The 5 Essential People Skill : Kiat Menjadi Pribadi yang Tegas, Mudah Memahami Orang Lain, dan Cakap Menyelesaikan Konflik

Yuk bagikan infonya...

Dr. Ir. H. Soekarno / Google

The 5 Essential People Skill menyebutkan bahwa terdapat lima keterampilan yang harus dikuasai untuk menggerakkan orang dan organisasi. Di dalam buku ini, Anda akan mempelajari beberapa keterampilan yang dibutuhkan agar mereka merasa diberdayakan dan dihargai berdasarkan perilaku asertif sebagai intinya.

Siapa Penulis Buku Ini?

Dale Carnegie Training merupakan lembaga training yang berfokus memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mengasah kemampuan individu dan memperbaiki kinerja agar membangun hasil yang positif, stabil, dan menguntungkan.

Dirintis oleh Dale Carnegie, seorang inisiator gerakan potensi manusia yang pernah menulis buku best seller ‘How to Win Friends and Influence People’. Gagasan Dale Carnegie mengalami evolusi dan pembaruan sesuai pengalaman global bisnisnya yang tersebar sebanyak seratus enam puluh waralaba di seluruh dunia.

Baca Juga : Ringkasan 20 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Untuk Siapa Buku Ini?

Para pemimpin, manajer, dan praktisi yang ingin mendalami dan meningkatkan keterampilan berperilaku asertif untuk menggerakkan orang dan organisasi. Siapa saja yang tertarik dengan pengembangan diri (self development).

(Gramedia.com)

Apa yang Dibahas Buku Ini?

5 Keterampilan yang Dibutuhkan Untuk Menggerakkan Orang dan Organisasi

Inti dari keterampilan seseorang dalam menggerakkan orang dan organisasi adalah kemampuannya berperilaku asertif.

Dalam rangkuman ini Anda akan mempelajari hal-hal penting yang perlu dikuasai, yaitu kemampuan menjaga dan membina hubungan/relasi, memunculkan rasa ingin tahu, berkomunikasi, berambisi, dan menyelesaikan konflik.

Hal-hal menarik yang bisa Anda temukan dalam buku ini adalah: 

  1. Apa itu perilaku asertif, dan penerapannya dalam membina relasi dalam dunia bisnis;
  2. Elemen apa saja yang dibutuhkan untuk memaksimalkan rasa ingin tahu asertif;
  3. Teknik apa saja yang diperlukan untuk bertanya secara cerdas;
  4. Bagaimana cara dan teknik melakukan persuasi; dan
  5. Bagaimana cara membangun tim yang memiliki ambisi secara asertif.

Perilaku asertif adalah keterampilan berbicara dan bertindak agar orang lain merespon dengan positif dan penuh perhatian. Pribadi yang asertif mengetahui cara mempertanyakan, mengungkapkan ketidaksetujuan, dan mampu menolak tanpa terlihat kekanak-kanakan.

Beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan dalam berbagai kondisi lingkungan sebagai pondasi untuk berlaku asertif, yaitu:

  1. Mempersiapkan diri melakukan refleksi diri.
  2. Melaksanakan uji diri secara jujur.
  3. Mengukur dunia di luar dunia Anda.
  4. Tes jalanan.

Dalam menerapkan sikap asertif, terdapat pondasi yang disebut dengan istilah pesan asersi tiga bagian. Inti pesan tersebut, yaitu:

  1. Rangkum fakta tentang situasi yang terjadi
  2. Tunjukkan pikiran dan perasaan Anda
  3. Nyatakan keinginan dan kebutuhan Anda secara jelas serta manfaatnya bagi pihak lain

Strategi bersikap asertif dapat dilakukan dengan cara, seperti mempertanyakan beberapa hal berikut pada diri Anda. Bagaimana cara saya menyampaikan pesan secara lebih jelas? Bagaimana cara saya menyampaikan pesan secara lebih spesifik tentang apa yang harus saya katakan?Bagaimana cara saya menghindari pengalihan topik oleh lawan bicara?

Selain itu, Anda bisa menggunakan strategi dengan kendalikan bahasa tubuh Anda, berbicara menggunakan kalimat aktif dengan bersubjek orang pertama, serta mengakhiri situasi yang membuat Anda merasa kecil.

Dalam menerapkan perilaku asertif, terdapat beberapa hal yang dibutuhkan agar dapat berhubungan dengan orang lain berdasarkan elemen rasa percaya diri dan kemampuan membangun relasi antar pribadi.

Beberapa hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan rasa percaya diri dan sikap yang lebih asertif, yaitu menguasai dan mengetahui fakta terkait situasi dan kondisi, mengantisipasi perilaku orang lain dan menyiapkan respon.

Anda juga bisa menyiapkan pertanyaan secara efektif, mempertajam reaksi terhadap orang-orang yang dominan, memiliki keyakinan bahwa kemampuan anda sendiri akan bermanfaat jika diterapkan.

“Perilaku asertif adalah kekuatan untuk bertanya ‘Mengapa?’ Bukan untuk memberontak, tetapi melaksanakan tanggung jawab untuk membuat segalanya lebih baik.” ~ Dale Carnegie Training 

Rasa ingin tahu asertif merupakan sebuah kerangka berpikir yang unik, terdiri dari 10 elemen yang saling berkaitan erat. Dengan menerapkannya, Anda dapat memaksimalkan peran rasa ingin tahu sebagai keterampilan wajib.

Adapun kesepuluh elemen tersebut adalah:

  1. Menempatkan rasa ingin tahu asertif sebagai sebuah pengalaman emosional
  2. Memposisikan diri Anda sendiri sebagai seorang murid dan pemasok
  3. Memperhatikan secara interaktif
  4. Menerapkan sikap interaktif tanpa memiliki tujuan tertentu
  5. Membagikan kisah pribadi Anda dengan penuh gaya
  6. Menyisipkan humor
  7. Memahami pengetahuan apa yang perlu dipelajari orang lain
  8. Memperkuat rasa ingin tahu dengan dukungan kelembagaan
  9. Memohon bimbingan oleh pejabat senior
  10. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan

Sedangkan 4 elemen yang dapat memaksimalkan rasa ingin tahu asertif di dalam lingkup perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan kontak dengan frekuensi yang sering melalui pertemuan langsung secara berkesinambungan
  2. manajemen waktu, salah satu caranya dengan membuat catatan waktu
  3. Mencari bantuan dari manajemen, khususnya manajemen puncak untuk membentuk lingkungan yang prestatif dan penuh rasa ingin tahu
  4. Menetapkan tujuan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tepat

Dalam menetapkan tujuan, tanyakan seberapa berartinya tujuan Anda kepada tim. Lalu diakhir tanyakan: Apakah tujuan-tujuan Anda hanya berdasarkan ego atau logika?

Selanjutnya tanyakan, bagaimana kebermanfaatannya terhadap perusahaan? Kemudian langkah berikutnya adalah menyelaraskan tujuan-tujuan dengan nilai-nilai Anda.

Yang terakhir, ucapkan tujuan Anda dalam sebuah kalimat yang postif dan ditulis secara rinci dan kalahkan pengamat imajiner.

Hal lainnya yang merupakan salah satu bagian dari people skill adalah Anda mengetahui cara mengajukan pertanyaan secara cerdas, dan pertanyaan yang tepat.

Beberapa teknik bertanya yang paling umum adalah sebagai berikut:

  1. Bertanya secara terbuka dan tertutup,
  2. Bertanya ceroboh,
  3. Bertanya menyelidik,
  4. Bertanya menggiring, dan
  5. Bertanya secara retoris,

Dengan bertanya, Anda dapat belajar menjalin hubungan, mengelola orang (seperti pertanyaan retoris yang menggiring, membantu orang untuk merenungkan/ mengikuti arah tindakan yang anda sarankan), menghindari salah pengertian, meredam konflik, mempersuasi orang.

Namun pada penerapannya, bertanya secara cerdas juga harus diimbangi dengan menyimak secara seksama. Anda harus bisa belajar untuk mendengarkan dan memahami jawaban mereka.

“Mengajukan pertanyaan yang tepat adalah inti komunikasi dan pertukaran informasi yang efektif. Mengajukan pertanyaan yang cerdas akan membantu Anda dalam memperoleh informasi yang lebih bagus dan memahami orang-orang dengan lebih baik.” ~ Dale Carnegie Training 

Persuasi adalah salah satu people skill yang membuat orang lain mendukung Anda dengan cara meyakinkan melalui argumen, tanpa menggunakan intimidasi atau kekuatan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempersuasi, seperti mengetahui karakter audiens, dengan mengetahui audiens secara cermat, Anda dapat berempati dengan pendengar, menjalin relasi, menyusun argumen kenapa hal tersebut penting bagi Anda dan juga mereka.

Selain itu, Anda bisa membangun kepercayaan. Hal ini penting, dan Anda bisa membangun rasa percaya dengan cara meyakinkan bahwa tujuan Anda tulus dan baik.

Kemudian Anda juga bisa mencari kesamaan pandangan, menata informasi, menampilkan kedua sisi, memahami kepentingan pribadi audiens dan juga menampilkan otoritas/kepakaran.

Anda juga bisa menciptakan konsensus, menawarkan hal yang baru, dan menunjukkan sikap yang menarik, masuk akal, diplomatis, rendah hati, serta menggunakan persuasi hanya sesekali saja.

Adapun teknik menjual persuasi bisa Anda lakukan dengan cara, seperti mendapat perhatian pelanggan, menciptakan atau mengidentifikasikan kebutuhan, menawarkan solusi, dan menjual.

Ambisi asertif merupakan people skill kelima. Berbeda dengan sikap agresif, sikap asertif tidak mengorbankan orang lain tetapi sebuah konsep yang diarahkan ke dalam, yaitu melakukan apa yang ingin dilakukan oleh Anda serta memperoleh hak Anda begitupun seperti halnya terhadap orang lain.

Berdasarkan hal tersebut, terdapat perbedaan antara ambisi ekstrinsik dan intrinsik. Ambisi ekstrinsik arahnya berupa imbalan eksternal yang bersifat materi atau fisik, sedangkan ambisi instrinsik imbalannya lebih bersifat emosional bahkan spiritual.

Imbalan pada ambisi instrinsik lebih berarti dibanding fasilitas perusahaan, kantor, dan bahkan gaji yang tinggi.

Ambisi itu sendiri merupakan keinginan untuk mencapai sesuatu yang dimimpikan atau direncanakan, dan lawan dari ambisi asertif adalah ketakutan. Ketakutan itu berupa ketakutan tersemar yaitu ketidaksabaran, ketakutan di bawah tekanan, dan ketakutan terhadap keterbatasan yang dimiliki.

Salah satu cara memaksimalkan ambisi secara asertif adalah memimpin dengan memberikan keteladanan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

  1. Datang lebih awal,
  2. Mempertahankan energi Anda tetap tinggi,
  3. Menyambut tim anda dengan antusias dan humor,
  4. Menyusun rencana tindakan yang jelas,
  5. Menghadapi kemalasan yang mungkin muncul di tim Anda dengan mengkonfrontor atau menjelaskan bahayanya demi kepentingan organisasi dan individu yang bersangkutan, dan
  6. Menghadapi kekuatan negatif yang muncul dalam tim Anda yaitu takut pada kegagalan serta memandang kegagalan sebagai tanda positif.

Adapun langkah-langkah untuk menciptakan ambisi asertif dalam tim Anda: Pertama, ciptakan budaya belajar.

Hal itu bisa dilakukan dengan membuat program yang secara konsisten menunjukkan tren, riset, teknik, dan hal terkini dari industri, memberi tugas anggota tim untuk berbagi sesuatu yang telah mereka pelajari, membeli buku atau majalah lalu menaruhnya di perpustakaan tempat kerja atau meninggalkannya begitu saja agar dibaca oleh mereka dikala senggang.

Kedua, kirim anggota tim Anda ke seminar atau pelatihan langsung. Hal ini dapat meningkatkan semangat profesionalisme mereka dan kemutakhiran pengetahuan mereka tentang informasi baru. Akan tetapi, Anda juga sebaiknya turut menghadiri event-event semacam ini agar mengetahui industri Anda luar-dalam.

Ketiga, ciptakan atmosfer dimana orang-orang dapat menghargai dan membagi ide-ide/gagasan baru dari apa yang telah dipelajari.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan anggota tim dan menanyai apa yang telah dipelajari serta bagaimana pendapat mereka tentang informasi tersebut terkait dengan peningkatan kinerja perusahaan.

  1. Penerapan perilaku asertif dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu dalam mengembangkan hubungan atau relasi, menumbuhkan rasa ingin tahu, mengemukakan pertanyaan secara cerdas, mempersuasi, bernegosiasi, menyelesaikan konflik, dan sebagainya.
  2. Terdapat 10 elemen untuk memaksimalkan peran rasa ingin tahu, dan 4 elemen yang dapat memaksimalkan rasa ingin tahu asertif di dalam lingkup perusahaan.
  3. Lakukan teknik bertanya secara cerdas, dan belajarlah untuk menyimak dan menjadi pendengar yang baik.
  4. Ketika Anda melakukan persuasi, gunakan teknik persuasi agar orang mau menerima argumen Anda sebagai bagian dari sistem keyakinan mereka.
  5. Komponen penting dalam membangun ambisi asertif pada tim yaitu dengan cara memberikan keteladanan.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan di sosmed kamu, sebagai sedekah ilmu dan informasi… Terima kasih  


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

PEMBIAYAAN SYARIAH JAMINAN BPKB MOBIL
Hello. Add your message here.