Problem Solving 101 : Cara Mengambil Keputusan dan Menyelesaikan Masalah Secara Sederhana

Yuk bagikan infonya...

(betterup.com) 

Problem Solving 101 menjelaskan sebuah pendekatan dasar dan sederhana yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam buku ini, Anda akan mempelajari pola pikir seorang pemecah masalah dan bagaimana Anda bisa menirunya.

Siapa Penulis Buku Ini?

Ken Wanatabe adalah pendiri Delta Studio, perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, hiburan dan media. Sebelumnya, ia bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company.

Baca Juga : Ringkasan 25 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Untuk Siapa Buku Ini?

  1. Para pemimpin yang ingin menjadi seorang pengambil keputusan dan pemecah masalah yang ulung
  2. Para guru, dosen dan akademisi yang ingin mengajarkan ketrampilan berpikir kritis pada anak didiknya
  3. Para pelajar, mahasiswa serta siapa saja yang ingin mahir dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari
Problem Solving 101

Cara mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah secara sederhana

Setiap hari Anda selalu berhadapan dengan berbagai masalah dan proses pengambilan keputusan, baik kecil maupun besar. Untuk menyelesaikan berbagai masalah yang Anda hadapi tersebut, Anda dapat menggunakan sebuah metode sederhana yang sistematis. Dengan menggunakan metode sederhana ini, Anda dapat menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan yang sedang Anda hadapi.

Dalam rangkuman ini Anda akan mempelajari berbagai alat bantu sederhana dalam pemecahan sebuah masalah dan langkah apa saja yang perluAnda lakukan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:

  • Apa saja yang dapat menghambat Anda menjadi seorang pemecah masalah;
  • Bagaimana proses yang efektif dalam memecahkan sebuah permasalahan;
  • Bagaimana cara mengidentifikasi akar permasalahan;
  • Bagaimana cara mewujudkan sebuah keinginan dan impian; dan
  • Seperti apa cara terbaik dalam mengambil keputusan.

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda selalu berhadapan dengan berbagai persoalan dan tantangan yang membutuhkan sebuah penyelesaian. Anda pasti juga memiliki berbagai keinginan dan impian yang ingin diwujudkan. Semua itu dapat lebih mudah tercapai jika Anda menguasai ketrampilan dalam menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.

Penyelesaian masalah bukanlah sebuah bakat atau keberuntungan, namun sebuah ketrampilan dan kebiasaan yang dapat dipelajari dan dikuasai oleh siapapun. Untuk menjadi seorang pemecah masalah Anda perlu menghindari beberapa karakter yang akan menghambat Anda menjadi seorang pemecah masalah.

Karakter pertama yang harus Anda hindari adalah karakter “Nona Pendesah”. Orang yang memiliki karakter ini cenderung berpikir negatif, pesimis dan takut gagal. Mereka memilih menyerah pada keadaan yang menimpanya dan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi.

Karakter berikutnya adalah “Tuan Pengkritik”. Orang-orang yang memiliki karakter ini hanya suka bicara dan menyalahkan orang lain atas setiap kesalahan yang dilakukan. Orang-orang yang memiliki karakter “Tuan Pengkritik” ini sebenarnya takut mengambil tanggung jawab dan takut membuat kesalahan.

Terakhir, ada karakter “Nona Pemimpi” dan “Tuan Ayo-Kerjakan”. Orang yang memiliki karakter Nona Pemimpi adalah orang-orang yang memiliki impian dan gagasan besar namun tidak berusaha mewujudkannya. Sedangkan orang yang memiliki karakter “Tuan Ayo- Kerjakan” adalah orang-orang yang memiliki sikap positif dan pekerja keras namun ia tidak pernah memikirkan cara terbaik dalam mewujudkan impiannya.

Berbeda dengan karakter-karakter tersebut, seorang pemecah masalah (problem solver) selalu berpikir positif dan tenang dalam menghadapi sebuah tantangan dan masalah. Seorang pemecah masalah mampu menemukan akar dari sebuah permasalahan, mencari solusi terbaik dan mengeksekusi rencana tersebut dengan sempurna.

“Sikap positif mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tapi bisa membuat penyelesaian masalah menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan.” ~ Grant Fairley 

Penyelesaian masalah adalah proses yang sistematis dan terencana. Ada empat tahapan utama dalam menyelesaikan sebuah masalah. Keempat langkah tersebut adalah menyadari situasi kondisi saat ini, mencari akar permasalahan, menyusun sebuah rencana tindakan yang efektif dan mengeksekusi rencana yang sudah disusun tersebut.

Untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, Anda harus menyadari kondisi yang Anda alami saat ini terlebih dahulu. Anda harus menyadari bahwa sesuatu memang merupakan sebuah masalah yang harus dicarikan solusinya. Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mencari akar dari masalah tersebut.

Untuk mencari akar dari sebuah permasalahan, Anda perlu menjabarkan hal-hal apa saja yang berpotensi menjadi penyebabutama masalah yang sedang Anda hadapi. Lakukan inisespesifik mungkin.Setelah Anda mengidentifikasinya, rancanglah sebuah rencana efektif untuk menyelesaikan akar masalah tersebut.

Langkah selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Pastikan Anda menerapkan rencana tersebut sesempurna mungkin. Dalam tahap pelaksanaan, Anda juga dapat memodifikasi rencana tersebut jika rencana yang Anda rancang sebelumnya tidak terlalu efektif.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah “pohon logika”. Pohon logika merupakan sebuah alat bantu visual yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari berbagai solusi terbaik dari sebuah permasalahan.

Ide utama dalam penggunaan pohon logika adalah dengan mengelompokkan segala hal yang berpotensi menjadi sumber permasalahan sekaligus solusi-solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya. Dengan mengelompokkan berbagai solusi tersebut, Anda dapat menemukan solusi efektif dan terbaik terhadap masalah yang sedang Anda hadapi.

Sebuah masalah akan terselesaikan dengan efektif jika akar masalahnya teridentifikasi dengan tepat. Banyak masalah yang tidak kunjung selesai karena adanya kesalahan dalam pengidentifikasikan akar permasalahan. Menemukan akar permasalahan merupakan kunci utama dalam proses penyelesaian masalah.

Mari kita lihat sebuah studi kasus tentang permasalahan yang dihadapi oleh sebuah grup band rock bernama pecinta jamur. Grup band ini mengalami kesulitan dalam menghadirkan penonton yang banyak dan setia dalam konser yang mereka adakan di gedung sekolah.

Grup ini beranggotakan tiga orang yaitu nona jamur sebagai penyanyi, terung sebagai gitaris dan tahu sebagai seorang pemain drum. Tiga bulan belakangan grup ini mencoba mengadakan sebuah konser besar di gedung sekolah, namun konser yang mereka adakan ini selalu sepi penonton. Konser pertama hanya dihadiri oleh sepuluh orang penonton sedangkan konser kedua dan ketiga hanya dihadiri lima belas orang penonton saja.

Langkah pertama yang dilakukan grup ini adalah mencari tahu hal apa saja yang berpotensi menjadi akardari permasalahan tersebut.

Dengan menggunakan pohon logika, mereka membagiwarga sekolah menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang tidak mengetahui konser yang mereka adakan. Kelompok kedua adalah orang-orang yang mengetahui konser tersebut namun tidak menghadirinya dengan berbagai alasan. Terakhir, kelompok yang pernah datang pada konser tersebut namun tidak konsisten dalam menghadirinya.

Setelah itu, mereka membuat sebuah hipotesis tentang penyebab utama masalah tersebut. Dari hasil analisa, mereka mengemukakan sebuah hipotesis (dugaan awal) bahwa penyebab utama dari masalah yang mereka hadapi adalah minimnya murid yang tahu tentang konser mereka.

Berikutnya, mereka menguji hipotesis ini dengan melakukan sebuah riset dengan bantuan guru dan juga melakukan wawancara.

Dari hasil riset dan wawancara yang mereka lakukan ternyata dugaan awal sebelumnya tidak tepat. Artinya, banyak murid yang sebenarnya sudah tahu tentang konser mereka namun belum tertarik untuk datang.

Mereka pun mendapatkan banyak informasi baru tentang penyebab sedikitnya warga sekolah yang menghadiri konser mereka,seperti ketidakcocokan waktu pelaksanaan konser dan kejenuhan penonton.

Dari temuan riset dan wawancara yang mereka lakukan, mereka kemudian menuliskan berbagai ide yang dapat menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Dari berbagai ide yang mereka dapatkan, mereka mengerecutkan ide-ide tersebut berdasarkan skala prioritas dan mengeksekusi ide-ide tersebut.

Akhirnya, konser mereka selanjutnya pun berjalan dengan sukses dan meriah sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

“Memiliki tujuan tanpa perencanaan seperti ingin melakukan perjalanan tanpa peta.” ~ Steve Maraboli 

Dalam hidup, tentu Anda memiliki impian dan juga berbagai tujuan yang harus dicapai. Seorang pemecah masalah mengetahui cara efektif agar impian besar dan tujuan mereka dapat terwujud.

Untuk menjadi seorang pemecah masalah, hal pertama yang harus Anda lakukan dalam mewujudkan sebuah impian besar adalah dengan memecahnya menjadi tujuan-tujuan kecil.

Mari kita lihat sebuah studi kasus dari John Octopus, seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang animator dan sutradara film computer-generated imagery (CGI) di Hollywood. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini, ia menetapkan sebuah tujuan kecil terlebih dahulu, yaitu memiliki sebuah komputer agar ia dapat belajar animasi dan juga desain.

Langkah pertama yang dilakukan John adalah menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik. Tujuan ini harus mencakup tiga hal, yaitu apa yang diinginkan, kapan mau diwujudkan dan bagaimana cara mencapainya.

Oleh karena itu, tujuan yang ingin diwujudkan John adalah “Aku ingin membeli sebuah komputer Apple bekas seharga $500 dalam waktu enam bulan tanpa meminjam uang dari orang lain”.

Setelah menetapkan tujuan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi selisih antara tujuan yang hendak dicapai dan situasi Anda saat ini.

Dalam kasus John, saat ini ia memiliki simpanan uang sebesar $150. Selain itu, ia juga menerima uang saku dari orang tuanya sebanyak $20 per bulan dan juga upah membawa anjing tetangga jalan-jalan sebesar $12 per bulan. Jika dikalkulasikan, proyeksi uang yang akan didapatkan John enam bulan kedepan adalah $252.

Ini berarti, John masih membutuhkan uang sebesar $248 untuk membeli komputer impiannya.

Selanjutnya, Anda harus membuat hipotesis dengan mengumpulkan berbagai ide yang memungkinkan untuk menutupi selisih tersebut. Dengan menggunakan pohon logika, John menetapkan dua solusi utama yang memungkinkan, yaitu meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran.

Setelah menjabarkan berbagai cara secara spesifik, John menetapkan tiga hipotesis terbaik yaitu mencari pekerjaan dengan bayaran yang lebih tinggi, menjual beberapa buku bekas dan berhenti membeli CD video permainan.

Hipotesis hanyalah sebuah dugaan sementara yang perlu dibuktikan. Oleh karena itu, hipotesis ini perlu diuji dengan cara menganalisis dan mengumpulkan berbagai informasi tambahan tentang hipotesistersebut.

Setelah melakukan analisis dan mendapatkan informasi yang lengkap, John menemukan bahwa satu dari hipotesisnya ternyata salah dan harus diubah.

Setelah menyusun rencana tindakan yang sempurna, tahap berikutnya adalah pelaksanaan. Rencana yang efektif tidak akan berarti jika tidak diiringi oleh eksekusi yang sempurna. Anda membutuhkan keduanya agar tujuan Anda tercapai.

Seorang pemecah masalah selalu mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik sebelum mengambil sebuah keputusan. Mereka akan memanfaatkan berbagai sumber yang ada untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.

Mari kita lihat bagaimana Kiwi, seorang siswa berbakat yang ingin menjadi pesepakbola profesional. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia ingin melanjutkan sekolahnya ke SMU sepakbola terbaik di Brazil. Selain itu, ia juga ingin mempelajari budaya dan bahasa baru.

Terlebih dahulu, ia meminta izin kepada orang tuanya. Orang tuanya mengizinkan dan memberi tahu bahwa dia harus mencari sekolah dengan biaya tidak lebih dari $3000 per tahun. Ia pun kemudian mulai mencari informasi tentang sekolah sepakbola terbaik yang ada di Brazil melalui internet.

Melalui riset internet, dia menemukan dua sekolah terbaik yang kemungkinan cocok dengan keinginannya yaitu SMU Rio dan SMU Amazon. Ia pun kemudian menuliskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sekolah tersebut dengan menggunakan salah satu alat pemecah masalah, yaitu tabel“Pro dan Kontra”.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari situs sekolah masing-masing, SMU Rio lah yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. SMU Rio merupakan juara turnamen sepakbola tahun lalu. Selain itu, SMU ini juga membuka program khusus pelajar asing dan biayanya juga sesuai dengan anggaran yang ia miliki, yaitu tidak lebih dari $3000.

Walaupun demikian, pikirannya terusik oleh perkataan dari seorang komentator dalam pertandingan bisbol yang ia saksikan di televisi. Komentator tersebut mengatakan bahwa sekolah yang baik tidak selalu menghasilkan tim yang bagus.

Hal itu membuat Kiwi kembali mempertanyakan tujuan awalnya dan menyadari bahwa tujuan utamanya adalah menjadi pemain terbaik dengan belajar di lingkungan terbaik, bukan sekedar masuk di sekolah terbaik.

Ia pun kemudian menanyakan kepada pelatih sepakbola yang ia kenal tentang sekolah mana yang terbaik untuknya, SMU Rio atau Amazon. Ia juga berkomunikasi dengan beberapa pelajar di SMU Rio tentang lingkungan disana.

Dari informasi yang ia dapatkan, ia memutuskan bahwa sekolah yang lebih cocok baginya adalah SMU Amazon, bukan SMU Rio. Ia pun akhirnya berangkat ke SMU Amazon sebulan kemudian dengan beasiswa penuh dari perusahaan Nike.

  1. Penyelesaian masalah merupakan sebuah ketrampilan yang dapat dikuasai dan dipelajari.
  2. Proses penyelesaian masalah merupakan proses yang terencana dan sistematis .
  3. Menemukan akar permasalahan merupakan langkah awal dalam memecahkan masalah.
  4. Impian besar dapat diwujudkan dengan memecahnya menjadi tujuan-tujuan kecil.
  5. Saat dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membingungkan, Anda perlu mengumpulkan informasi yang menyeluruh sebelum mengambil keputusan
  6. Proses pemecahan masalah merupakan kombinasi antara perencanaan efektif dan eksekusi yang baik.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan di sosmed sahabat, sebagai sedekah ilmu dan informasi… Terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

UMROH SEKARANG BAYAR NANTI
Hello. Add your message here.