The Cashflow Quadrant : Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial   

Yuk bagikan infonya...

Ilustrasi / ft.com

The Cashflow Quadrant : Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial   

“The Cashflow Quadrant” menjelaskan analisis dibalik kesuksesan seseorang dalam memperoleh penghasilan lebih banyak dan lebih aman secara finansial meskipun dengan bekerja lebih sedikit. Bagi Anda yang memimpikan kebebasan finansial, buku berikut ini tentu tidak bisa dilewatkan.

Siapa penulis buku ini? 

Robert T. Kiyosaki adalah seorang investor, penulis, pengajar, wirausahawan dan motivator. Kiyosaki terkenal di dunia karena memiliki pandangan yang berbeda dalam hal keuangan dan investasi. Selain itu, ia juga merupakan penulis sembilan belas buku yang termasuk buku laris internasional dan profilnya telah ditayangkan di berbagai media di seluruh dunia. Sharon L. Lechter adalah seorang pendidik, akuntan, eksekutif di sebuah perusahaan penerbitan serta istri dan ibu dari tiga orang anak.

Baca Juga : Ringkasan 50 Buku Pengembangan Diri Terbaik  

Untuk siapa buku ini?

  • Orang-orang yang siap bergerak maju meninggalkan zona nyaman mereka
  • Anda yang telah lelah bekerja, namun penghasilannya tidak berubah
  • Siapa saja yang sedang memulai perjalanan menuju kebebasan finansial
BELI DI SINI

Rahasia sukses finansial dengan memahami empat kuadran penghasilan 

Buku ini memaparkan tentang empat tipe orang yang berbeda dalam dunia bisnis serta karakteristik dan juga keunikan dari setiaptipe tersebut. Tipe-tipe orang itu dibagi menjadi empat kuadran yang didasari oleh sumber penghasilan mereka. Kuadran-kuadran itu adalah:

  • Kuadran E (employee/pegawai); berarti Anda punya pekerjaan tetap;
  • Kuadran S (self-employee/pekerja lepas): berarti Anda memiliki pekerjaan lepas;
  • Kuadran B (business owner/pemilik bisnis): berarti Anda memiliki sistem dan orang-orang yang bekerja untuk Anda; dan
  • Kuadran I (investor): berarti uang bekerja untuk Anda.

Kuadran “E” dan “S” disebut kuadran kiri sementara kuadran “B” dan “I” disebut kuadran kanan.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:

  • Apa perbedaan mendasar dari orang-orang di setiap kuadran;
  • Di manakah posisi kuadran Anda saat ini;
  • Bagaimana langkah untuk berpindah ke kuadran yang lebih baik;
  • Apa sebenarnya kebebasan finansial itu; dan
  • Bagaimana cara untuk meraihnya.

Penghuni setiap kuadran memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu cara untuk mengetahui penghuni sebuah kuadran tertentu adalah dengan “membaca” mereka melalui perkataan yang mereka ucapkan.

Orang yang berada pada kuadran E (pekerja) identik dengan kata-kata “aman” dan “tunjangan”. Mereka lebih mementingkan keadaan “aman” bagi keuangan mereka dan takut untuk keluar dari keadaan itu. Selanjutnya, mereka mengharapkan tunjangan yang pasti dari apa yang telah mereka lakukan.

Orang yang berada pada kuadran S (pekerja lepas) adalah orang yang ingin melakukan apa yang mereka mau. Mereka akan menerima uang berdasarkan pekerjaan yang mereka lakukan. Apabila mereka bekerja keras, mereka akan dibayar tinggi. Sebaliknya, apabila mereka tidak bekerja keras, mereka juga hanya akan mendapatkan bayaran sekedarnya. Selain itu, mereka lebih cenderung bekerja sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Selanjutnya, orang yang berada pada kuadran B (pemilik usaha) adalah orang yang memiliki sistem dan memberdayakan orang lain untuk membantu menjalankan usahanyasehingga tidak menuntut kehadiran mereka untuk menjalankan usaha tersebut. Jadi B memiliki kebebasan uang dan waktu karena memiliki perusahaan yang bersistem tersebut.

Jenis kuadran yang terakhir adalah kuadran I (investor). Orang yang berada pada kuadran inimampu membuat uang bekerja untuk mereka. Jika ingin kaya, seharusnya Anda berada di kuadran I ini.

“Berganti kuadran merupakan pengalaman yang mengubah hidup yang mengubah inti siapa dirimu, caramu berfikir, dan caramu memandang dunia.” ~ Robert T. Kiyosaki 

BELI DI SINI

Banyak orang mencari aman untuk masalah pekerjaan atau keuangan mereka. Hal ini disebabkan karena doktrin yang telah diajarkan dan ditekankan kepada mereka dari kecil. Banyak yang terkondisikan untuk memikirkan keamanan pekerjaan, bukan keamanan finansial atau kebebasan finansial.

Apabila dilihat pada cashflow quadrant, bagian sebelah kiri (”E” dan “S”) lebih dimotivasi oleh rasa aman, sedangkan bagian sebelah kanan (“B” dan “I”) lebih dimotivasi oleh rasa atau dorongan kebebasan.

Terdapat perbedaan pandangan antara ayah kaya dan ayah miskin tentang keamanan dan kebebasan. Ayah miskin berpendapat bahwa keamanan pekerjaan adalah keamanan finansial. Namun, ayah kaya beranggapan bahwa orang harus mencapai kebebasan finansial.

Pola keamanan pekerjaan terbentuk saat seseorang sekolah untuk menjadi pekerja (E). Mereka larut dalam pekerjaannya. Di luar itu, mereka merasa tidak aman secara finansial karena hanya dididik untuk mendapatkan pekerjaan yang “mapan” dan hanya sedikit memiliki pemahaman tentang seluk beluk kuadaran “B” dan “I”.

Pola kebebasan finansial adalah ketika seseorang yang berada di kuadran kiri (“E” dan “S”) menabung penghasilan mereka serta terus berusaha memperoleh sumber penghasilan yang lebih baik. Jadi, selain sebagai pegawai dan pekerja lepas, mereka juga menginvestasikan penghasilan yang mereka dapatkan.

Selain itu, seseorang yang berada di kuadran kiri (“E” dan “S”) juga bisa membuat sistem bisnis sendiri agar dapat memperoleh penghasilan lebih. Inilah yang disebut kebebasan finansial.

Pola kebebasan finansial membebaskan Anda untuk bekerja atau tidak karena Anda memiliki orang-orang serta uang yang bekerja untuk Anda. Kebebasan finansial ini akan dirasakan oleh orang-orang yang telah berada pada kuadran kanan (“B” dan “I”).

Mempunyai bisnis sendiri berarti Anda telah berada pada kuadran B, yang berarti Anda memiliki sebuah sistem dan mempekerjakan orang untuk membantu Anda dalam menjalankan sistem tersebut.

Sebelum itu, Anda juga harus mengetahui jenis bisnis yang akan Anda jalankan agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Jenis bisnis itu antara lain: (1) perusahaan tradisional jenis C dan (2) bisnis waralaba.

Pada perusahaan tradisional jenis C, Anda berusaha untuk membangun dan mengembangkan bisnis yang Anda rintis sendiri. Untuk mengembangkan jenis bisnis ini, Anda harus banyak bekerja keras. Untuk menjadi sukses dalam menjalankan bisnis ini, Anda harus mencari seorang pembimbing yang telah berpengalaman, bukan seorang penasehat.

Pada bisnis waralaba, Anda tidak perlu membuat sistem sendiri karena pemilik waralaba telah membuatkannya untuk Anda. Anda lebih perlu untuk fokus pada pengembangan karyawan. Apabila Anda berbisnis waralaba, jadilah sebagai seorang “E” yang menjalankan bisnis sesuai dengan keinginan pemilik waralaba, jangan menjadi seorang “S” yang bisa bertindak semaunya.

Setelah Anda berada pada kuadran “B”, selanjutnya bersiaplah untuk mencapai kuadran “I” (investor). Untuk itu, Anda perlu mengetahui tingkatan investor dan ciri-cirinya.

Tingkat 0 yaitu orang yang tidak memiliki modal untuk diinvestasikan. Mereka membelanjakan semua penghasilannya sehingga tidak ada uang yang tersisa. Tingkat 1 yaitu peminjam. Mereka melakukan investasi dengan modal uang pinjaman.

Kemudian ada investor tingkat 2, yaitu penabung. Mereka hanya menyimpan sebagian kecil uangnya, tidak menginvestasikannya.

Tingkat investor ke-3 yaitu investor “pandai”. Mereka berasal dari kalangan berpendidikan, namun “buta” secara finansial. Jenis investor ini ada tiga, yaitu orang yang tak mau repot (orang yang tidak peduli dengan investasi), kaum sinis (orang yang terlalu berhati-hati dalam investasi) serta kaum “penjudi” (orang yang terlalu ceroboh dalam investasi).

Tingkat ke-4 adalah investor jangka panjang. Mereka memiliki gambaran jangka panjang tentang investasi yang mereka lakukan.

Sedangkan investor tingkat ke-5 yaitu investor canggih. Mereka memilihi nvestasi yang berisiko karena telah mempunyai dasar finansial yang kuat. Tingkat terakhir, yang keenam, yaitu “kapitalis”. Mereka menciptakan investasi untuk diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan bakat serta keuangan orang lain.

BELI DI SINI

Faktor utama yang harus ada jika Anda ingin berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan adalah tekad. Dengan ini akan tercipta perubahan jati diri dalam menjalani proses perubahan tersebut. Setiap kuadran memiliki pola-pola tertentu untuk menghasilkan uang.

Seorang “E” akan bekerja untuk sistem; seorang “S” adalah sistem itu sendiri; seorang “B” menciptakan, memiliki, atau mengendalikan sistem; dan seorang “I” menginvestasikan uang dalam sistem. Untuk dapat berubah dari pola tersebut, bagi beberapa orang mudah, namun, bagi yang lain amatlah susah.

Untuk keluar dari pola itu, Anda harus menemukan ambisi dan berusaha untuk membuat ambisi tersebut terwujud. Selain itu, kiat selanjutnya adalah membentuk sistem di sekitar ambisi yang Anda miliki. Setelah sistem terbentuk, peluang Anda untuk dapat berpindah dari satu kuadran ke kuadran lainnya akan semakin besar.

Latar belakang masa lalu Anda sering menjadi hal utama yang membuat Anda dapat berpindah kuadran atau tetap berada pada kuadran Anda sekarang. Apabila latar belakang Anda berasal dari keluarga yang merasa takut untuk bertindak dan berfikir hal yang nonkonvensional dalam masalah keuangan, Anda juga akan terpengaruh untuk merasa takut dalam memulai hal baru.

Anda dapat berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan secepat yang Anda inginkan, memperoleh penghasilan sebesar yang Anda mau, tetapi Anda harus berusaha mengubah cara berfikir terlebih dahulu. Ingat, tidak ada jalan pintas yang dapat membawa Anda langsung menuju kuadran kanan.

“Sebagian besar dari kita berpotensi berhasil dalam setiap kuadran. Semua itu tergantung pada sebesar apa tekad kita untuk berhasil.” ~ Robert T. Kiyosaki 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjadi kaya adalah dengan mengumpulkan hal-hal kecil untuk membuat sesuatu yang besar. Contohnya adalah pada permainan monopoli. Anda perlu mengumpulkan empat rumah kecil untuk dapat membuat satu hotel besar.

Cara lainnya adalah melakukan usaha atau bisnis yang Anda sukai. Apabila Anda tidak terlalu suka dengan bisnis yang Anda lakukan sekarang, maka tinggalkanlah dan mulai bisnis yang Anda senangi.

Selain itu, Anda harus berpikir sendiri dan bukannya mengikuti pendapat orang banyak karena itulah aset besar yang dimiliki oleh orang kaya. Apabila cara berpikir Anda sama dengan orang lain, Anda hanya akan memiliki hal yang sama seperti yang orang lain miliki.

Orang-orang yang berada pada kuadran kiri memiliki problem yang mengakibatkan mereka susah berpindah dari kuadran itu. Dalam hal uang, orang “E” memiliki problem ‘rasa aman’ sehingga mereka takut untuk keluar dari zona aman tersebut.

Sedagkan, problem orang “S” adalah sikap perfeksionis yang menginginkan segala sesuatunya berjalan dengan ‘benar’ dan sesuai ‘kendali’ mereka. Itulah sebabnya semua hal coba mereka lakukan sendiri.

Selain itu, untuk dapat berhasil di kuadran “B” dan “I”, diperlukan perubahan dalam pemikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap emosi. Orang yang berpikir dan mengatakan kepada diri mereka sesuatu yang bersifat negatif, maka itu cenderung akan menjadi kenyataan. Jadi, Anda harus mengubah cara berpikir agar selalu memiliki pandangan positif.

Apabila ingin menemukan cara mudah untuk membuat Anda berada di kuadran kanan, inilah langkah-langkah yang harus dilakukan. Pertama, bangun dan kembangkan bisnis yang Anda miliki. Jika selama ini Anda bekerja untuk orang lain, maka sekarang mulailah untuk menciptakan bisnis sendiri.

Kedua, kelolalah arus keuangan sendiri. Anda harus pandai mengelola aset dan liabilitas yang Anda miliki karena inilah salah satu faktor keberhasilan Anda menjadi orang kaya.

Langkah ketiga adalah mampu membedakan risiko dan berisiko. Risiko adalah pengelolaan arus keuangan dengan baik sehingga asetnya lebih banyak dari liabilitas, sedangkan berisiko adalah pengelolaan arus keuangan yang tidak mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas.

Langkah berikutnya adalah belajar dari orang yang telah berhasil. Dengan belajar dari orang yang telah berhasil, Anda dapat mencontoh strategi yang dia lakukan dan Anda dapat mengimplementasikannya dalam bisnis Anda.

Apabila Anda gagal dalam bisnis, jangan terlalu larut dalam kekecewaan. Dari kegagalan tersebut, Anda dapat belajar dan menemukan pelajaran baru yang berharga.

Langkah terakhir adalah yakin pada diri sendiri. Apabila Anda merasa bahwa diri Anda bisa, semua akan lebih mudah terealisasi. Untuk itu, mantapkan diri Anda untuk berpindah ke kuadran yang lebih baik dari kuadran Anda sekarang.

  • Sebagian besar orang cenderung untuk memilih berada di kuadran kiri yang dianggap lebih aman, yaitu dengan menjadi pegawai (“E”) atau pekerja lepas (“S”)
  • Agar menjadi bebas secara finansial, pindahlah ke kuadran bagian kanan, yaitu dengan mengelola bisnis sendiri (“B”) atau mulai berinvestasi (“I”)
  • Untuk dapat berpindah kuadran, Anda harus memiliki tekad yang besar
  • Tidak ada jalan pintas untuk dapat berpindah dari satu kuadran ke kuadran yang lain
  • Mulailah dengan bisnis kecil yang Anda sukai serta investasi yang Anda inginkan

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan inspirasinya di sosmed sahabat… terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

11 HP VIVO TERMURAH MULAI RP 1 JUTA
Hello. Add your message here.