Rich Dad Poor Dad : Apa yang Diajarkan Orang Kaya Kepada Anak-Anak Mereka tentang Uang 

Yuk bagikan infonya...

Bill Gates Family / luxurylaunches.com

Rich Dad Poor Dad : Apa yang Diajarkan Orang Kaya Kepada Anak-Anak Mereka tentang Uang 

“Rich Dad Poor Dad” menjelaskan tentang perbedaan pandangan antara orang kaya dan orang miskin dalam masalah keuangan. Penulis juga berbagi tentang motivasi dan cara-cara praktis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah keuangan. Bagi Anda yang ingin memiliki “kecerdasan finansial”, buku ini tak bisa dilewatkan.

Siapa penulis buku ini?

Robert T. Kiyosaki adalah seorang investor, penulis, pengajar, wirausahawan dan motivator. Kiyosaki terkenal di dunia karena memiliki pandangan yang berbeda dalam hal keuangan dan investasi. Selain itu, Kiyosaki merupakan penulis sembilan belas buku yang termasuk buku laris internasional dan profilnya telah ditayangkan di berbagai media di seluruh dunia.

Baca Juga : Ringkasan 50 Buku Pengembangan Diri Terbaik

Untuk siapa buku ini?

  • Orang yang ingin menjadi kaya dengan cara yang tak biasa
  • Orang tua yang ingin mengajarkan anaknya untuk menjadi kaya
  • Orang yang ingin membuka usaha sendiri untuk meraih kebebasan finansial
BELI DI SINI

Buku ini memaparkan dua pandangan yang berbeda untuk menjadi kaya, yaitu pandangan dari ayah miskin (poor dad) dan ayah kaya (rich dad).

Pandangan ayah miskin agar menjadi kaya adalah dengan belajar yang rajin, berprestasi, dan mendapatkan pekerjaan yang tetap. Namun, pandangan ayah kaya sangat berbeda. Ayah kaya memandang bahwa untuk menjadi kaya seseorang harus dapat menggunakan uangnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Selain itu, Robert T. Kiyosaki juga menjelaskan tentang kecerdasan finansial. Saat ini, orang hanya fokus pada jenis-jenis kecerdasan lainnya sehingga masih sedikit orang yang melek keuangan.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:

  • Bagaimana membuat uang bekerja untuk Anda, dan bukan sebaliknya;
  • Apa yang dimaksud dengan melek keuangan;
  • Kenapa uang harus dinomor duakan setelah belajar;
  • Apa rintangan-rintangan yang lazim ditemui seseorang untuk menjadi kaya; dan
  • Bagaimana memantabkan diri untuk segera memulai “perjalanan” menjadi orang kaya

Buku ini mengajarkan bahwa Anda harus bisa mempekerjakan uang yang Anda miliki. Selama ini, Anda hanya diperdaya oleh uang dan uang menjadi tujuan utama Anda dalam bekerja.

Namun, setelah uang didapatkan, manusia belum dapat memberdayakan uang itu dengan tepat. Maksudnya, sebanyak apapun uang yang diperoleh akan habis begitu saja tanpa ada yang dapat “dikerjakan” uang itu untuk Anda. Menurut Kiyosaki, ini masih merupakan pola hidup orang miskin.

Pola hidup orang kaya ditunjukkan lewat kemampuan untuk “mempekerjakan” uang sehingga bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Walaupun penghasilannya pas-pasan, tapi mereka mampu memperkerjakan uang yang mereka miliki. Mereka itulah yang termasuk orang kaya.

Salah satu cara yang digunakan untuk memperkerjakan uang adalah dengan menginvestasikan uang itu sehingga dapat memberikan lebih banyak uang untuk Anda.

Sebagai contoh, saat mendapatkan penghasilan, orang miskin cenderung berpikir untuk segera berbelanja demi memuaskan hasrat mereka atas barang-barang yang sedang digandrungi. Mereka menghabiskan uang mereka hanya untuk itu saja.

Sementara itu, orang kaya berpikir untuk memperoleh penghasilan lebih dari yang telah diterimanya saat ini. Misalnya, penghasilan tersebut digunakan untuk menabung, membangun kontrakan, atau membuka usaha. Setelah itu, mereka baru menggunakannya untuk berbelanja.

Faktor utama yang melatarbelakangi hal tersebut adalah karena melek keuangan tidak diajarkan di sekolah formal. Sistem pendidikan yang diterapkan saat ini sebagian besar masih melatih orang untuk menjadi “karyawan teladan”, yang hanya bisa bekerja untuk uang. Hal ini masih merupakan cara pandang orang miskin.

Selain itu, sistem sekolah juga tidak dapat memberi wawasan tentang prinsip-prinsip keuangan orang kaya dalam mengembangkan kekayaannya.

Untuk menjadi kaya, Anda harus mengetahui pentingnya melek keuangan. Aturannya dasarnya, Anda mesti dapat membedakan antara aset dan liabilitas. Kebanyakan orang bekerja mati-matian untuk uang karena mereka tidak mengetahui perbedaan aset dan liabilitas.

Selama ini, pandangan orang tentang aset dan liabilitas itu sama. Namun kenyataannya, kedua hal tersebut berbeda. Aset adalah segala sesuatu yang Anda miliki dan dapat menghasilkan pemasukan bagi Anda, sedangkan liabilitas adalah segala sesuatu yang Anda miliki dan menjadi sumber pengeluaran bagi Anda.

Jadi, sebaiknya Anda berusaha untuk semaksimal mungkin mengumpulkan aset dan menekan seminimal mungkin liabilitas yang Anda miliki.

Ada perbedaan antara orang kaya dan orang miskin dalam mengurus masalah keuangannya. Orang miskin menghabiskan gajinya untuk pengeluaran tetap, kebutuhan pokok, membayar kewajiban setiap bulan, dan biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan karena kepemilikan liabilitas mereka.

Di sisi lain, orang kaya memperoleh pendapatan dari bagi hasil, sewa royalti, dan laba. Itu adalah hasil dari aset yang mereka miliki.

“Otak kita bisa menjadi aset yang paling besar atau justru liabilitas yang paling besar.” ─ Robert T. Kiyosaki  

Pada awalnya, pajak hanya dikenakan kepada orang kaya saja. Namun kenyataannya, pajak malah lebih memberatkan orang miskin dan orang kelas menengah. Hal ini terjadi karena orang kaya dapat berlindung dari pajak yang tinggi di bawah naungan korporasi.

Korporasi ini memberikan keuntungan pajak dan perlindungan dari jeratan hukum sehingga harta kekayaan orang-orang kaya terlindungi secara legal. Jadi, dengan mengetahui kekuatan korporasi, orang kaya memperoleh keuntungan besar dibandingkan orang miskin dan kelas menengah.

Selanjutnya, untuk menjadi kaya, Anda harus memiliki pengetahuan tentang empat bidang keahlian keuangan untuk menjalankan usaha korporasi dengan baik.

Pertama adalah pengetahuan tentang akuntansi. Orang kaya harus mengetahui setiap arus uang masuk dan keluar secara mendetil dan menguasai prinsip laporan keuangan perusahaan dengan baik. Apabila Anda memahami hal ini dengan baik, Anda dapat memakainya untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan usaha apapun yang Anda lakukan.

Kedua adalah pengetahuan tentang investasi. Hal ini berhubungan dengan cara dan strategi yang Anda gunakan untuk mempekerjakan uang yang Anda miliki untuk menghasilkan uang yang lebih banyaklagi. Pengetahuan ini akan terasah seiring dengan pengalaman Anda sendiri dan juga dari kemauan untuk belajar dari pengalaman orang lain.

Ketiga adalah keahlian dalam memahami pasar. Kemampuan ini sangat penting agar Anda tidak salah dalam melakukansebuah bisnis. Dengan mengetahui keadaan pasar, Anda dapat menerapkan strategi penjualan yang akan mendatangkan keuntungan lebih besar. Di samping itu, kemampuan memahami pasar juga dapat digunakan untuk menganalisis dan melihat peluang yang ada.

Keempat adalah pengetahuan tentang hukum. Dengan memahami hukum dan undang-undang yang berlaku, Anda dapat menjalankan usaha sesuai dengan peraturan yang berlaku  dan menjadikannya sebuah usaha yang legal yang berbadan hukum. Ini diperlukan untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Selain itu, pengetahuan tentang seluk beluk perpajakan juga harus dimiliki.

Dalam usaha menjadi orang kaya, Anda harus tetap belajar. Jangan hanya terpaku pada satu keahlian saja. Apabila Anda mempelajari hal-hal baru di luar keahlian Anda, Anda akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas. Selanjutnya, Anda dapat membuatnya menjadi tambahan penghasilan bagi Anda.

Jika dilihat dari sisi pendidikan saat ini, Anda hanya diajarkan untuk menjadi profesional di satu bidang yang Anda tekuni saja. Hal ini membuat Anda tidak memiliki kecakapan dalam mengerjakan pekerjaan di luar bidang Anda.

Namun, untuk menjadi kaya, Anda perlu belajar hal-hal lain di luar bidang utama yang Andakuasai sehingga Anda dapat mengembangkan bisnis lain dalam waktu yang bersamaan.

Prinsip orang kaya adalah selalu menjadikan tempatnya bekerja sebagai tempat belajarnya. Mereka berusaha mendapatkan banyak ilmu dari apa yang mereka kerjakan dan menggunakannya sebagai bekal dalam membangun bisnis mereka sendiri.

Apabila Anda bekerja untuk uang, Anda akan selalu pada titik yang sama, tidak akan pernah berpindah. Anda akan selalu melakukan rutinitas harian tanpa ada pelajaran baru yang dapat Anda ambil.

Tapi, apabila Anda bekerja untuk belajar, Anda akan mendapat keuntungan ganda; yaitu pengetahuan dan uang. Uang akan Anda dapatkan apabila Anda bekerja tapi pengetahuan tidak akan Anda dapatkan apabila Anda tidak mau belajar dari apa yang Anda kerjakan.

Ada lima rintangan yang akan dihadapi oleh seseorang untuk menjadi kaya. Namun setiap rintangan tersebut pasti memiliki jalan keluarnya masing-masing. Rintangan-rintangan itu antara lain:

Rintangan pertama adalah sinismeSalah satu hal yang harus dihindari untuk menjadi kaya adalah memikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi. Banyak orang yang berpikir negatif terlalu jauh; “Bagaimana jika ini…, bagaimana jika itu…”.

Apabila pikiran telah diarahkan pada hal-hal yang buruk, maka sikap sinis dan kekhawatiran akan menguasai diri Anda dan menghalangi Anda untuk menjadi lebih kaya.

Rintangan kedua adalah kemalasan. Sifat malas sering muncul sebagai penghalang bagi seseorang dalam menggapai tujuan. Sering kali seseorang berkata pada diri sendiri bahwa ia tidak akan mampu mencapai tujuan hidupnya.

Hal inilah yang akan membuatnya terlena dan akhirnya malas untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

Cara mengatasinya adalah dengan menguatkan hasrat atau motivasi di dalam diri Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Apabila anda ingin meraih kesuksesan, maka hasrat itu harus terus dipupuk dalam diri Anda secara positif. Jangan biarkan ia layu sebelum berkembang.

Rintangan ketiga adalah sikap borosKebiasaan menghambur-hamburkan uang akan menjadikan diri Anda tetap miskin.

Hal ini harus diubah menjadi kebiasaan menabung dan berinvestasi. Uang yang Anda miliki harus menjadi sumber investasi di masa depan, bukan sekedar alat konsumsi saat ini. Untuk itu, cobalah berpikir jangka panjang, jangan hanya mengejar kesenangan jangka pendek.

Rintangan keempat adalah kesombongan. Kesombongan lahir dari ego ditambah kebodohan. Orang yang sombong adalah orang yang berlagak tahu padahal sebenarnya tidak tahu. Karena kesombongan ini, seseorang tidak akan pernah maju karena dia mengganggap dirinya tidak perlu lagi untuk belajar.

Untuk mengatasi sifat ini, saat Anda merasa tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal, mulailah untuk belajar dan mencari tahu tentang hal tersebut.

Rintangan kelima adalah rasa takut.Rasa takut kehilangan uang merupakan hal yang lumrah bagi setiap orang, bahkan orang kaya pun merasakan hal yang sama.

Namun, permasalahannya bukan terletak pada rasa takutnya, tapi pada cara Anda menyikapi rasa takut tersebut. Seseorang yang takut kehilangan uangnya tidak akan berani untuk memulai investasi yang mungkin akan dapat menggandakan uang yang sudah dimilikinya.

Jadi, mulailah berfikir untuk mengambil risiko yang akan membawa Anda kepada kemenangan, yaitu menjadi lebih kaya dan memiliki lebih banyak uang dibandingkan apa yang telah Anda miliki sekarang. Jangan biarkan rasa takut menguasai diri Anda.

“Perbedaan utama antara orang kaya dan orang miskin adalah cara mereka mengatasi rasa takut.”  ─ Robert T. Kiyosaki 

Hal yang perlu segera dilakukan untuk mencapai tujuan adalah dengan memulainya. Apabila ingin menjadi kaya, maka mulailah berusaha. Dalam buku ini, Kiyosaki memberikan beberapa saran agar Anda dapat segera memulai perjalanan Anda menjadi orang kaya.

Pertama, bangun semangat untuk mencapai tujuan Anda. Temukanlah sebuah alasan yang membuat Anda bersemangat untuk mencapai tujuan yang Anda cita-citakan. Apabila Anda tidak memiliki alasan yang kuat, Anda akan sulit untuk mencapai tujuan tersebut.

Kedua, jangan puas hanya pada satu keahlian saja, tapi carilah keahlian lain yang dapat Anda kembangkan untuk menambah jumlah uang Anda.

Ketiga, disiplinkan diri terlebih dahulu. Berinvestasilah terlebih dahulu, lalu bayarlah kewajiban yang ada. Jangan habiskan uang Anda untuk pengeluaran-pemgeluaran yang konsumtif.

Keempat, ambillah inspirasi dari orang-orang yang telah berhasil. Carilah orang yang telah berhasil di bidang yang sama dengan Anda. Ketika Anda bekerja, Anda dapat membayangkan diri Anda adalah orang tersebut. Apabila Anda menghadapi kesulitan, pikirkanlah hal apa yang akan dilakukan oleh orang itu untuk menyelesaikan kesulitannya.

Kelima, jadilah orang yang pemurah. Berbagilah kepada orang lain dari sebagian hasil atau keuntungan investasi yang telah Anda dapatkan. Ingatlah bahwa siapa yang memberi nanti akan menerima.

  • Orang yang memiliki penghasilan besar belum tentu bisa menjadi orang kaya. Kekayaan berhubungan dengan kemampuan untuk mengelola uang yang didapatkan.
  • Untuk menjadi kaya, seseorang harus melek keuangan. Anda harus memahami perbedaan antara aset dan liabilitas.
  • Usahakan untuk menginvestasikan uang yang Anda miliki agar uang itu dapat bekerja untuk Anda
  • Jangan hanya puas pada satu bidang yang telah dikuasai, tetaplah belajar hal lain di luar spesialisasi yang telah dimiliki.
  • Pekerjaan bukanlah sekadar tempat untuk mencari uang, melainkan juga wadah bagi Anda untuk mengumpulkan ilmu dan pelajaran baru.

Sumber : Pimtar

Yuk bagikan inspirasinya di sosmed sahabat… terima kasih 


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

11 HP VIVO TERMURAH MULAI RP 1 JUTA
Hello. Add your message here.