Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas : Cara Menangani Stres dan Kecemasan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yuk bagikan infonya...

Ilustrasi/Google

Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas menjelaskan tentang masalah stres dan kecemasan yang kerap Anda alami dalam keseharian. Di dalam buku ini Anda akan mempelajari tentang cara menangani stres dan kecemasan sehingga Anda bisa lebih menikmati kehidupan yang sedang Anda jalani.

Siapa Penulis Buku Ini? 

Dale Carnegie adalah seorang pelopor gerakan potensi manusia. Karya tulisnya telah membantu banyak orang di seluruh dunia menjadi individu yang percaya diri, berkepribadian menarik, dan berpengaruh.

Salah satu karya yang paling terkenal adalah How to Win Friends and Influence People yang sudah terjual lebih dari 20 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 36 bahasa.

Baca Juga : Ringkasan 30 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Untuk Siapa Buku Ini? 

  1. Para pemimpin yang ingin meningkatkan kemampuannya
  2. Pemuda yang ingin membebaskan pikirannya dari kecemasan
  3. Siapa pun yang yang penasaran dengan cara menjalani hidup bebas stres dan cemas

Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas

Stres dan cemas dapat mengubah cahaya dalam kehidupan Anda menjadi kegelapan

Anda pasti pernah cemas. Pikiran yang cemas akan membuat Anda bingung, terpecah, dan memikirkan banyak hal yang sebenarnya tidak benar. Ketika dilanda kecemasan, yang perlu Anda lakukan adalah menyalakan cahaya dalam pikiran Anda.

Dalam rangkuman buku ini, Anda akan mempelajari bagaimana menangani stres dan kecemasan yang sering mengangganggu kehidupan sehari-hari Anda dan cara memiliki mental positif agar Anda dapat menjalani kehidupan dengan tenang.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari dari buku ini antara lain:

  • Kenapa rasa cemas harus Anda kendalikan
  • Bagaimana mengatasi kecemasan terkait pekerjaan
  • Mengapa Anda perlu mengembangkan sikap mental yang positif
  • Apa yang dilakukan untuk menaklukan rasa takut
  • Bagaimana menangani stres

Tidak ada kehidupan yang bebas dari kecemasan sama sekali. Kesulitan dalam hidup bisa saja timbul sehingga membuat Anda khawatir dan resah hingga menguasai pikiran Anda dalam beberapa waktu. Akan tetapi, banyak orang mencemaskan hal-hal yang sepele, bersifat sementara, atau bahkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Ada beberapa prinsip dari Dale Carnegie untuk mengendalikan kecemasan. 

Pertama, ketika Anda dihadapkan pada masalah, bertanyalah dalam hati “Apa hal terburuk yang mungkin terjadi?”

Kemudian bersiaplah menerima yang terburuk dan cobalah memperbaikinya. Ingat-ingatla bahwa akibat dari kecemasan itu mahal harganya, yaitu terganggunya kesehatan.

Kedua, analisis penyebabnya. Kumpulkan semua fakta tentang masalah tersebut. Timbanglah semua fakta tersebut lalu buatlah keputusan.

Begitu keputusan sudah dibuat, segeralah bertindak! Catat dan jawab pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri : “Apa masalahnya? Apa penyebab masalahnya? Apa kemungkinan solusinya? Apa kemungkinan solusi terbaiknya?”.

Ketiga, patahkan kebiasaan merasa cemas sebelum Anda yang dipatahkan. Jalani kehidupan yang ada di depan mata saat ini. Selalu sibukkan diri dan jangan mempersoalkan hal-hal sepele. Gunakanlah hukum rata-rata untuk menyingkirkan kecemasan Anda

Berlatihlah untuk menerima hal-hal yang tak terelakkan. Tetapkan seberapa jauh Anda harus meresahkan suatu hal dan jangan merasa lebih resah terhadap hal tersebut. Juga, jangan suka mengkhawatirkan sesuatu yang telah terjadi karena itu perbuatan sia-sia dan masa lalu sudah tidak bisa diubah lagi.

Prinsip terakhir adalah pupuk sikap mental yang akan membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk Anda sendiri. Isilah benak Anda dengan pikiran damai, keteguhan hati, kesehatan dan harapan.

Jangan menaruh dendam dan menuntut pembalasan terhadap orang yang menghina atau menyakiti Anda. Jangan mengharapkan ucapan terima kasih dan bersyukurlah terhadap apa yang Anda miliki.

Orang mempunyai takdirnya masing-masing, oleh karenanya jangan suka meniru dan iri terhadap orang lain. Cobalah melihat sisi positig dari setiap hal negatif yang Anda alami. Cobalah untuk menciptakan kebahagiaan untuk orang lain. Dan, jangan menyerah saat menghadapi kecemasan.

“Percayalah, tidak ada masalah yang dapat dipecahkan dengan rasa cemas. Bila energi yang kita gunakan (karena kecemasan adalah penguras energi) disalurkan ke dalam pendekatan konstruktif untuk mengatasi kegelisahan kita alih-alih meratapinya, kita akan mengatasi rasa takut dan khawatir lalu menjadi orang yang lebih sehat dan bahagia.” ~ Dale Carnegie 

Selain kecemasan pribadi, sebagian besar orang juga mencemaskan hal-hal terkait pekerjaan. Anda mencemaskan atasan Anda; Anda mencemaskan peninjauan terhadap kinerja Anda; Anda mencemaskan ketidakmampuan mencapai tujuan; dan Anda sering cemas akan dipecat.

Untuk mengatasi kecemasan-kecemasan tersebut, Dale Carnegie memberikan saran-saran berikut yang akan berguna untuk Anda.

Pertama, mari menjadi pengkritik diri sendiri yang terkeras dibandingkan orang lain. Carilah dan sembuhkan kelemahan Anda sebelum musuh Anda berkesempatan untuk berkomentar.

Kedua, jangan biarkan kritik dari orang lain membuat Anda cemas. Kritik yang tidak adil biasanya merupakan pujian tersirat yang akan menimbulkan rasa cemburu dan iri hati. Lakukan saja yang terbaik. Namun, karena Anda tidak mungkin sempurna, terbukalah hanya pada kritik yang bermanfaat, konstruktif, dan tidak bias.

Ketiga, bersiaplah menghadapi peninjauan kinerja formal dengan memberi penilaian objektif terhadap kinerja Anda sendiri, mencatat pencapaian Anda, dan mengajukan usul menyangkut langkah-langkah yang Anda rencanakan untuk meningkatkan kemampuan.

Keempat, kurangi kelelahan dalam tugas sehari-hari. Beristirahatlah secara teratur dan bersantailah ketika ketegangan mulai meningkat. Jaga meja kerja agar bebas dari kertas yang tidak diperlukan. Buatlah prioritas dan pecahkan masalah yang mendesak sebelum menangani masalah berikutnya. Lalu, organisasikan, wakili, dan delegasikan sebagian pekerjaan Anda karena Anda tidak bisa mengerjakan semuanya sendiri.

Kelima, ketika Anda menghadapi konflik dengan rekan kerja lakukanlah saran-saran berikut:

  • Cobalah melihat keadaannya melalui sudut pandang mereka;
  • Gunakan pesan “Saya” dan “Kita” ketimbang pesan “Anda”;
  • Kerahkan energi untuk “hal-hal yang bisa dilakukan” ketimbang mengeluh tentang “hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan”;
  • Ketika menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan, ambil langkah afirmatif untuk meningkatkan peluang untuk dipertahankan.

Jalan menuju kesuksesan mungkin curam untuk didaki dan jalan itu menguji energi mereka yang ingin mencapai puncaknya.

Namun, pengalaman mengajarkan bahwa rintangan dapat diatasi bila Anda menghadapinya dengan kuat dan bantuan yang paling efektif untuk mewujudkannya adalah keyakinan moral bahwa Anda mampu dan akan mencapainya.

Ada 5 klasifikasi kondisi kegagalan:

  1. Kemalasan, terutama kemalasan mental
  2. Kurangnya keyakinan terhadap efisiensi kerja
  3. Ketergantungan pada keberuntungan
  4. Kurangnya keberanian, insiatif dan kegigihan
  5. Keyakinan bahwa pekerjaan Anda memengaruhi status Anda, alih-alih bahwa Anda memiliki kekuatan untuk mempengaruhi status pekerjaan Anda.

Apabila Anda tidak pernah mencapai sesuatu dalam hidup, singkirkanlah kecemasan. Musuh Anda yang paling besar adalah kegelisahan-kegelisahan kecil yang dikumpulkan setiap hari. Selama Anda memancarkan keraguan dan keputusasaan, Anda akan gagal. Jagalah agar pikiran Anda selalu produktif dan kreatif.

Ingatlah, bukan sesuatu yang tercela jika suatu hari Anda mengalami kegagalan. Hal yang tercela adalah bila Anda tidak mengerahkan kemampuan terbaik untuk memperbaiki kondisi Anda. Hargailah diri Anda sendiri sebelum orang lain menghargai Anda.

Satu-satunya cara mendaki adalah terus menatap bintang Anda. Visualisasikan cita-cita Anda dan pertahankanlah bayangan itu dalam pikiran Anda dan upayakan untuk memperolehnya sekuat tenaga.

Milikilah motif kuat untuk mendukung pekerjaan Anda, tujuan yang inspiratid, sesuatu yang besar dan megah untuk melihat ke depan, seuatu yang akan selalu memacu ambisi Anda. Pertahankanlah itu dan jangan biarkan kegagalan mematikan ambisi tersebut.

Mental yang kuat terbentuk dari masalah-masalah yang sudah diatasi. Tidak mungkin seorang yang tidak perlu berjuangan dan menghadapi rintangan akan mendapatkan keberanian atau stamina.

Kehidupan itu bagai arena olahraga besar, dan seorang yang hanya duduk-duduk mengamati peralatan olahraga tidak mungkin bisa membesarkan otot dan meningkatkan daya tahan.

Kekecewaan besar dalam bisnis atau dalam aspek kehidupan yang lain akan menyebabkan semangat Anda anjlok dan memukul kepercayaan diri Anda. Itu wajar saja. Segeralah melakukan sesuatu.

Jangan biarkan keadaan itu semakin memburuk menjadi rasa kasihan kepada diri sendiri dan ketidakbahagiaan. Dan, jangan menaruh dendam pada musuh Anda karena Anda hanya akan lebih menyakiti diri Anda sendiri ketimbang menyakiti mereka.

Kemudian, salah satu dampak lanjutan dari kagagalan adalah perasaan depresi berat. Anda tidak boleh menganggap diri Anda pecundang. Apa yang Anda lakukan mungkin memang gagal tetapi bukan berarti Anda menjadi pecundang.

Anda tetap orang yang kuat, cerdas, dan percaya diri sebagaimana sebelumnya. Abaikan kegagalannya, belajar darinya, dan lanjutkan langkah Anda ke depan untuk meraih kesuksesan baru.

“Mari kita memenuhi benak kita dengan pikiran perdamaian, keberanian, kesehatan, dan harapan, karena hidup kita adalah apa yang kita pikirkan.” ~ Dale Carnegie 

Banyak orang yang memiliki bakat, kecerdasan, dan hasrat untuk sukses tidak pernah berhasil karena mereka dilanda ketakutan.

Anda tidak perlu takut karena Anda memiliki kekuatan untuk mengatasi ketakutan tersebut. Rasa takut dalam berbagai tahap ekspresinya, seperti kecemasan, kegelisahan, amarah, cemburu, malu-malu adalah musuh terbesar manusia.

Anda memiliki kapasitas untuk menghancurkan, menetralkannya dengan mudah, semata-mata dengan mengubah pikiran. Rasa takut itu bersifat menekan, menindas, dan mencekik. Jangan turuti rasa takut itu!

Jika Anda menurutinya maka sikap mental yang positif dan kreatif akan berubah menjadi sikap yang tidak produktif dan negatif. Hal ini akan berakibat fatal pada pencapaian yang ingin Anda raih.

Rasa takut itu bersifat pesimistis dan selalu memprediksi kegagalan, sementara keyakinan bersifat optimistis dan selalu memprediksi kesuksesan. Merasa cemas bahwa apa yang Anda takutkan terwujud akan meningkatkan kemungkinan rasa tersebut benar-benar terwujud.

Berhentilah merasa cemas sebagaimana Anda berhenti melakukan kebiasaan buruk yang mengakibatkan penderitaan dalam hidup.

Untuk memulai upaya mengatasi rasa takut, pahamilah dulu apa yang Anda takutkan. Yang ada takutkan hampir selalu merupakan hal yang belum terjadi, hal yang sebenarnya tidak ada. Kemudian, atasi rasa takut Anda dengan cara berani untuk mengambil risiko (dengan uang, masa depan, bahkan hidup Anda)

Sebagaimana dikatakan oleh Emerson: “Lakukan hal-hal yang Anda takutkan dan rasa takut Anda pasti hilang.” Maka salah satu cara menghilangkan rasa takut adalah dengan cara menghadapinya.

Milikilah keberanian untuk mengambil keputusan karena orang yang gigih tidak akan menunggu sampai keadaan memihak kepadanya. Mereka tidak tunduk pada kejadian melainkan kejadianlah yang tunduk pada mereka.

Stres adalah bagian dari kehidupan. Tetapi stres belum tentu buruk. Stres kerap memotivasi Anda untuk meraih hal-hal yang tampaknya tak mungkin dicapai.

Yang patut diperhatikan adalah stres yang menjadi terlalu parah untuk ditangani, yang menyebabkan gangguan fisik dan psikologis. Jika sudah begitu, berikut ada beberapa saran yang dapat membantu Anda.

Pertama, analisislah dalam situasi apa Anda cenderung bertambah stres. Misalnya saja ketika harus menepati deadline, ditekan atasan, bawahan, pelanggan, kerabat, atau faktor lain. Ketika Anda mengetahui gejala yang timbul sebelum stres, Anda bisa menanganinya sebelum stres itu berkembang menjadi sesuatu yang membuat Anda kewalahan.

Kedua, awasi pembicaraan dengan diri Anda. Anda selalu berbicara pada diri Anda sendiri, suara kecil dalam pikiran Anda yang terus menerus mengukuhkan cara pendekatan Anda terhadap pekerjaan dan kehidupan.

Penuhilah pembicaraan dalam pikiran Anda dengan hal-hal positif, dengan rencana untuk mengatasi masalahnya. Dengan demikian stres akan tergantikan dengan keyakinan.

Ketiga, kembangkanlah kebiasaan “liburan mental” seperti relaksasi atau meditasi dan tenangkan benak Anda dengan pikiran damai atau musik santai.  Carilah waktu untuk berdiam diri dan menyendiri.

Jangan terus menerus mendesak pikiran Anda untuk segera menyelesaikannnya, mungkin yang Anda butuhkan pikiran jernih terlebih dahulu sebelum mengatasi masalah yang Anda hadapi.

Keempat, tidur yang cukup. Kekurangan tidur bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk mengatasi stress. Tidur yang cukup itu penting untuk kesehatan emosi dan fisik agar bisa berfungsi pada level optimal.

Kalau bisa sisihkan juga waktu tidur siang selama satu jam.Karena tidur siang ini juga memberikan manfaat yang besar untuk mengatasi stres Anda.

Kelima, cobalah lakukan aktivitas fisik seperti latihan jasmani, berenang, bersepeda, lari, dan hobi lainnya yang menyenangkan. Kembangkan rasa sukses di bidang lain kehidupan Anda, merasakan kesuksesan dalam kerja sukarela, aktivitas komunitas lari atau keagamaan bisa membantu mengatasi rasa stres di tempat kerja.

Dan yang terakhir, cobalah mencurahkan hati Anda pada orang-orang terdekat Anda yang peduli. Stres yang mengakar dapat bertambah parah dan meluap dengan cara yang tidak sehar dan tidak produktif. Mencurahkan hati pada orang lain bisa berfungsi sebagai katup keamanan guna menangani tekanan internal akibat stres.

  1. Ketika menghadapi kecemasan, analisislah penyebab dan cari solusi terbaiknya, kemudian sibukkan diri dan berlatih menerima hal-hal yang tak terelakkan. Pupuklah sikap mental yang akan membawa kedamaian dalam diri Anda sendiri.
  2. Untuk menghadapi kecemasan dalam pekerjaan; Kritiklah diri Anda sendiri, jangan biarkan kritik orang lain membuat Anda cemas, bersiaplah menghadapi peninjauan kinerja, kurangi kelelahan dalam tugas, dan lakukan yang Anda bisa.
  3. Kembangkan sikap mental positif anda dengan cara; Menyingkirkan keraguan, hargai diri Anda sendiri, pertahankan ambisi Anda, berlatih mengatasi masalah-masalah hidup, abaikan kegagalan dan belajarlah darinya.
  4. Untuk mengatasi rasa takut; Pahami apa yang Anda takutkan, hadapilah ketakutan tersebut, dan milikilah keberanian untuk mengambil risiko.
  5. Stres bisa dikendalikan dengan cara; Analisis keadaan yang menambah stres, berbicara positif pada pikiran Anda, kembangkan kebiasaan “liburan mental”, tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik, dan mencurahkan hati Anda pada orang lain.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan di sosmed sahabat, sebagai sedekah ilmu dan informasi… Terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

BUKU TES SEKOLAH KEDINASAN TNI POLRI CPNS 2024
Hello. Add your message here.