempraktikkan inovasi dalam ‘Program Inovasi 28 Hari’ yang disusun oleh Scott D. Anthony. Anda juga akan mendapatkan pemahaman mengenai inovasi dalam definisi yang lebih ‘membumi’.

Hal menarik yang dapat Anda pelajari antara lain:

  1. Apa yang dimaksud dengan inovasi dan apa saja contohnya;
  2. Apa saja tujuh dosa mematikan dalam inovasi yang harus Anda hindari.
  3. Apa yang harus diperhatikan saat melakukan inovasi; dan
  4. Bagaimana cara menjalankan inovasi dalam 28 hari.

Populernya kata ‘inovasi’ saat ini membuat banyak definisi mengenai inovasi muncul.

Dalam kamus New Oxford American, inovasi didefinisikan sebagai ‘membuat perubahan pada suatu hal yang sudah ada, terutama dengan cara memperkenalkan metode-metode baru’.

Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan inovasi sebagai ‘penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, alat)’.

Jadi, inovasi adalah sesuatu yang baru dan berbeda. Namun, ‘berbeda’ akan dipahami orang secara berbeda-beda pula.

Suatu hal baru yang berbeda saja tidak cukup untuk menggambarkan inovasi. Inovasi haruslah sesuatu yang memiliki dampak. Jadi, secara sederhana inovasi dapat didefinisikan sebagai ‘sesuatu yang berbeda serta berdampak’.

Yang dimaksud dari dampak adalah hasil dari inovasi yang dapat dilihat dan diukur, dapat berupa pertumbuhan profit, kinerja yang lebih cepat, dan sebagainya tergantung dari tujuan inovasi.

Perlu diperhatikan pula bahwa ‘berbeda’ dan ‘dampak’ menjadi dua kata kunci dalam inovasi, bukan ‘teknologi’, ‘kreatif’ atau ‘belum pernah ada sebelumnya’.

Untuk lebih memahami tipe-tipe inovasi yang ada, Anda dapat melihat dari niat strategis suatu inovasi.

Di P&G, inovasi dikelompokkan menjadi empat tipe, yaitu:

  • inovasi iklan, yaitu menemukan cara-cara lebih baik dalam mempromosikan produk yang sudah ada;
  • inovasi berkesinambungan, yaitu meningkatkan fitur produk dan layanan yang sudah ada agar menjadi lebih baik, lebih cepat atau lebih murah;
  • inovasi transformasional, yaitu memperkenalkan produk baru yang lebih baik; dan
  • inovasi mengganggu, yaitu menciptakan kategori baru di pasar.

Selain itu, inovasi dapat dikategorikan berdasarkan perubahan yang dilakukan. Jadi inovasi tidak harus berupa produk baru, bisa saja cara baru mendistribusikan produk.

“Jika Anda sedang berinovasi, Anda akan menerima pukulan di wajah. Cara Anda putar haluan atau bertahan adalah hal yang membedakan antara yang menang dan yang kalah.” ~ Scott D. Anthony 

Dalam melakukan inovasi, ada beberapa pola pikir utama yang harus Anda miliki.

Pertama, dalam melakukan inovasi, Anda harus menggunakan sudut pandang eksternal.

Ingatlah bahwa inovasi haruslah berdampak, karena itu sudut pandang eksternal sangat penting untuk dapat mengidentifikasi peluang inovasi. Mulailah dengan berpikir siapa yang menjadi sasaran inovasi Anda dan apa yang mereka perlukan.

Empati pada pihak eksternal juga akan membantu Anda dalam menghindari pemilihan alternatif inovasi yang dapat menyusahkan sasaran inovasi Anda. Sudut pandang eksternal ini mutlak Anda gunakan dalam dua proses inovasi, yaitu saat merumuskan ide-ide inovasi dan saat memilih di antara alternatif yang tidak pasti.

Pola pikir kedua yang harus Anda miliki adalah kemauan untuk menyadari bahwa Anda salah.

Seorang inovator harus siap untuk berubah haluan saat kelemahan dari rencananya terungkap. Sebagai inovator, Anda harus menyadari bahwa tidak ada rencana yang sempurna.

Anda juga perlu mengeluarkan Edison dalam diri Anda untuk dapat melakukan inovasi. Edison adalah contoh nyata bahwa suatu inovasi harus dikerjakan, bukan hanya dipikirkan. Edison selalu berusaha agar penemuannya berguna bagi orang lain, ia tidak akan bersusah payah untuk penemuan yang tidak akan bermanfaat bagi orang lain.

Di sisi lain, Edison tidak pernah menyerah dan ia akan terus berusaha hingga berhasil.

Pola pikir terakhir yang Anda perlukan sebagai seorang inovator adalah melawan suara dari dalam diri Anda sendiri agar dapat terus maju. Seringkali suatu inovasi terhenti karena ada keraguan atau justru karena adanya kenyamanan dengan kondisi yang sudah ada.

Terdapat tujuh dosa mematikan dalam inovasi yang harus Anda hindari, yaitu:

  • Kesombongan, yaitu memaksakan pandangan berdasarkan pikiran sendiri.
  • Kemalasan, yang menyebabkan upaya melakukan inovasi melambat hingga berhenti.
  • Kerakusan, yaitu adanya kelimpahan sumber daya yang justru memperlambat upaya.
  • Nafsu terhadap berbagai hal lain yang menyebabkan Anda tidak fokus.
  • Iri hati, yang dapat menimbulkan persaingan antara bisnis baru dengan bisnis inti.
  • Murka, yaitu menghukum keras pengambil resiko.
  • Ketamakan, yaitu ketidaksabaran terhadap pertumbuhan.

‘Program Inovasi 28 Hari’ oleh Scott D. Anthony memberikan tips untuk melakukan inovasi.

Minggu pertama untuk menemukan peluang; minggu kedua untuk menuangkan ide; minggu ketiga untuk menilai dan menguji ide; dan minggu keempat untuk melangkah ke depan.

Pada minggu pertama, Anda akan menemukan peluang-peluang untuk inovasi. Diawali dengan pertanyaan ‘Bagaimana Anda mengetahui bahwa sekarang saatnya untuk berinovasi?’.

Mulailah berinovasi saat Anda sudah melihat adanya peringatan dini, jangan tunggu sampai situasi sudah mendesak.

Setelah Anda menyadari adanya desakan untuk melakukan inovasi, selanjutnya Anda perlu menerapkan perspektif pelanggan adalah raja pada hari kedua untuk mengenali peluang inovasi. Dengan pola pikir ini, Anda dapat mengembangkan empati dan dapat melihat dari perspektif orang lain.

P&G menerapkan pola pikir tersebut dengan fokus pada dua momen, yaitu saat pelanggan memilih dan menggunakan sebuah produk.

Hari ketiga hingga keenam adalah waktu bagi Anda untuk mulai mengidentifikasi peluang inovasi.

Di hari ke-3,carilah suatu masalah yang dihadapi pelanggan atau tugas yang tidak terselesaikan sebagai indikasi adanya peluang untuk berinovasi. Bertanyalah ‘Aktivitas apa yang masih dilakukan pelanggan dengan susah payah?’. Temui prospek pelanggan untuk mengetahui apa kesulitan mereka.

Di hari ke-4, carilah peluang inovasi di antara para ‘non-pelanggan’ dengan memahami pembatas yang menghalangi mereka menjadi pelanggan.

W. Chan Kim dan Renee Mauborgne menyebutnya strategi blue ocean, yaitu strategi inovasi untuk menghindari persaingan yang sengit di pasar yang ada. Clayton Christensen menyebutnya bersaing melawan sikap tidak mengkonsumsi.

Pada hari ke-5, pikirkanlah tindakan yang dilakukan pelanggan untuk mengompensasi keterbatasan solusi yang ada. Misalnya, ibu-ibu senang dengan kemasan deterjen yang terbuat dari kardus, namun mereka harus menggunakan gunting untuk membukanya agar kuku mereka tidak rusak. Jadi, sebenarnya mereka mengalami masalah namun mengakali masalah tersebut.

Pada hari ke-6, lakukan pengamatan dan penelitian etnografi yang mendalam untuk menyelidiki peluang inovasi lain. Perhatikan bagaimana orang lain berinteraksi dengan suatu produk. Catat dua atau tiga hal yang menurut Anda menarik.

Selanjutnya, hari ketujuh adalah waktunya Anda untuk mengonfirmasi bahwa peluang yang Anda kenali nyata. Pahami pasar yang ada dan pikirkanlah mengapa orang lain belum mengambil peluang tersebut.

Selanjutnya, pada minggu kedua Anda akan mengembangkan ide Anda menjadi suatu cetak biru yang menyeluruh.

Di hari ke-8, carilah stimulus dan inspirasi untuk ide inovasi Anda. Kunjungilah tempat baru, pelajari orang lain, serta diversifikasikan buku bacaan Anda untuk mendapatkan inspirasi dari berbagai bidang.

Pada hari ke-9, susunlah daftar ide inovasi Anda sebanyak mungkin. Pikirkanlah apa yang akan Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah atau teleponlah seseorang untuk meminta masukan dan mendapatkan ide dari mereka.

Pada hari sepuluh dan sebelas, Anda akan mulai memilih ide inovasi yang cocok.

Di hari ke-10, ingatlah bahwa kualitas itu relatif, karena itu Anda perlu menentukan sasaran yang ingin dicapai dan menentukan apa yang penting dan tidak penting untuk pelanggan Anda. Strategy canvas W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dapat menjadi alat bantu Anda untuk memilih ide inovasi Anda.

Pada hari ke-11, pastikan inovasi Anda tidak ‘terlalu baik’ hingga pelanggan tidak mau membelinya karena terlalu mahal. Usahakan agar inovasi Anda sederhana dan mudah digunakan.

Di hari ke-12,cobalah untuk melakukan inovasi mengganggu (disruptive innovation). Inovasi yang mengganggu adalah inovasi kesederhanaan, kemudahan, dan keterjangkauan yang menciptakan pasar baruatau mentransformasi pasar yang sudah ada.

Pada hari ke-13, cobalah untuk melakukan inovasi pada model bisnis Anda untuk memberikan nilai tambah secara menyeluruh. Dokumentasikan model bisnis Anda dan model bisnis yang Anda kagumi, lalu petakan bagaimana Anda dapat menciptakan dan memberikan nilai pada model bisnis yang ada.

Di hari ke-14, saatnya Anda merangkum semua ide Anda ke dalam suatu cetak biru.

Untuk menjual ide Anda, Anda perlu membuat rangkuman singkat 60 detik (elevator pitch), deskripsi pada secarik kertas (rangkuman ide), dan juga deskripsi lima sampai sepuluh halaman inti (rangkuman eksekutif).

Minggu ketiga adalah waktunya untuk menilai dan menguji potensi dari ide inovasi Anda.

Pada hari kelimabelas dan enambelas, Anda akan memilih ide-ide Anda. Pada hari ke-15, pisahkan ide-ide baik dan ide-ide buruk. Lalu pada hari ke-16 susunlah bauran pemasaran (product, price, place, promotion) dari ide Anda.

Selanjutnya, Anda perlu melakukan reverse engineering untuk mengetahui prasyarat atau asumsi penting agar ide Anda berhasil.

Pada hari ke-17, identifikasi asumsi-asumsi penting agar ide Anda dapat berhasil. Mulailah dari tujuan akhir yang ingin Anda capai dan identifikasikan apa saja yang diperlukan agar tujuan itu dapat tercapai.

Dan pada hari ke-18, ujilah asumsi yang ada untuk mengkonfirmasi asumsi tersebut dan juga mengidentifikasi asumsi lain.

Pada hari ke-19, hidupkanlah ide-ide Anda untuk dijual. Beberapa cara dapat Anda lakukan untuk menghidupkan ide, misalnya video 90 detik, ilustrasi dalam bentuk iklan majalah, prototype sederhana, storyboard, parodi singkat, ilustrasi dalam bentuk artikel koran dan sebagainya.

Pada hari ke-20, ujilah ide Anda dalam sebuah eksperimen untuk mendapatkan masukan langsung. Dan di hari ke-21, pelajarilah hasil eksperimen Anda untuk menyempurnakan ide Anda. Fokus pada temuan yang tidak Anda harapkan serta perhatikan data anomali.

Pada minggu terakhir, saatnya Anda melangkah maju dengan ide inovasi Anda.

Pada hari ke 22, Anda perlu selektif dalam menentukan sumber daya yang akan dilibatkan. Di hari ke-23, pilihlah sumber daya yang dapat mendukung inovasi Anda. Optimalkan sumber daya yang ada untuk kegiatan produktif, dan pertimbangkan untuk menggunakan pihak eksternal yang dapat membuat proses lebih cepat dan murah.

Dalam suatu eksekusi inovasi, tentunya Anda akan menemui beberapa penghalang. Karena itu, pada hari ke-24 Anda perlu menghindarkan diri dari suara-suara penghalang tersebut. Menjaga agar bisnis inti tidak terganggu dapat menghindari suara-suara negatif tersebut. Jadi, pada hari ke-25, Anda perlu menjaga interaksi yang wajar antara bisnis inti dengan bisnis baru.

Selain itu, apresiasi terhadap proses inovasi sendiri penting untuk menjaga motivasi dalam proses eksekusi.

Pada hari ke-26, berilah penghargaan pada konsistensi dalam proses inovasi, bukan hanya fokus pada hasil. Dan di hari ke-27 buatlah momentum dengan mendapatkan kemenangan cepat (quick win) untuk memastikan usaha inovasi Anda tidak dihentikan sebelum dimulai.

Terakhir, pada hari ke 28, Anda perlu terus melatih diri melakukan inovasi. Secara konsisten, tempatkanlah diri Anda dalam situasi dimana Anda harus melakukan inovasi.

  1. Inovasi adalah sesuatu yang baru serta berdampak; baru bagi sasaran inovasi dan memiliki manfaat buat mereka.
  2. Minggu pertama adalah minggu untuk mengidentifikasi peluang inovasi. Hal penting yang harus dilakukan adalah mengenali masalah pelanggan dan menimbang ulang peluang yang ditemukan.
  3. Minggu kedua adalah minggu untuk mengembangkan ide Anda. Hal penting yang harus dilakukan adalah mencari inspirasi ide, mengevaluasi peluang inovasi dan merangkum semua ide menjadi cetak biru.
  4. Minggu ketiga adalah minggu untuk menilai dan menguji ide Anda. Hal penting yang harus dilakukan adalah menilai potensi ide Anda, mengidentifikasi asumsi untuk mencapai kesuksesan, melakukan eksperimen, dan menarik kesimpulan akhir.
  5. Minggu keempat adalah minggu untuk melangkah maju dengan inovasi Anda. Hal penting yang harus dilakukan adalah memilih sumber daya untuk mendukung eksekusi inovasi Anda.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan inspirasinya di media sosial kamu… 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

PEMBIAYAAN SYARIAH JAMINAN BPKB MOBIL
Hello. Add your message here.