Financial Revolution in Action : Cara Cepat Melipatgandakan Kekayaan Anda

Yuk bagikan infonya...

(Google.com)

Financial Revolution in Action memaparkan strategi dan teknik untuk mencapai kekayaan dan kemakmuran. Buku ini membahas pola pikir, tujuan, strategi dan tindakan yang diperlukan untuk menjadi kaya dan makmur.

Siapa Penulis Buku Ini?

Tung Desem Waringin dikenal sebagai motivator dengan berbagai pencapaian seperti Pembicara Terbaik di Indonesia dari Majalah Marketing dan The Most Powerfu People & Ideas In Business dari Majalah SWA. Ia juga merupakan penulis buku Financial Revolution (2005) dan Marketing Revolution (2008).

Ongky Hajanto adalah seorang pembicara yang memiliki sertifikasi untuk pelatihan NLP, dengan topik pelatihan mencakup teknik penjualan, motivasi, kepemimpinan dan kemampuan berbicara di depan publik.

Baca Juga : Ringkasan 50 Buku Pengembangan Diri Terbaik

(Google)

Untuk Siapa Buku Ini?

  1. Siapapun yang ingin mencapai kesuksesan dalam hidupnya.
  2. Siapapun yang ingin mencapai kekayaan dan kemakmuran.

Pola pikir, tujuan, strategi, dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai kekayaan

Banyak orang ingin bisa mendapatkan kekayaan dan kesuksesan, namun hanya beberapa orang yang berhasil mencapainya.

Keberhasilan untuk itu dimulai dengan memiliki pola pikir yang tepat. Pola pikir positif akan mendorong tercapainya hal-hal positif. Orang yang sukses juga harus memiliki tujuan yang jelas, dengan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Dan tentunya harus ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Dalam buku ini, Anda akan mendapatkan pemahaman mengenai pola pikir, tujuan, strategi, dan tindakan yang menjadi pola umum dari orang-orang kaya.

Hal menarik yang dapat Anda pelajari antara lain:

  • Apa saja pola pikir orang kaya yang membedakan mereka dari yang lainnya;
  • Apa tujuan yang harus Anda tetapkan untuk menjadi kaya;
  • Bagaimana strategi untuk menambahkan kekayaan Anda;
  • Apa saja tingkatan kekayaan yang perlu Anda ketahui; dan
  • Bagaimana keahlian yang dimiliki para orang-orang kaya.

Orang yang sukses mengawali tindakan-tindakan suksesnya dengan pola pikir yang positif. Pola pikir positif akan mendorong tindakan positif, yang pada akhirnya akan menghasilkan hasil yang positif pula.

Hasil yang positif akan memperkuat keyakinan hingga siklus tersebut berulang terus hingga keyakinan dan hasil semakin membesar.

Hal yang sama juga berlaku untuk pola pikir negatif. Pola pikir yang negatif akan mendorong tindakan yang negatif, yang menghasilkan potensi dan hasil yang negatif pula. Hasil yang tidak baik tentunya akan semakin memperkuat pola pikir negatif yang sudah ada, sehingga siklus akan berulang.

Untuk menjadi kaya, Anda harus memiliki pola pikir yang benar mengenai uang, kekayaan, orang kaya, dan harta.

Pola pikir ini terbentuk dari masa kecil. Pada umur 1 hingga 6 tahun, seluruh informasi yang Anda terima akan menjadi sesuatu yang dianggap benar. Masa ini disebut masa imprint.

Sedangkan pada umur 7 hingga 13 tahun, Anda mulai meniru perilaku orang lain yang diiidolakan. Masa ini disebut masa modelling. Selanjutnya, pada usia 13 hingga 21 tahun, identitas Anda dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, yang disebut masa sosialisasi.

Setiap fase tadi akan memengaruhui pola pikir Anda saat ini.

Lalu bagaimana membentuk pola pikir yang tepat dan positif? Pola pikir yang positif akan terbentuk melalui kata-kata yang positif.

Seorang anak akan tumbuh menjadi seseorang yang berpola pikir positif bila dikelilingi dengan kata-kata positif selama pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan, Professor Masaru Emoto membuktikan bahwa kata-kata positif dapat merubah molekul air, begitupun sebaliknya.

Dengan membiasakan diri mengucapkan dan mendengarkan kata-kata positif, Anda dapat membangun pola pikir positif dan juga manfaat lainnya.

Orang kaya memiliki pola pikir berbeda dari orang-orang lainnya. Terdapat beberapa pola pikir yang dicatat oleh penulis.

Pertama, memberikan nilai tambah adalah sesuatu yang penting. Orang kaya berusaha untuk menjadi unggul dalam persaingan dengan membuat nilai tambah.

Kedua, mempunyai faktor pengali sebagai kunci. Dengan faktor pengali, orang kaya memperbesar nilai tambah yang bisa diberikannya.

Ketiga, memastikan orang lain menang baru memenangkan diri sendiri. Orang kaya selalu menawarkan konsep yang menguntungkan bagi semua pihak. Hal inilah yang membuatnya sukses bernegosiasi.

Keempat, memastikan diri selalu berdaya untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. Orang kaya tidak membatasi diri dengan berbagai alasan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Kelima, selalu bertanggung jawab terhadap hidupnya tanpa menyalahkan orang lain, lingkungan dan situasi. Orang kaya percaya bahwa respons mereka terhadap situasilah yang menentukan keberhasilan mereka.

Keenam, menggunakan uang untuk menang, bukan sekedar untuk tidak kalah. Orang kaya tidak ragu mengeluarkan biaya untuk bisa memperbesar kemenangan, tidak selalu meminimalkan biaya.

Ketujuh, berpikir besar untuk mendapatkan hasil yang besar. Orang kaya tidak menurunkan impiannya, namun meningkatkan kemampuannya untuk mencapai impiannya. Kedepalan, fokus pada kesempatan, bukan hambatan.

Kesembilan, bergaul dengan orang positif dan sukses, bukan dengan orang negatif. Orang cenderung akan berteman dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengan mereka.

Kesepuluh, berpikir ‘dua-duanya’, bukan ‘salah satu/atau’. Jangan membatasi diri dengan pilihan-pilihan, Anda bisa menjadi orang kaya dan sehat atau menjadi orang kaya dengan keluarga harmonis sekaligus.

Dan kesebelas, membuat uang bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya. Menginvestasikan uang menjadi salah satu cara orang kaya untuk mendapatkan kekayaan.

“Betapa kita sering sibuk mencari sesuatu, padahal terkadang kita sendiri tidak tahu apa yang sedang kita cari” ~ Tung Desem Waringin & Ongky Hojanto 

Sebelum mulai bertindak, Anda perlu terlebih dahulu mendefinisikan apa yang ingin Anda capai secara jelas.

Bila Anda mengatakan bahwa kekayaan dan kesuksesan adalah tujuan Anda, maka Anda perlu memperjelas kekayaan seperti apa yang ingin Anda capai atau kesuksesan apa yang Anda ingin dapatkan.

Kekayaan didefinisikan secara berbeda oleh setiap orang. Majalah Forbes mendefinisikan kaya sebagai memiliki pendapatan lebih dari 1 juta dollar per tahun, sedangkan Robert T Kiyosaki mendefinisikan kaya sebagai kemampuan untuk bertahan hidup dengan gaya hidup
yang sama tanpa perlu bekerja.

Sementara itu Anthony Robbins mendefinisikan kekayaan ke dalam enam tingkatan posisi keuangan.

Tingkatan pertama adalah financial protection, yaitu kondisi di mana seseorang dapat memenuhi pengeluaran minimal selama 2 hingga 24 bulan tanpa harus bekerja.

Tingkatan kedua adalah financial security, yaitu kondisi di mana hasil dari investasi yang dilakukan seseorang dapat memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup angsuran rumah, biaya makan, listrik, gas, air, transportasi dan pajak.

Tingkatan ketiga adalah financial vitality, yaitu kondisi di mana hasil investasi seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dengan minimal 50% yang ia nikmati saat ini dan mencakup pendidikan, hiburan dan juga pembelian beberapa baju atau barang kebutuhan tersier.

Yang harus Anda targetkan adalah tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan ketiga tingkatan tersebut.

Tingkatan keempat adalah financial independence, yaitu kondisi di mana hasil investasi yang dimiliki seseorang bisa mencukupi kebutuhannya dengan gaya hidup yang sama persis dengan gaya hidupnya saat ini. Saat mencapai tingkatan keempat, maka seseorang bisa dikatakan bisa bertahan hidup tanpa harus bekerja.

Tingkatan yang lebih tinggi lagi adalah financial freedom, yaitu kondisi di mana hasil investasi yang dimiliki seseorang bisa mencukupi gaya hidup yang ia inginkan.

Dan tingkatan tertinggi adalah absolute financial freedom, yaitu ketika hasil investasi yang dihasilkan seseorang dapat digunakan untuk memenuhi apa pun yang diinginkan serta kapanpun.

Strategi pertama untuk mencapai kekayaan adalah memperkecil pengeluaran. Mengapa?

Karena menghemat seribu rupiah jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencari seribu rupiah. Pada akhirnya, seberapa besar uang yang Anda simpan lebih penting dibandingkan seberapa besar pendapatan Anda.

Banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran Anda.

Misalnya, patuhi daftar belanja Anda, menghindari pembayaran dengan kartu debit maupun kartu kredit agar pengeluaran Anda lebih terkendali, menggunakan obat generik, mengurangi makan di luar, memanfaatkan voucher atau kupon diskon, cuci mobil sendiri, gunakan mesin cuci dalam kapasitas maksimal dan lain sebagainya.

Dengan berbagai penghematan kecil, Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda. Selain tips-tips penghematan kecil di atas, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal.

Pertama, bedakanlah antara kebutuhan dan keinginan. Anda mungkin harus menunda beberapa keinginan Anda untuk bisa lebih berhemat. Prioritaskanlah kebutuhan.

Kedua, bedakanlah antara aset dan liabilitas. Rumah atau mobil dapat menjadi aset maupun liabilitas. Rumah bisa menjadi aset apabila rumah tersebut dapat menghasilkan uang untuk Anda.

Rumah juga bisa menjadi liabilitas apabila Anda harus mengeluarkan uang tambahan setiap bulannya untuk rumah tersebut (misal biaya perawatan).

Strategi kedua yang perlu Anda lakukan adalah memperbesar passive income.

Saat memiliki uang, Anda harus berpikir ‘apa yang akan saya lakukan terhadap uang ini agar terus berkembang?’ bukannya ‘mau dibelikan apa uang ini?’

Saat mendapatkan uang, orang kaya akan fokus menambah aset yang dimiliki bukan untuk pengeluaran maupun untuk liabilitas.

Lebih jauh, orang kaya akan memilih aset-aset yang bisa menambah pendapatannya melalui passive income, lalu penambahan pendapatan ini akan ia gunakan kembali untukmenambah aset. Hal tersebut terus dilakukan hingga aset produktifnya semakin bertambah.

Menjadi wirausaha adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan pendapatan dan passive income.

Untuk dapat menjadi wirausaha yang berhasil, pertama Anda harus dapat membaca peluang. Selain itu, Anda perlu memiliki pola pikir yang tepat, visi dan gambaran yang jelas, bersikap proaktif, memiliki integritas, dan punya kemampuan untuk bangkit kembali.

Untuk dapat mengelola keuangan secara lebih baik, Anda perlu mengalokasikan pendapatan Anda secara teliti.

Terdapat enam pos yang perlu Anda alokasikan, yaitu sedekah, investasi, pendidikan, dana cadangan, alokasi kesenangan dan biaya hidup. Alokasi pendapatan untuk biaya hidup tidak boleh lebih dari 50% dan alokasikan 10% untuk pos yang lain.

Terdapat beberapa keahlian keuangan yang harus Anda miliki untuk menjadi orang sukses.

Pertama adalah menghargai uang yang Anda terima, seberapapun jumlahnya. Kedua, mengontrol atau mengendalikan pengeluaran.

Ketiga, menabung – minimal 10% – uang yang Anda terima. Keempat, menginvestasikan uang Anda di bisnis yang Anda pahami. Kelima, menghasilkan dan menciptakan pendapatan dari berbagai sumber. Dan keenam, kemampuan untuk berbagi uang Anda dengan orang lain.

Semua keahlian tersebut akan bisa terbentuk jika diawali dengan komitmen yang kuat.

Orang kaya memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi kaya.

Untuk menyusun komitmen Anda, mulailah dengan menulis kesengsaraan yang tidak ingin Anda alami apabila Anda tidak kaya. Kemudian tuliskanlah kesenangan yang mungkin Anda dapatkan apabila Anda kaya.

Orang yang sukses juga tidak pernah menyerah dan menyalahkan kondisi. Orang yang sukses sangat percaya bahwa kehidupan mereka dipengaruhi oleh diri mereka. Orang yang sukses akan fokus pada hasil dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang kecil.

Sebaliknya, orang yang gagal adalah orang-orang yang hanya melihat rintangan dan hambatan. Mereka memiliki kecenderungan untuk menyalahkan kondisi dan membangun alasan-alasan atas kegagalan mereka.

Satu hal lagi yang menjadi kunci keberhasilan orang sukses adalah keyakinan. Memiliki keyakinan tidak hanya membantu dalam sisi emosi, namun juga secara fisik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keyakinan seringkali lebih kuat pengaruhnya dibandingkan reaksi kimia dari obat-obatan.

“Pastikan kisah yang Anda tulis indah untuk dikenang, penuh adegan yang mendebarkan, dan berakhir dengan bahagia” ~ Tung Desem Waringin & Ongky Hojanto

  1. Pikiran dapat memengaruhi hasil yang Anda capai, karena itu pola pikir yang tepat diperlukan untuk bisa mencapai kekayaan dan kesuksesan.
  2. Mencapai financial independence perlu menjadi tujuan minimal Anda
  3. Terdapat dua strategi untuk menjadi kaya, yaitu memperkecil pengeluaran dan memperbesar passive income
  4. Untuk memperkecil pengeluaran, Anda dapat melakukan penghematan-penghematan kecil. Anda juga perlu fokus pada kebutuhan (bukan keinginan) dan aset yang produktif.
  5. Untuk terus memperbesar passive income, Anda perlu menetapkan bagaimana Anda dapat terus memperbesar aset dari pendapatan yang Anda terima.
  6. Tujuh keahlian keuangan yang diperlukan untuk menjadi kaya adalah kemampuan untuk menghargai, mengontrol, menabung, menginvestasikan, menghasilkan dan berbagi.
  7. Untuk mencapai kesuksesan, Anda perlu bertindak dengan penuh keyakinan, pantang menyerah, dan penuh keyakinan.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan di sosmed sahabat, sebagai sedekah ilmu dan informasi… Terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

PEMBIAYAAN SYARIAH JAMINAN BPKB MOBIL
Hello. Add your message here.